Sepakbola
Share this on:

Unggul Agregat, Liverpool Tantang Madrid

  • Unggul Agregat, Liverpool Tantang Madrid
  • Unggul Agregat, Liverpool Tantang Madrid

ROMA - Liverpool lah akhirnya yang berhak tampil di partai puncak Liga Champions, untuk menantang juara bertahan Real Madrid. Kepastian itu diraih The Reds usai menyingkirkan AS Roma dengan agregat dua pertemuan 7-6.

Padahal di leg kedua semifinal di Stadio Olimpico, Kamis (3/5) dinihari WIB itu, Liverpool kalah 2-4. Hanya saja, keunggulan 5-2 di Anfield pekan lalu, membuat Liverpool yang berhak melenggang ke final di Kyiv, 27 Mei mendatang.

Di leg kedua tadi, Liverpool mendapat gol dari Sadio Mane (menit ke-9) dan Georginio Wijnaldum (25). Sementara AS Roma mengoleksi empat gol dari bunuh diri James Milner (15), lalu Edin Dzeko (52), dan dua gol dari Radja Nainggolan (86 dan 93).

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp menilai skuad asuhannya pantas tampil di partai puncak. Karena semuanya merupakan hasil dari perjuangan dan kerja keras seluruh pemain yang tampil konsisten sepanjang musim.

"Kami 100 persen layak menjadi finalis," ucap Klopp di BT Sport. "Kami meraihnya tanpa keberuntungan. Real Madrid masih membutuhkan keberuntungan kemarin. Itulah yang membedakan kami."

Menurut eks pelatih Borussia Dortmund itu, Jordan Henderson dan kawan-kawan telah menunjukkan karakter mereka yang sebenarnya. Bahkan saking gembiranya, Klopp sampai lupa dengan skor pertandingan.

"Anak-anak pantas tampil di final. Karakter yang mereka tunjukkan, permainan yang mereka tampilkan benar-benar luar biasa. Saya sampai lupa skornya, 7-6 bukan? Tidak bisa dipercaya!" imbuh Klopp.

Kini Liverpool bisa fokus ke laga penting di Premier League pada akhir pekan ini. The Reds harus bertemu Chelsea di Stamford Bridge untuk memastikan posisi mereka tetap berada di zona Liga Champions musim depan pada Minggu (6/5) mendatang.

"Kami masih punya dua laga penting di Premier League. Kemudian mari kita menuju final dan melakukan yang terbaik," pungkas Klopp.

Dari duel AS Roma dan Liverpool ini, setidaknya ada lima fakta hebat yang muncul, seperti dirangkum dari statistik UEFA dan Opta Joe. Kebahagiaan tengah melingkupi tim Liverpool.

Meski kalah 2-4 dari AS Roma pada laga Kamis (3/5) dinihari tadi, The Reds tetap melaju ke final karena unggul agregat 7-6. Untuk kali pertama dalam 11 tahun terakhir Liverpool kembali tampil di final Liga Champions. (adk/adw/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Timnas Garuda di Grup Neraka
Timnas Garuda di Grup Neraka

Berita Sejenis

Penegasan DNA Akademi Terbaik

Penegasan DNA Akademi Terbaik

Lupakan Cristiano Ronaldo. Kini Real Madrid sudah menyongsong era baru bersama Julen Lopetegui.


Tribut di Trofi Bernabeu 2019

Tribut di Trofi Bernabeu 2019

Sepeninggalannya ke Juventus, Cristiano Ronaldo belum mendapat penghormatan terakhir dari Real Madrid.


Teror dari The Hammers

Teror dari The Hammers

Liverpool hampir pasti jadi klub Premier League yang paling boros berbelanja pada bursa transfer musim panas ini.


Sterling Tuntut Gaji Tertinggi

Sterling Tuntut Gaji Tertinggi

Raheem Sterling berulah lagi. Persis seperti sebelum dia hengkang dari Liverpool, di musim panas 2015.


Zona Nyaman Bersama Lopetegui

Zona Nyaman Bersama Lopetegui

Zinedine Zidane telah mengundurkan diri. Cristiano Ronaldo pun berlabuh ke Juventus. Sudah saatnya Real Madrid memulai lembaran baru.


Bawa Sembilan Pemain Castilla

Bawa Sembilan Pemain Castilla

Alasan utama Julen Lopetegui dipilih sebagai pelatih Real Madrid adalah karena kegemarannya memaksimalkan para pemain muda.


Amunisi Lawas Liverpool Mulai Waswas

Amunisi Lawas Liverpool Mulai Waswas

Musim baru selalu menghadirkan ekspektasi baru. Termasuk ambisi dari pemain baru. Itu pula alasan sejumlah klub berpartisipasi di turnamen pramusim.


Agar Terbiasa Tanpa Ronaldo

Agar Terbiasa Tanpa Ronaldo

Juventus mendadak menjadi tim paling diperbincangkan musim ini dengan bergabungnya Cristiano Ronaldo dari Real Madrid.


Karius Lagi, Karius Lagi

Karius Lagi, Karius Lagi

Kiper Liverpool Loris Karius belum beranjak dari status pecundang. Kiper berusia 25 tahun itu kembali melakukan blunder di ajang pramusim The Reds.


Mane Warisi Kharisma Coutinho

Mane Warisi Kharisma Coutinho

Phillipe Coutinho benar-benar sudah dilupakan Liverpool.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!