Sepakbola
Share this on:

Uruguay vs Portugal, Laga 16 Besar Rasa La Liga

  • Uruguay vs Portugal, Laga 16 Besar Rasa La Liga
  • Uruguay vs Portugal, Laga 16 Besar Rasa La Liga

SOCHI - Uruguay lawan Portugal mendapatkan olok-olok jadi partai 16 besar Piala Dunia 2018 paling pragmatis. Tidak ada sepak bola indah di laga ini. Menang menjadi satu-satunya tolok ukur yang ditetapkan oleh kedua tim.

Apapun label untuk laga ini namun Uruguay lawan Portugal dini hari nanti (1/7) di Fisht Olympic Stadium tetaplah pertandingan sengit (siaran langsung Trans TV pukul 01.00 WIB).

Seperti diberitakan ESPN kemarin (29/6) pelatih Portugal Fernando Santos mengatakan sudah memiliki strategi buat menjebol gawang Uruguay. Santos rupanya penasaran dengan statistik La Celeste sebagai satu-satunya tim yang tidak kebobolan dalam tiga matchday di fase grup A.

“Saya tak paham dengan ide orang-orang soal sebuah tim yang mengalami kekalahan justru menghadirkan permainan yang apik. Pernyataan itu membuat saya bingung,” tutur Santos seperti dikutip ESPN kemarin.

Dengan sinyal yang dilemparkan oleh Santos itu tentu harapan menyaksikan pesta gol di laga Uruguay lawan Portugal ini kecil kemungkinan terealisasi. Malah bukan tak mungkin penentu pemenang ditentukan lewat tos-tosan alias adu penalti.

Nah, sebelum laga ini Santos berkata sudah punya strategi untuk memukul Uruguay. Semua pun sepakat kalau strategi dan senjata Santos adalah kapten dan penyerang Portugal Cristiano Ronaldo. Produktivitas pemain 33 tahun itu dalam kondisi apik. Dalam tiga pertandingan di fase grup B, Ronaldo membuat empat gol.

Ronaldo akan menemui blokade dari duo palang pintu Uruguay yang memang sulit ditembus. Yakni Diego Godin dan Jose Maria Gimenez. Pertarungan Ronaldo versus Godin dan Gimenez itu sebelum di Piala Dunia 2018 sudah terjadi di level klub. Kebetulan klub Ronaldo (Real Madrid) maupun klub Godin dan Gimenez (Atletico Madrid) terlibat Derbi Madrileno.

Sebaliknya di kubu Uruguay, penyerang mereka Luis Suarez juga akan menemui musuh lamanya. Suarez yang berkostum Barcelona sejak 2014 lalu akan berjumpa Pepe, eks bek Real Madrid.

Pepe yang dikenal sebagai bek yang nakal punya segala cara untuk membuat Suarez frustrasi. Apalagi Suarez tipe pemain ngamukan. Misalnya ketika Piala Dunia 2014 lalu saat Uruguay bertemu Italia, Suarez yang frustrasi kemudian menggigit bek Italia Giorgio Chiellini.

Ronaldo versus Suarez juga merupakan adu tajam top skor dari tim masing-masing. Ronaldo mencetak 85 gol dalam 152 penampilan. Sedangkan Suarez 53 gol dalam 101 caps.

Bek Uruguay Sebastian Coates kepada Reuters mengatakan Portugal punya banyak pemain untuk diwaspadai. Coates yang bermain untuk klub Portugal yakni Sporting Lisbon tahu bagaimana kualitas pemain-pemain Selecao das Quinas.

“Ronaldo memang berstatus pemain top dunia saat ini namun kami akan memperlakukan dia seperti pemain lainnya. Karena kami bersiap untuk bertemu tim (Portugal) dan bukan individu (Ronaldo),” ujar Coates.

Bek Portugal Bruno Alves kepada Sports Mole sama sekali tak meremehkan Uruguay. Meski disebut sebagai tim yang pragmatis akan tetapi nyatanya Uruguay adalah juara grup yang menghasilkan lima gol dan tak kebobolan.

“Tak ada pertandingan yang mudah di Piala Dunia ini. Kita sudah lihat bagaimana Jerman sang juara bertahan kalah dan tersisih,” kata Alves. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Lawan Sepadan yang Familiar
Lawan Sepadan yang Familiar

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Posisi runner-up Real Madrid di La Liga hanya berusia sepekan.


Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Real Madrid menunjukkan kapasitasnya sebagai juara bertahan Liga Champions.


Tantang Ajax, Coco-Cuqui Siap Adu Ketajaman

Tantang Ajax, Coco-Cuqui Siap Adu Ketajaman

Real Madrid beruntung fase knock out Liga Champions digeber Februari.


Jika Tanpa Simic, Persija Pantang Panik

Jika Tanpa Simic, Persija Pantang Panik

Tugas pertama di babak eliminasi Liga Champions Asia (LCA) sudah dijalankan Persija Jakarta dengan mantap. Mereka menyingkirkan klub Singapura Home United.


Adu Gengsi Young Guns Manchester United vs PSG

Adu Gengsi Young Guns Manchester United vs PSG

Bayang-bayang terhenti di babak 16 besar Liga Champions seperti dua musim terakhir menghantui Paris Saint-Germain (PSG).


Manchester United Fokus Tembus Empat Besar

Manchester United Fokus Tembus Empat Besar

Manchester United tampil fantastis dengan rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan.


Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Thaibaut Courtois memang berstatus kiper utama Real Madrid untuk Liga Champions dan La Liga. Sedangkan jatah Keylor Navas "hanya" Copa del Rey.


Kans Eropa Masih Terbuka

Kans Eropa Masih Terbuka

Musim ini sudah berakhir bagi Alex Oxlade-Chamberlain? Belum. Masih ada peluang Chamberlain kembali merasakan atmosfer Liga Champions.


Liga Berbeda, Ronaldo-Messi Berburu Top Scorer

Liga Berbeda, Ronaldo-Messi Berburu Top Scorer

Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi sudah berada di kompetisi berbeda.


Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

Kalah di Kandang, Pippo Dipecat Bologna

Filippo Inzaghi punya nama besar di Serie A semasa menjadi pemain.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!