Sepakbola
Share this on:

Tegakkan Kepalamu, Garuda!

  • Tegakkan Kepalamu, Garuda!
  • Tegakkan Kepalamu, Garuda!

Timnas U-19 Indonesia kalah 0-2 dari Jepang U-19 (Chandra Nur Satwika/JawaPos)

JAKARTA - Mimpi timnas Indonesia U-19 untuk berlaga pada putaran final Piala Dunia U-20 di Polandia tahun depan karam. Garuda Nusantara takluk di tangan Jepang U-19 dengan skor 0-2 dalam perempat final Piala AFC U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Formula pelatih Indra Sjafri yang memakai tiga bek tengah ternyata berjalan bagus. Pemain Indonesia bertahan sangat rapat dan disiplin. Rachmat Irianto dkk menolak memberikan ruang yang luas kepada Jepang.

Itulah yang membuat Samurai Biru buntu pada awal pertandingan. Padahal, Jepang sangat ganas pada penyisihan grup dengan mencetak 13 gol dalam tiga pertandingan.

Namun, Jepang yang merupakan juara bertahan ternyata memiliki cara untuk mencetak gol. Tendangan keras jarak jauh Shunki Higashi sukses membobol gawang Indonesia pada menit ke-40. Babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk Jepang.

Pada babak kedua, Indonesia yang dimotori Saddil Ramdani mulai berani keluar untuk membangun penyerangan. Namun, sayang, Indonesia justru kebobolan pada menit ke-70 melalui Taisei Miyashiro.

Penyerang Kawasaki Frontale itu menceploskan bola dengan pelan, meneruskan umpan cerdas bintang utama Jepang Takefusa Kubo. Mantan pemain akademi Barcelona itu berhasil mengirimkan umpang, membelah tembok pertahanan Indonesia.

Indra menyatakan, Jepang sangat siap menyambut pertandingan tadi malam. Meski gagal ke Piala Dunia 2019, pasukannya dinilai dia tidak sepenuhnya kalah. ’’Saya melihat sepak bola Indonesia tidak tertinggal oleh negara lain. Pemain kami juga sudah selevel dengan pemain Asia yang lain,’’ kata Indra.

Karena itu, dia berharap, ke depannya tim yang dilatihnya tetap menjadi satu kesatuan. Artinya, Egy Maulana Vikri dkk harus diproyeksikan langsung untuk bertanding di SEA Games 2019. ’’Siapa pun pelatihnya nanti, harus punya program jangka panjang dan berkomitmen untuk melaksanakannya. Contoh Jepang. Tim yang bertanding tadi disiapkan sejak lama,’’ ujarnya.

Lantas, pelatih berusia 55 tahun itu berharap agar PSSI juga segera menunjuk pelatih sebagai persiapan menuju SEA Games 2019. Jika ingin berprestasi, sang pelatih harus bekerja sangat keras setiap hari. Utamanya dalam memantau pemain yang pulang ke klub masing-masing.

Indra juga menegaskan bahwa skuad timnas U-19 tidak perlu menjalani training camp jangka panjang. Banyaknya pemain yang sudah berkompetisi di klub, baik Liga 1 maupun Liga 2, bahkan ada yang bermain di Eropa, menjadi satu keuntungan.

Ditanya nasibnya di timnas, Indra hanya tersenyum. Yang jelas, kontraknya hanya sampai Piala AFC U-19. Gagal memenuhi target lolos ke Piala Dunia U-20, dia belum tahu apa langkah selanjutnya. ’’Setelah ini saya istirahat, tidur,’’ ucapnya.

Sementara itu, pelatih Jepang Masanaga Kageyama sangat bahagia atas kemenangan yang diraih pasukannya. Bermain di bawah teror suporter Indonesia, pemainnya tetap tenang dan profesional di lapangan. ’’Indonesia juga menyerang terus di babak kedua. Tetapi, anak-anak tetap tenang,’’ ungkapnya.

Masanaga memuji penampilan timnas U-19 Indonesia. Dia mengatakan, pemain Indonesia punya skill individu dan kecepatan yang luar biasa. ’’Saya pikir Indonesia punya masa depan yang cerah jika mau serius membina sepak bola. Kekuatan mereka pasti akan sangat menakutkan di Asia suatu saat nanti,’’ paparnya.

