Sepakbola
Share this on:

Timnas U-19 Masih Jauh dari Harapan

  • Timnas U-19 Masih Jauh dari Harapan
  • Timnas U-19 Masih Jauh dari Harapan

BOGOR - Timnas Indonesi U-19 harus segera berbenah menjelang Piala AFC U-19 2018 pada 18 November nanti. Pada laga terakhir PSSI Anniversary U-19 Tournament di Stadion Pakansari, Bogor, tadi malam, Garuda Nusantara kalah telak 0-3 oleh Tiongkok U-19.

Kelemahan Rachmat Irianto dkk terlihat betul tadi malam. Salah satunya adalah antisipasi bola mati. Itu terlihat dalam gol Guo Tianyu menit ke-38 dan Liu Chaoyang menit ke-44. Lalu, satu gol lainnya yang dicetak Wang Jingze pada menit ke-65 karena serangan balik.

Kekalahan itu jadi cambuk keras bagi pelatih timnas U-19 Indra Sjafri. Sebab, target tembus empat besar dan masuk Piala Dunia U-20 tahun depan di Polandia akan sulit terealisasi melihat permainan anak asuhnya tadi malam. Terlalu bertahan dan masalah penyelesaian akhir juga tidak kunjung terselesaikan dengan baik.

Indra pun mengakui hal tersebut. Dia memang meminta anak asuhnya bermain sedikit bertahan di area tengah. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi skill dan umpan-umpan terukur lawan. ’’Kami bertarung di daerah itu, rebut bola di situ. Sebab, kalau terlalu mundur lagi lebih berbahaya,’’ paparnya.

Pria berusia 55 tahun itu memang sengaja banyak menunggu. Strateginya tadi malam mengandalkan serangan balik efektif yang selama ini selalu diberikan kepada anak asuhnya ketika latihan. ’’Tapi memang belum maksimal di pertandingan ini,’’ jelasnya.

Indra menegaskan, pertandingan lawan Tiongkok U-19 memberinya banyak pelajaran. Salah satunya adalah waspada bola mati. Dua gol dari Tianyu dan Chaoyang berawal dari sepakan pojok. ’’Jangan banyak-banyak set piece dan corner kick. Lawan di Piala AFC nanti pasti lebih bagus untuk bola udaranya dibandingkan lawan tadi,’’ paparnya.

Selain itu, anak asuhnya juga terlalu lama memegang bola. Umpan-umpan pendek tidak berjalan dengan baik. Seharusnya, bola terus mengalir agar lawan tidak mudah merebutnya. ’’Ini menjadi evaluasi kami. Juga untuk memilih 23 pemain dari 30 pemain yang ada, Evaluasi tim yang benar-benar bagus sebelum Piala AFC,’’ tuturnya.

Pelatih Tiongkok U-19 Cheng Yaodong mengungkapkan Indonesia lawan cukup sulit. Dia benar-benar mendapat banyak pelajaran, walau malam kemarin menang telak. ’’Kami juga sadar lawan dari ASEAN akan sulit di Piala AFC nanti, tapi kami akan mempersiapkannya dalam 2-3 minggu terakhir,’’ ujarnya. (rid/ham/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Kali Pertama Messi Dukung Ronaldo
Kali Pertama Messi Dukung Ronaldo

Berita Sejenis

The Blues Bakal Samai The Magpies

The Blues Bakal Samai The Magpies

Tactician Chelsea Maurizio Sarri sepertinya hanya menghitung hari untuk ditendang dari Chelsea.


Tak Diizinkan Perkuat Timnas U-22 karena Saddil Masuk Tim Inti

Tak Diizinkan Perkuat Timnas U-22 karena Saddil Masuk Tim Inti

Absennya Saddil Ramdani di Piala AFF U-22 2019 sempat menimbulkan kontroversi.


Diimbangi Myanmar, Garuda Muda Wajib Menang dari Malaysia

Diimbangi Myanmar, Garuda Muda Wajib Menang dari Malaysia

Timnas U-22 meraih tiga kali hasil imbang dalam uji coba sebelum tampil di Piala AFF U-22 di Kamboja.


Lawan Myanmar, Timnas U-22 Akan Tampil Menyerang

Lawan Myanmar, Timnas U-22 Akan Tampil Menyerang

Tiga kali melakoni uji coba, tiga kali berakhir seri. Itulah bekal tim nasional (timnas) U-22 Indonesia menuju pergelaran Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.


Timnas U-22 Latihan Pagi dan Sore Hari Ini

Timnas U-22 Latihan Pagi dan Sore Hari Ini

Timnas U-22 Indonesia sudah tiba di Phnom Penh, Kamboja, dalam persiapan menuju Piala AFF U-22 2019 segera dimulai.


Gaji Bisa Lebihi Grizzi, Tetapi Mono Bisa Pergi

Gaji Bisa Lebihi Grizzi, Tetapi Mono Bisa Pergi

Bayaran pelatih lebih rendah dari pemainnya? Siapa bilang. Diego Simeone bisa jadi salah satu buktinya.


Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Thaibaut Courtois memang berstatus kiper utama Real Madrid untuk Liga Champions dan La Liga. Sedangkan jatah Keylor Navas "hanya" Copa del Rey.


Lionel Messi, si Kutu yang Mati Kutu

Lionel Messi, si Kutu yang Mati Kutu

Entrenador Ernesto Valverde sebenarnya tidak ingin memaksakan Lionel Messi yang baru pulih dari cedera hamstring turun di El Clasico kemarin.


Lebih Hati-hati Memilih Pemain

Lebih Hati-hati Memilih Pemain

Kekuatan tim nasional (timnas) U-22 memang benar-benar diuji.


Kans Eropa Masih Terbuka

Kans Eropa Masih Terbuka

Musim ini sudah berakhir bagi Alex Oxlade-Chamberlain? Belum. Masih ada peluang Chamberlain kembali merasakan atmosfer Liga Champions.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!