Sepakbola
Share this on:

Tak Diturunkan saat Lawan Betis, Isco Mulai Tersingkir

  • Tak Diturunkan saat Lawan Betis, Isco Mulai Tersingkir
  • Tak Diturunkan saat Lawan Betis, Isco Mulai Tersingkir

SEVILLE - Santiago Solari seolah memiliki seribu cara untuk menyingkirkan Isco dari timnya. Laga kontra Real Betis pada jornada ke-19 La Liga kemarin adalah bukti paling sahih bahwa pelatih berjuluk Indiecito itu sudah tidak ingin memainkan Isco lagi.

Bagaimana tidak. Di tengah badai cedera yang menerpa 6 pemain, Solari seolah tidak menemukan alasan untuk menurunkan pemainn 26 tahun tersebut. Dia malah mengubah strategi pakem 4-3-3 ke 3-5-2. Ini kali pertama Solari menggunakannya sejak jadi suksesor Julen Lopetegui per 30 Oktober lalu.

Namun, bukan hanya Isco yang dicadangkan. Bek kiri Marcelo juga mendapat hal sama. Hebatnya, Solari tetap berhasil membuat Real menang 2-1 dengan formasi eksperimennya.

"Beberapa bisa bermain dan beberapa lainnya tidak. Kami memiliki jadwal padat dan saya tidak ada masalah pribadi dengan siapa pun,'' kilah pelatih berkebangsaan Argentina tersebut kepada Marca.

Solari boleh mengelak. Namun, fakta berbicara bahwa Real selalu berjaya bila berlaga tanpa Isco. Sebaliknya, ketika El Culon turun, Los Merengues tidak selalu meraih hasil postif.

Indikasi lainnya bahwa pelatih 42 tahun tersebut sudah enggan dengan Isco adalah ketika Karim Benzema cedera di akhir babak pertama. Solari bukannya memasukkan personel timnas Spanyol itu, melainkan Cristo Gonzalez.

Apa yang dilakukannya kemarin membuktikan bahwa kini dia lebih mengedepankan hasil daripada bermain cantik dan Isco harus dienyahkan agar itu terlaksana. Buktinya, laga kemarin adalah ball possession terendah Los Merengues sejak El Clasico 2011 (23 persen), yakni 26 persen.

Dua gol Real pada lag ayang dihelat di Estadio Benito Villamarin itu juga tidak lahir dari skema teamwork ciamik khas mereka selama ini. Yakni long shot kaki kiri Luka Modric yang menyambut bola liar pada menit ke-13 dan free kick Dani Ceballos (88').

Bukti lainnya, jumlah umpan sukses Real juga kalah jauh dibanding tuan rumah. Yakni, 713 berbanding 254 kali. Solari tampaknya lebih butuh pemain penurut untuk tampil baik dalam startegi arahannya ketimbang pemain bintang.

Ternyata, keputusan Solari menyingkirkan Isco secara perlahan ternyata tidak disukai teman Isco, Aitor Costa. Melaui akun Instagram-nya @aitorcosta10 dia memberi cap kepada Solari bahwa dia sudah membunuh sepakbola dengan menyingkirkan Isco.

''Ide yang dimilikinya di sepak bola sama dengan yang saya miliki di bidang teknik,'' semprot Costa melalui Instagram Story miliknya.

Khusus untuk Marcelo, menyingkirkannya ke bangku cadangan sangat mungkin karena performa buruknya dalam beberapa jornada terakhir. Namun, tidak sampai separah Isco. Sebab, Sergio Reguilon belum bisa sepenuhnya menggantikan Marcelo sebagai bek kiri dan Solari tidak bisa tiap laga menerapkan formasi 3-5-2 yang berujung kemenangan.

Beda dengan para pengganti Isco. Nama-nama seperti Federico Valverde, Ceballos, dan Marcos Llorente sudah matang dan bisa menambal posisi yang ditinggalkan eks gelandang Malaga itu.

''Ini adalah pertandingan yang sulit dan siulan-siulan itu menyakitkan. Saya tumbuh di klub ini dan saya tidak menginginkan sambutan seperti itu,'' ucap Ceballos yang merupakan jebolan akademi Betis hingga menembus tim utama sebelum hengkang ke Real musim lalu. (io/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Bali United Resmi Datangkan Teco
Bali United Resmi Datangkan Teco

Berita Sejenis

Tak Diizinkan Perkuat Timnas U-22 karena Saddil Masuk Tim Inti

Tak Diizinkan Perkuat Timnas U-22 karena Saddil Masuk Tim Inti

Absennya Saddil Ramdani di Piala AFF U-22 2019 sempat menimbulkan kontroversi.


Lawan Myanmar, Timnas U-22 Akan Tampil Menyerang

Lawan Myanmar, Timnas U-22 Akan Tampil Menyerang

Tiga kali melakoni uji coba, tiga kali berakhir seri. Itulah bekal tim nasional (timnas) U-22 Indonesia menuju pergelaran Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.


Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Juventus Hemat Tenaga untuk Lawan Atletico Madrid

Sebelum menang 3-0 atas Sassuolo pada giornata ke-23 Serie A (11/2), Juventus bermasalah dengan barisan pertahanan.


Roma Ingin Ubah Sejarah saat Jamu FC Porto

Roma Ingin Ubah Sejarah saat Jamu FC Porto

Pelatih FC Porto Sergio Conceicao kembali ke ibukota Italia setelah meninggalkannya 15 tahun lalu.


Manchester United Fokus Tembus Empat Besar

Manchester United Fokus Tembus Empat Besar

Manchester United tampil fantastis dengan rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan.


Tottenham Hotspur Mulai Terbiasa tanpa Harry Kane

Tottenham Hotspur Mulai Terbiasa tanpa Harry Kane

Baik Tottenham Hotspur maupun Newcastle memiliki kabar baik yang datang dari Amerika Serikat menjelang pertemuan kedua tim pada matchweek 25.


Higuain Tak Cukup Pede Jadi Algojo

Higuain Tak Cukup Pede Jadi Algojo

Pelatih Chelsea Maurizio Sarri langsung menjajal rekrutan barunya Gonzalo Higuain di ajang Piala FA.


Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Tottenham Hotspur Kalah Lagi dari Tim London

Pekan lalu Tottenham Hotspur tersisih dari Piala Liga usai takluk 2-4 dalam adu penalti lawan Chelsea (25/1) di babak semifinal.


Lawan yang Bikin Trauma Real Madrid

Lawan yang Bikin Trauma Real Madrid

Seolah tidak ada tim utama dan cadangan di Real Madrid musim ini. Terutama di era Santiago Solari.


Mei, Kompetisi Liga 2 Mulai Bergulir

Mei, Kompetisi Liga 2 Mulai Bergulir

Kepastian kompetisi Liga Indonesia akhirnya menemui titik terang.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!