Kegagalan Indra membawa Indonesia ke Piala Dunia ini bukan kali pertama. Pada Piala AFC 2014, mantan pemain Bali United tersebut tidak mampu membawa Evan Dimas dkk untuk sekadar lolos dari fase grup.

Meski begitu, apresiasi tinggi tetap diberikan kepada Indra. Sejumlah pemain top lahir dari tangan dinginnya. Misalnya, Evan Dimas, Hansamu Yama, dan Septian David Maulana yang sekarang menjadi andalan timnas senior.

Pelatih Persela Lamongan Aji Santoso mengatakan, skuad timnas U-19 saat ini lebih baik jika dibandingkan dengan era Evan dkk. Salah satu indikasinya adalah sebagian besar pemainnya sudah berkompetisi di kasta tertinggi Indonesia, Liga 1.

Kualitas itu bisa terlihat ketika Indonesia melawan negara-negara dengan tradisi panjang di Asia. Pemain kita terlihat mampu mengimbangi. Kecepatan dan skill individu pemain Indonesia sering membuat tim lawan kerepotan.

’’Mentalnya juga bagus. Waktu melawan Qatar, mereka tidak menyerah dan akhirnya bisa memperkecil kedudukan,’’ kata Aji.

Karenanya, secara pribadi, Aji berharap agar Indra dipertahankan untuk menangani timnas U-19. Aji melihat, masa depan timnas U-19 di tangan Indra sangat cemerlang. ’’Masih layak. Lagi pula, saya melihat permainan timnas U-19 selalu apik, tidak mengecewakan,’’ ucapnya. (rid/c4/nur/jpg)

Berita Sebelumnya

Chelsea-Arsenal Butuh Solusi
Chelsea-Arsenal Butuh Solusi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Timnas Akan Maksimalkan Set Piece

Timnas Akan Maksimalkan Set Piece

Kemarin pagi, skuad Garuda menjalani latihan pemungkas di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi.


Jelang Lawan UEA, Fokus Pulihkan Mental dan Fisik

Jelang Lawan UEA, Fokus Pulihkan Mental dan Fisik

Pertandingan Timnas u-19 Indonesia melawan Qatar U-19 (21/10) berlangsung ketat dan. Skor yang berakhir 5-6 untuk kekalahan Garuda Nusantara jadi buktinya.


Garuda Nusantara Harus Kalahkan UAE

Garuda Nusantara Harus Kalahkan UAE

Timnas U-19 Indonesia memang kalah 5-6 oleh timnas U-19 Qatar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam.


Selangkah Lagi Garuda Asia

Selangkah Lagi Garuda Asia

Fakhri Husaini pernah mengatakan bahwa timnas Indonesia U-16 hanya butuh 360 menit untuk berlaga di pentas dunia.


Ayo Garuda Asia, Australia Bisa Dikalahkan kok...

Ayo Garuda Asia, Australia Bisa Dikalahkan kok...

Timnas U-16 Indonesia hanya terpisah satu kemenangan dari tiket lolos ke Piala Dunia U-17 2019 di Peru.


Garuda Asia Bikin Bangga Asia Tenggara

Garuda Asia Bikin Bangga Asia Tenggara

Satu tiket perempat final Piala AFC U-16 menjadi milik timnas Indonesia U-16.


Butuh Seri, Garuda Asia Tetap Kejar Kemenangan

Butuh Seri, Garuda Asia Tetap Kejar Kemenangan

Dalam dua laga, India memang hanya mencetak satu gol. Itu pun dari titik penalti, ketika melawan Vietnam.


Garuda Asia Pantang Memilih Calon Lawan

Garuda Asia Pantang Memilih Calon Lawan

Hasil seri melawan India sudah cukup meloloskan timnas Indonesia U-16 ke babak perempat final Piala AFC U-16.


Tuntaskan Garuda Asia

Tuntaskan Garuda Asia

India hanya bisa bermain imbang tanpa gol saat melawan Iran.


Ayo... Segel Satu Tiket Garuda Asia!

Ayo... Segel Satu Tiket Garuda Asia!

Start mantap dengan menang 2-0 atas Iran U-16 pada laga perdana (21/9), membuat tugas timnas U-16 Indonesia lebih ringan dalam dua laga sisa grup C Piala AFF U-



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!