Sepakbola
Share this on:

Sane, si Penyihir dari Essen

  • Sane, si Penyihir dari Essen
  • Sane, si Penyihir dari Essen

MANCHESTER - Leroy Sane main untuk Manchester City, bukan Manchester United. Tetapi dengan performa gemilangnya kemarin WIB (2/3), Sane sudah mengingatkan publik Manchester dengan legenda dari klub rival sekota City, Manchester United.

Ya, Sane disandingkan dengan Ryan Giggs pada saat era-era keemasannya. Terutama saat dia mampu melewati lima penggawa Arsenal sekaligus sebelum mengirim assist ke Bernardo Saat 15 menit pertama. Dari Hector Bellerin, Danny Welbeck, Granit Xhaka, Shkodran Mustafi sampai Laurent Koscielny cuma melongo melihat Sane.

''Saya seperti sedang melihat Ryan Giggs lagi,'' sebut pundit Sky Sports Jamie Carragher.

Bukan Giggs saat musim-musim pertama bersama United. Seperti Sane yang masih pada musim keduanya dengan The Citizens. ''Ini Giggs pada masa terbaiknya,'' imbuh mantan center back Liverpol itu. Carra pun masih aktif main seperti saat Giggsy belum gantung sepatu musim 2012-2013.

Padahal di balik performa gemilangnya kemarin Sane baru saja sembuh dari cedera pada bagian ligamen ototnya. Meski, ketika City mempermak The Gunners di Wembley dia juga ada dalam komposisi pemain racikan Pep Guardiola dalam 77 menit. Bedanya, saat di Wembley dia tak mampu ikut berkontribusi gol dan assist.

Satu assist yang membuat winger kelahiran Essen, Jerman, 22 tahun lalu itu mampu jadi pengirim assist terbanyak kedua City di bawah Kevin De Bruyne. Sane sudah mencatat 11 kali, sementara KDB sudah 14 assist Premier League musim ini.

Ledakan Sane ini sebagai jawaban, terutama setelah dia kena semprot Guardiola saat kalah dari Wigan Athletic saat putaran kelima Piala FA, 19 Februari lalu.

Bukan hanya assist, Sane juga mencetak gol, kali keenamnya mencetak gol dan assist di satu laga musim ini. ''Semua karena dia (Guardiola). Dia ingin pemainnya berkembang, dan dia pun ingin kami belajar dari kesalahan, dia sudah banyak membantu saya,'' ungkap pemain yang meraih gelar Pemain Terbaik Premier League bulan Oktober itu. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Jangan Kalah Lagi Madrid
Jangan Kalah Lagi Madrid

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Motivasi dari Kakak, Kejutan dari sang Ayah

Motivasi dari Kakak, Kejutan dari sang Ayah

Perjumpaan di ruang makan hotel itu sama sekali tak membuat Amiruddin Bagus Kahfi keder.


Misi Sapu Bersih dari Rotasi

Misi Sapu Bersih dari Rotasi

Selama ini, setiap menjelang bergulirnya Liga Champions, hampir tiap tim mengorbankan laga mereka di liga.


Menang dari Hasil Database Milla

Menang dari Hasil Database Milla

Timnas Indonesia berhasil memetik kemenangan pada laga persahabatan melawan Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, kemarin malam.


Der Panzer Tutup Pintu buat Oezil

Der Panzer Tutup Pintu buat Oezil

Mesut Oezil sudah memutuskan pensiun dari timnas Jerman.


Mbappe Bisa Tak Terbendung

Mbappe Bisa Tak Terbendung

Kylian Mbappe memang terlempar dari tiga besar nominasi peraih The Best FIFA Men's Player 2018.


Jangan Tunggu Tahun Depan

Jangan Tunggu Tahun Depan

Son Heung-min di penghujung harapannya. Memberi gelar kompetitif pertama bagi timnas Korsel, dan terbebas dari kewajiban wajib militer (wamil).


Disiplin dari Jam Tangan

Disiplin dari Jam Tangan

Kemarin WIB (15/8), Keisuke Honda resmi diperkenalkan sebagai penggawa anyar Melbourne Victory. Honda akan main di A-League semusim ke depan.


Menurun, Osvaldo Haay Dicoret dari Timnas U-23

Menurun, Osvaldo Haay Dicoret dari Timnas U-23

Skuad timnas U-23 yang akan bertarung di Asian Games 2018 dirilis kemarin. Puncaknya, pelatih Indonesia Luis Milla memutuskan mencoret tiga pemain terakhir.


Tribut di Trofi Bernabeu 2019

Tribut di Trofi Bernabeu 2019

Sepeninggalannya ke Juventus, Cristiano Ronaldo belum mendapat penghormatan terakhir dari Real Madrid.


Teror dari The Hammers

Teror dari The Hammers

Liverpool hampir pasti jadi klub Premier League yang paling boros berbelanja pada bursa transfer musim panas ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!