Sepakbola
Share this on:

Sudah Sipkan Stadion, Antara Milan dan Palermo

  • Sudah Sipkan Stadion, Antara Milan dan Palermo
  • Sudah Sipkan Stadion, Antara Milan dan Palermo

ROMA - Italia sudah berdiri di playoff. Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) pun sudah berhitung peluang mereka lolos dari jebakan playoff demi mendapatkan tiket Piala Dunia 2018-nya.

Salah satunya dengan memikirkan di mana laga kandang pada playoff nanti akan berlangsung. Seperti dilansir Football Italia, FIGC sudah punya dua opsi.

Di mana? San Siro, Milan dan Renzo Barbera, Palermo adalah dua stadion yang menjadi kandidat kuatnya. Alasannya, kedua stadion itu dinilai sering memberikan hoki untuk Azzurri (julukan Italia), baik di Kualifikasi Piala Dunia ataupun Kualifikasi Euro.

Walaupun, jika ditarik ke belakang dalam dua tahun terakhir tidak demikian. Italia sekali bermain di San Siro, Milan, ketika menjalani laga persahabatan menghadapi Jerman saat laga persahabatan 2016.

Dari 11 kali Italia bermain di depan pendukungnya sendiri sejak Oktober 2015, justru yang paling banyak dipakai itu di Friuli, Udine. Hasilnya dua kali di Udine, sekali Italia menang atas Lichtenstein 5-0 (12/6), sekali lainnya menahan Spanyol 1-1 di laga uji coba pada 25 Maret 2016 silam.

''Kami bakal mengumumkan di mana kami bertanding ketika playoff nanti begitu lawan yang kami hadapi sudah ketahuan setelah drawing nanti,'' sebut FIGC, dalam pernyataan resmi terkait pemilihan venue tersebut.

Drawing playoff Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa itu akan berlangsung di Zurich, Swiss, Selasa depan (17/10). Yang sama sekali tidak disebut dari pemberitaan media-media Italia adalah opsi bermain di Turin.

Maklum dari dua kali bermain di kota tersebut di dua stadion berbeda, tidak sekalipun Italia mendulang kemenangan. Tertahan 1-1 secara mengejutkan atas Makedonia lalu (7/10) itu terjadi di Olimpico Grande, Torino.

Hasil yang sama persis ketika Gianluigi Buffon dkk ditahan imbang tamunya Spanyol 1-1 saat matchday kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona UEFA, 7 Oktober 2016 lalu. Bedanya, kegagalan pertama Italia mendulang poin kandangnya dalam Kualifikasi Piala Dunia itu terjadi di Allianz Stadium, Turin.

Terpisah, kepada Sky Sport Italia, pelatih Giampiero Ventura tidak mau berpolemik soal opsi dua stadion tersebut. Ventura menyebut bukan faktor stadion yang jadi penentu hasil bagus atau tidaknya anak asuhnya.

''Ini soal mentalitas pemain sendiri, dan itu jadi tugas kami,'' klaim Ventura. (ren/jpg)


Berita Sebelumnya

Australia Jaga Kans ke Rusia
Australia Jaga Kans ke Rusia

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ronaldo Ingin 7 Ballon d’Or dan Anak Ketujuh

Ronaldo Ingin 7 Ballon d’Or dan Anak Ketujuh

Desember adalah bulan bahagia bagi Cristiano Ronaldo setidaknya hingga pekan kedua ini.


Dipaksa Ganti Logo dan Nama

Dipaksa Ganti Logo dan Nama

Juventus bermain di Liga 1 Rumania? Tentu, yang dimaksud bukanlah Juventus, klub raksasa Serie A Liga Italia.


Atleti dan Simeone Butuh Keajaiban

Atleti dan Simeone Butuh Keajaiban

Atletico Madrid bukan klub sensasi semusim di Liga Champions.


Kans untuk Menjauh Lagi

Kans untuk Menjauh Lagi

Sebenarnya, jornada ke-13 dengan melawan Celta Vigo, bagi Barcelona akan berlangsung "seperti biasa" dan dilalui dengan kemenangan.


Musim Baru Dimulai Akhir Februari

Musim Baru Dimulai Akhir Februari

Manajemen Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang boleh bangga dengan lolosnya ke Liga 1 musim depan.


Persebaya, PSMS, dan PSIS Magnet Baru Liga 1

Persebaya, PSMS, dan PSIS Magnet Baru Liga 1

Daya tarik Liga 1 musim depan diyakini semakin kuat.


Piala Dunia Belum Mulai, Tiket Sudah Terjual 742.760 lembar

Piala Dunia Belum Mulai, Tiket Sudah Terjual 742.760 lembar

Masih ada sekitar tujuh bulan sebelum Piala Dunia 2018 dimulai. Apalagi, drawing grup juga baru digeber besok di Rusia.


Tak Lagi Fokus Ball Possession

Tak Lagi Fokus Ball Possession

AC Milan segera memasuki evolusi strategi permainan.


Higuain Terancam Absen Melawan Mantan

Higuain Terancam Absen Melawan Mantan

Meski sudah hampir dua musim berganti kostum, namun kebencian fans Napoli kepada Gonzalo Higuain masih besar.


Di Tangan Pep, Sterling Makin Garang

Di Tangan Pep, Sterling Makin Garang

Raheem Sterling pada musim pertama Pep Guardiola di Manchester City hanya bertugas menyervis Sergio Aguero dan Gabriel Jesus.



Kolom

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!