Sepakbola
Share this on:

Tahun Depan, Belanda Harus Kerja Keras

  • Tahun Depan, Belanda Harus Kerja Keras
  • Tahun Depan, Belanda Harus Kerja Keras

DUBLIN - Entah mimpi apa Ronald Koeman. Dua hari terakhir, dia selalu menerima kabar kurang menyenangkan terkait tugasnya sebagai tacticus timnas Belanda.

Minggu lalu, Belanda ditempatkan di grup yang sama dengan Jerman, sang musuh bebuyutan, di kualifikasi Euro 2020. Tadi malam, drawing semifinal UEFA Nations League juga menempatkan Belanda di posisi sulit.

Oranje (sebutan Belanda) harus berhadapan dengan Inggris di empat besar. Sedangkan tuan rumah Portugal mendapatkan lawan relatif ''mudah''. Yakni Swiss. ''Justru kami lebih waswas di semifinal ini,'' sebut Koeman setelah acara drawing di Dublin, Irlandia, tadi malam WIB.

Duel melawan The Three Lions —sebutan Inggris— akan berlangsung di Estadio D Afonso Henriques, Guimaraes, Portugal. Kapten Virgil Van Dijk bakal head to head dengan para pemain yang sering dia hadapi di Premier League.

Dari total 24 pemain yang dipanggil ke timnas bulan lalu, empat di antaranya merumput di Premier League. Termasuk Van Dijk, si bek Liverpool.

Koeman menyebut Inggris sangat kuat. Bahkan, menurut dia, Portugal yang berstatus juara Euro 2016 saja tidak sebanding dengan tim besutan Gareth Southgate itu. ''Portugal difavoritkan karena mereka bermain di negaranya sendiri,'' cetus Koeman.

Berbeda dengan Inggris, yang sejak ditangani Southgate jadi mengerikan. Mereka lolos ke semifinal Piala Dunia 2018. Kalau Koeman tampak panik, Southgate sebaliknya. Menurut dia, melawan Belanda bakal menjadi sebagai ujian kematangan timnya.

''Saya pikir, ini akan menjadi periode dua tahun yang sangat menarik bagi pemain-pemain kami setelah momen indah dalam Piala Dunia,'' ungkap Southgate, dikutip Daily Mirror.

Publik Inggris sudah berharap timnya melaju ke final untuk membayar kegagalan di Piala Dunia 2018. Saat itu, Inggris disingkirkan Kroasia lewat adu penalti. ''Kesempatan tarbaik bagi pemain kami merasakannya,'' harap Southgate. Inggris belum pernah menjuarai turnamen mayor setelah Piala Dunia 1966.

Di sisi lain, walaupun terhindar dari Belanda atau Inggris di semifinal, pelatih Portugal Fernando Santos menilai ada beban di pundak skuadnya. Swiss memang bukan tim unggulan. ''Tapi mereka itu tim paling agresif di Nations League. Saya pikir, mereka takkan membiarkan kami memenangi laga,'' ungkap treinador 64 tahun itu, dikutip Record.

Selama Nations League, La Nati —sebutan Swiss— mengoleksi 14 gol dari empat laga. Mereka bahkan dapat menyisihkan Belgia yang lebih difavoritkan dari Grup 2 League A. Santos pun tinggal mengharapkan tuah Estadio Do Dragao, Porto. ''Karena, cuma final yang jadi tujuan kami,'' koar Santos. (ren/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Depak Milad dan Samassa, Sapeh Kerrap Pulangkan Milovanovic

Depak Milad dan Samassa, Sapeh Kerrap Pulangkan Milovanovic

Madura United bergerak cepat dalam perekrutan pemain untuk kompetisi musim depan.


Ruben Bisa ke Madura United, Osvaldo Bertahan

Ruben Bisa ke Madura United, Osvaldo Bertahan

Posisi bek kiri Persebaya musim ini nyaris menjadi milik Ruben Sanadi. Jika tak cedera atau akumulasi, pemain 31 tahun itu selalu jadi pilihan utama.


Menang Dramatis, Liverpool Dampingi PSG ke 16 Besar Liga Champions

Menang Dramatis, Liverpool Dampingi PSG ke 16 Besar Liga Champions

Hampir saja gagal ke fase knockout Liga Champions musim ini, membuat Luverpool tampil habis-habisan di depan pendukungnya.


Tembus Liga1, Kalteng Putra Langsung Incar Zlatan Ibrahimovic

Tembus Liga1, Kalteng Putra Langsung Incar Zlatan Ibrahimovic

Kalteng Putra tak ingin numpang lewat di Liga 1 tahun depan. Mereka sudah mengincar sejumlah amunisi top.


Persija Jakarta Kudeta Puncak Klasemen Liga1

Persija Jakarta Kudeta Puncak Klasemen Liga1

Dua tahun berturut Bali United gagal mengangkat trofi Liga 1. Menjelang akhir kompetsisi musim ini, performa Bali anjlok.


Messi Gaji, CR7 Pendapatan

Messi Gaji, CR7 Pendapatan

Siapakah pemain dengan gaji tertinggi saat ini? Lionel Messi-lah orangnya. Messi mendapat bayaran Rp1,61 triliun per tahun.


Juku Eja Harus Menang Dua Laga Akhir

Juku Eja Harus Menang Dua Laga Akhir

Persaingan untuk menjadi raja Liga 1 2018 semakin ketat. Sempat digeser Persija Jakarta, kemarin PSM Makassar kembali ke puncak klasemen sementara dengan.


Rapat Exco PSSI tanpa Ketum

Rapat Exco PSSI tanpa Ketum

”Wartawan harus baik, wartawan harus baik.” Itulah chant yang terdengar lantang dari suporter yang menyaksikan timnas Indonesia versus Filipina.


Performa Menurun, Jerman Melorot ke Pot 2

Performa Menurun, Jerman Melorot ke Pot 2

Jerman bertekad bangkit pada 2019. Mereka ingin melupakan performa sangat jeblok sepanjang tahun ini.


Oranye Genapi Finalis

Oranye Genapi Finalis

Kebangkitan Belanda di ajang kompetisi Eropa semakin terlihat nyata.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!