Sepakbola
Share this on:

Timnas Senior Tinggal Benahi Konsentrasi

  • Timnas Senior Tinggal Benahi Konsentrasi
  • Timnas Senior Tinggal Benahi Konsentrasi

Timnas Indonesia imbang 1-1 melawan Hongkong (Chandra Nur Satwika/JawaPos)

CIKARANG - Tren positif timnas di laga coba terhenti tadi malam WIB. Ya, setelah memetik dua kemenangan beruntun melawan Mauritius (11/9) dan Myanmar (10/10), tadi malam mereka dipaksa bermain imbang 1-1 (1-0) dengan Hong Kong.

Padahal, pada laga yang berlangsung di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, itu, skuad Garuda sempat memimpin lewat Alberto Goncalves (40'). Sayang, timnas gagal menjaga konsistensi permainannya di babak kedua. Hong Kong pun mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-69 melalui Festus Baise.

Meski gagal menang, problem timnas yang selalu kalah duel bola atas melawan tim berpostur lebih tinggi tidak terlihat sepanjang pertandingan. Dua center back Hansamu dan Ricky Fajrin tampil cukup bagus untuk mengantisipasi hal tersebut.

Penampilan M. Ridho di bawah mistar gawang juga layak diacungi jempol. Setidaknya, tujuh peluang lawan lewat heading mampu di atasi kiper asal Borneo FC itu.

Namun, konsentrasi menjadi kendala. Keasyikan menyerang, timnas kecolongan lewat serangan balik. Problem konsentrasi ini diakui oleh pelatih timnas Bima Sakti. Bima tak bisa menjelaskan apa yang membuat konsentrasi anak asuhnya menurun di babak kedua.

’’Ya performa memang menurun. Tapi bagus, ini jadi gambaran dan pembelajaran untuk Piala AFF nanti,’’ jelas Bima.

Meski konsentrasi menurun, Bima merasa anak asuhnya sudah bermain maksimal. Bima juga memuji dua pemain baru, yakni Andik Vermansyah dan Abduh Lestaluhu. Keduanya menunjukkan kualitas yang bagus dalam pertandingan tadi malam.

’’Ridho juga penyelamatannya luar biasa. Saya acungi jempol untuk dia,’’ katanya.

Bima menjelaskan, strategi pada laga tadi malam memang sedikit berbeda. Jika pada era Luis Milla banyak memainkan bola-bola dari sisi sayap, melawan Hong Kong tadi malam Hansamu Yama dkk banyak melakukan serangan dari sisi tengah.

’’Sebenarnya sama. Tapi karena Hong Kong ketat di lini pertahanan. Kami memulai serangan dari tengah, untuk transit saja lalu tetap alirkan bola ke sayap,’’ paparnya.

Strategi itu yang akan diperbaikinya. Dia melihat, di Piala AFF 2018 nanti, bek-bek yang akan dihadapi bakal mirip dengan Hong Kong. ’’Ini salah satu opsi untuk melawan tim-tim yang bermain bertahan,’’ ucapnya.

Setelah ini, Bima bakal memulangkan para pemainnya ke klub. Dia berharap pemain bisa lebih berkembang ketika berkompetisi bersama klub. ’’Awal November akan kami panggil lagi. Yang kami panggil sudah merupakan skuad Piala AFF. Mungkin tidak akan ada uji coba karena waktunya mepet,’’ tuturnya.

Selama pemain kembali ke klub, Bima akan memantau lawan-lawannya di Piala AFF nanti. ’’Kami sudah punya kerangka dan gambaran skuad timnas. Tapi kami masih merahasiakan agar menjaga mental pemain,’’ terangnya.

Sementara itu, Pelatih Hong Kong Gary John White mengakui jika Indonesia lebih unggul. Terutama di babak pertama. Dia menerangkan kecepatan dan determinasi pemain timnas menyulitkan timnya untuk berkembang. ’’Untung saja di babak kedua kami bisa bangkit menekan dan akhirnya cetak gol,’’ ungkapnya.

Gary mengatakan kualitas Indonesia hampir selevel dengan Thailand. Bedanya, Thailand lebih punya teknik, sedangkan Indonesia mengandalkan kecepatan. ’’Tapi saya yakin jika Indonesia mempersiapkan diri dengan baik, di Piala AFF nanti bisa sangat bagus,’’ ujarnya. (rid/bas/jpg)

Berita Sebelumnya

Jule Takkan Selevel Mbappe
Jule Takkan Selevel Mbappe

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Timnas Putri Siap Tempur di Myanmar

Timnas Putri Siap Tempur di Myanmar

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Wanita Indonesia sudah bersiap menjalani babak kedua Kualifikasi Pra Olimpiade 2020.


Kekuatan Timnas U-23 di AFC Menurun

Kekuatan Timnas U-23 di AFC Menurun

Asisten pelatih Timnas U-23, Nova Arianto mengakui performa Timnas U-23 menurun dibandingkan saat berlaga di Piala AFF U-22 2019.


Timnas U-23 Gagal ke Piala Asia, Menteri Imam Maklum

Timnas U-23 Gagal ke Piala Asia, Menteri Imam Maklum

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-23 gagal mendapatka tiket ke putaran final Piala AFC U-23 2020 di Thailand.


Lawan Brunei, Laga Penawar Luka Timnas U-23

Lawan Brunei, Laga Penawar Luka Timnas U-23

Timnas Sepak Bola Indonesia U-23 bakal melakoni laga terakhir babak penyisihan Grup K Kualifikasi Piala AFC U-23 2020 menghadapi Brunei Darussalam.


Kalahkan Myanmar 2-0, Debut Manis McMenemy

Kalahkan Myanmar 2-0, Debut Manis McMenemy

Timnas Indonesia senior menang 2-0 atas Myanmar di pertandingan persahabatan yang digelar di Stadion Mandalay Thiri, Myanmar, Senin (25/3) malam.


Myanmar vs Indonesia, Menanti Kejutan McMenemy!

Myanmar vs Indonesia, Menanti Kejutan McMenemy!

Beban berat berada di puncak Simon McMenemy semenjak ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia.


Timnas U-23 Belum Mampu Antisipasi Set Piece

Timnas U-23 Belum Mampu Antisipasi Set Piece

Timnas Indonesia U-23 gagal lolos ke putaran final Piala Asia U23 AFC 2020.


Lawan Vietnam, Timnas U-23 Wajib Menang

Lawan Vietnam, Timnas U-23 Wajib Menang

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-23 bakal menjalni laga kedua babak penyisihan Grup K Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, Minggu (24/3) malam ini.


Dikalahkan Thailand 4-0, Timnas U-23 Harus Sapu Bersih Dua Sisa Laga

Dikalahkan Thailand 4-0, Timnas U-23 Harus Sapu Bersih Dua Sisa Laga

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia gagal meraih kemenangan di laga perdana babak penyisihan Grup K Kualifikasi Piala AFC U-23 2020.


Jelang Lawan Thailand, Status Ezra Walian Masih Menggantung

Jelang Lawan Thailand, Status Ezra Walian Masih Menggantung

Hingga, Kamis (21/3) kemarin, pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23, Indra Sjafri belum menentukan 23 pemain yang akan berlaga di Kualifikasi Piala AFC U



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!