Sepakbola
Share this on:

Skuat Muda Cheklsea Belum Stabil

  • Skuat Muda Cheklsea Belum Stabil
  • Skuat Muda Cheklsea Belum Stabil

LONDON - Laga Chelsea kontra Valencia menjadi malam terburuk bagi skuat Frank Lampard. The Blues-kalah 0-1 oleh Valencia dalam matchday pertama Grup H Liga Champions 2019-2020 di Stamford Bridge, Rabu (18/9) dini hari.

Gol tunggal striker Valencia Rodrigo di menit 74 memupus mimpi skuat yang mulai dipenuhi pemain muda tersebut. Debut muda Chelsea seperti Tammy Abraham, dan Mason Mount mulai memahami bahwa liga champions merupakan laga tak kenal ampun. Mereka seakan tak berkutik di depan anak asuh Albert Celades.

The Blues sebenarnya mendapat banyak peluang mencetak gol. Sejak peluit babak pertama berbunyi, Marco Alonso dan kawan-kawan bermain lebih agresif dan menguasai jalannya laga. Tetapi, tidak ada gol yang mampu dicetak.

Dilansir dari whoscored, Chelsea lebih menguasai jalannya pertandingan lewat penguasaan bola hingga 64 persen dengan 21 kali percobaan dengan enam tendangan tepat sasaran. Berbeda dengan Valencia yang hanya melakukan delapan kali tembakan, namun menghasilkan satu gol. Los Che lebih mengandalkan serangan balik di sektor flank.

Secara statistik, Chelsea lebih banyak menyerang dari sektor sayap kanan (38 persen). Serangan banyak dilakukan lewat gelandang kanan sekaligus full back Marco Alonso lewat passing-passingnya ke arah depan. Sementara Valencia lebih sering memainkan area sayap kanan (48 persen) sebagai tumpuan serangan. Full back Valencia Daniel Wass selalu bermain one-two lewat distibusi bola ke Rodrigo.

Ross Barkley bisa menjadi orang paling bersalah dalam laga kemarin. Gelandang The Blues itu gagal menyelamatkan satu poin di Stamford Bridge. Sepakan 12 pas dari Ross Barkley di menit ke-86 hanya membentur mistar gawang Los Che-sebutan Valencia.

Dilansir dari laman ofisial Chelsea, Frank Lampard mengaku tidak menerima hasil dari laga debutnya sebagai manajer di pentas Liga Champions. "Kami seharusnya mendapat tiga poin atau setidaknya seri. Namun, kenyataanya selalu lain," tutur Lampard, kemarin.

Lampard pun menyebut, gol Rodrigo cukup mengejutkannya. Ya, gol tunggal itu terjadi saat Chelsea mulai melakukan banyak rotasi pemain. Menerima umpan tendangan bebas gelandang Daniel Parejo di sisi kiri serangan, Rodrigo menuntaskannya dengan sepakan kaki kiri di dalam kotak penalti.

"Kalah dari gol tunggal menjadi pelajaran keras bagi kami untuk laga Liga Champions selanjutnya. Ya, kami bermain dengan cukup baik tetapi kalah," katanya.

Disinggung mengenai kegagalan penalti Barkley, Manajer Chelsea Frank Lampard mengatakan bahwa Barkley memang eksekutor utama tim. Sekalipun penendang reguler Jorginho diturunkan. "Ross adalah penendang penalti. Itu saja," ujar Lampard dikutip dariFourFourTwo.

Kendati demikian, Lampard tak ingin kekalahan ini terus berlarut. "Kabar baiknya masih ada lima laha tersisa di grup, tetapi kita seharusnya mendapat lebih banyak poin malam ini," katanya.

Kekalahan itu juga harus dibayar dengan cederanya sang playmaker Chelsea Mason Mount. Gelandang berusia 20 tahun tersebut mengalami cedera pada menit ke-16 dan harus digantikan oleh Perdo.

Sementara bagi pelatih Valencia Albert Celades, kemenangan ini menjadi bukti bahwa dirinya bisa membuktikan mengelola Los Che sebaik suksesornya, Marcelino. "Chelsea bermain sangat baik. Laga di Stamford Bridge sangat menakutkan bagi kami. Tapi untungnya kami bisa menang. Mereka memang punya skuat hebat, tapi kami punya rencana yang matang" ujarnya dilansir Marca.

Debut awal Celades bersama Valencia baru berjalan dua pekan. Dalam laga pertamanya, Los Che kalah telak 5-2 atas mantan klub pelatihnya, Barcelona. "Kemenangan ini memberi kekuatan buat semua anggota tim. Liga Champions dan La Liga adalah sesuatu yang berbeda," jelasnya. (fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Skuat Muda Inggris Jadi Korban Rasis Lagi

Skuat Muda Inggris Jadi Korban Rasis Lagi

Kualifikasi Euro 2020 kembali dicederai oleh aksi rasis. Dua orang menjadi korban dan dua kali laga dihentikan dalam laga Inggris kontra Bulgaria di Stadion Vas


Hadapoi Bulgaria, Inggris Jangan Terpeleset Lagi

Hadapoi Bulgaria, Inggris Jangan Terpeleset Lagi

Pelatih Inggris Gareth Southgate mulai mempertimbangkan perubahan di lini bertahan skuat Three Lions.


Republik Ceko vs Inggris, Ajang Unjuk Gigi Skuat Muda

Republik Ceko vs Inggris, Ajang Unjuk Gigi Skuat Muda

Baru setengah perjalanan, Inggris punya kans besar untuk lolos dari kualifikasi Euro 2020.


Skuat PSM Makassar Harus Lebih Efektif

Skuat PSM Makassar Harus Lebih Efektif

Selain akurasi sepakan ke gawang lawan yang menurun, banyak umpan Pasukan Ramang selalu gagal.


Koeman Tak Ragukan De Ligt

Koeman Tak Ragukan De Ligt

Pelatih Tim Nasional Belanda Ronald Koeman tak meragukan kemampuan bek muda, Matthijs de Ligt.


Willian Belum Habis The Blues!

Willian Belum Habis The Blues!

Masa kejayaan Willan Borges belumlah usai. Penampilan pemain 31 tahun tetap impresif bersama para talenta muda Chelsea di matchday kedua Liga Champions Grup H.


Liverpool vs Salzburg, Klopp Waspadai Skuat Muda Salzburg

Liverpool vs Salzburg, Klopp Waspadai Skuat Muda Salzburg

Anfield memang angker bagi lawan dan terus memberikan kesenangan bagi Kopites, sebutan fans Liverpool.


Debut Xhaka sebagai Kapten, Banjir Kritikan The Gooners

Debut Xhaka sebagai Kapten, Banjir Kritikan The Gooners

Dini hari kemarin, skuat Setan Merah harus puas bermain imbang 1-1 dengan Arsenal dalam lanjutan Liga Premier di Old Trafford.


Barcelona vs Inter Milan, Messi Belum Menyerah

Barcelona vs Inter Milan, Messi Belum Menyerah

Laga big match bakal kembali terjadi di matchday kedua babak penyisihan grup Liga Champions 2019/20, Kamis (3/10) dinihari WIB nanti.




Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!