Sepakbola
Share this on:

Usai Dipermalukan Bayern Munchen, Tottenham Optimis Bangkit

  • Usai Dipermalukan Bayern Munchen, Tottenham Optimis Bangkit
  • Usai Dipermalukan Bayern Munchen, Tottenham Optimis Bangkit

LONDON - Sejarah akhirnya mencatat, untuk kedua kalinya pasukan Jerman kembali membom Kota London. Pertama terjadi pada 7 September 1940, saat Pemimpin Nazi, Adolf Hitler, memerintahkan Hermann Goering, memimpin pasukan Angkatan Udara Jerman (Luftwaffe) meluluh lantakkan Kota London lewat bom-bom udaranya. Peristiwa itu disebut The Blitz.

Lalu, pemboman kedua dilakukan Bayern Munchen, dini hari kemarin. Kali ini Pasukan yang dipimpin Niko Kovac berhasil meremukkan Tim London, Tottenham Hotspur 7-2 di White Hart Lane, Rabu (2/10) dinihari WIB.

Stadion yang sebelumnya diselimuti kain putih para supporternya, kini berganti dengan warna merah membara di babak kedua babak penyisihan grup B Liga Champhions 2019/20. "Ini adalah mimpi, apalagi dengan skor setelak ini. Kami tak membayangkan ini. Tottenham benar-benar menekan kami, namun kami punya pemain yang hebat," ujar sang juru taktik Munchen itu mengutip dari Sportskedaa, kemarin.

Ya, tuan rumah awalnya mampu mencetak gol lebih dulu di menit ke-12 lewat Son Heung-Min. Akan tetapi, Munchen berhasil membalasnya tiga menit berselang lewat gol Joshua Kimmich. Bahkan, sebelum laga babak pertama berakhir di waktu normal tepatnya di menit ke-45, Munchen mebalikkan kedudukan menjadi 2-1 lewat gol Robert Lewandowski.

Di babak kedua, Munchen tampil semakin beringas. Pasalnya, di paruh kedua ini Die Roten -julukan Munchen- berhasil mencetak lima gol yang sekaligus membuatnya meraih kemenangan dalam laga ini. Sedangkan, tuan rumah hanya mampu membukukan satu gol di babak kedua ini.

Empat dari lima gol yang tercipta di babak kedua ini diciptakan oleh Serge Gnabry (53', 55', 83'. 88'). Sedangkan satu gol lainnya kembali dicetak oleh Lewandowski (87'). Sementara gol tunggal Spurs di babak kedua ini diciptakan oleh Herry Kane lewat eksekusi penalti di menit ke-61.

Selain empat gol, Gnabry juga berhasil menyumbang satu assist dalam laga tersebut. Raihan gemilang itu tentu membuatnya di nobatkan sebagai man of the match oleh situs statistik terkemuka, Whoscored. Tidak tanggung-tanggung, pemain berumur 24 tahun itu diberikan rating sempurna 10.

Seperti dikutip BRFootball, Gnabry menjadi mimpi buruk Spurs di laga ini. Sejatinya pemain asal Stuggart, Jerman ini adalah pemain buangan Arsenal pada 2015 silam. Pemain yang memulai karier seniornya di Arsenal U-18 ini sukses mencuri perhatian dunia. Sebab, sekembalinya dari Hoffenheim sebagai pemain pinjaman, Gnabry dinilai semakin tajam berkat pengalamannya bermain di klub lain.

Selain itu, dilaporkan BBC Sport, Gnabry juga menjadi pemain asal Jerman kedua yang mencetak empat gol di ajang Liga Champions setelah Mario Gomez kala melawan Basel di bulan Maret 2012 (juga untuk Bayern, menang 7-0).

Meski demikian, catatan baik Gnarby itu tak kalah penting dengan apa yang ditunjukkan oleh Lewandowski. Meski hanya mampu mencetak dua gol, namun Whoscored tetap memberinya rating 10 pada laga tersebut. Sebab pemain Polandia itu juga bermain cukup gemilang saat bersua dengan Spurs.

Bahkan, penampilan gemilang Lewandowski ini menjadi ajang pembuktian ketajamannya. Sebab, Lewandowski dilaporkan BBC Sport selalu mencetak gol dari sembilan penampilannya bersama Munchen di seluruh kompetisi.

Ini merupaka catatan gol terpanjang yang pernah ia bukukan dalam karirnya di klub Jerman. Lewandowski tercatata sudah mencetak 14 gol dari 10 laga untuk Munchen musim ini. Ia telah mencetak 10 gol dalam 6 penampilannya untuk Munchen di Bundesliga musim ini.

Di sisi lain, Tottenham Hotspur menjadi klub Inggris pertama yang kebobolan tujuh gol pada kompetisi sepak bola Eropa sejak klub ini tumbang di tangan FC Koln dengan skor 0-8 pada gelaran Piala UEFA Intertoto, Juli 1995.

Tak hanya itu, Spurs menjadi satu-satunya klub Inggris dengan kekalahan besar yang bermain di markas besar mereka. Runner-up Liga Champions musim lalu ini juga menjadi klub pertama yang mengoleksi jumlah kebobolan terbanyak di ajang terkait yakni sembilan gol, seperti dikutip dari Opta.

Menanggapi hal ini, manajer Spurs, Mauricio Pochettino tak berbicara banyak terkait kekalahan telak tersebut. Namun, secara keseluruhan ia mengatakan bahwa Munchen bermain lebih baik dari timnya, dengan tampil lebih efektif.

"Saya tak memiliki banyka alasan untuk menjelaskan hasil pertandinan itu. Kami bermain cukup baik di 30 menit awal. Kaita bisa menekan mereka, namun kita tidak beruntung karena kebobolan di menit akhir babak pertama," ujar Pochettino seperti dikutip Express.

"Bayern Munchen sangat efektif. Setelah kami mencetak gol melalui penalti, mereka bisa menambah gol sebanyak tiga antara menit ke-83 dan ke-88. Hal seperti biasa terjadi di sepak bola. Kami sangat kecewa, namun harus tetap bersama untuk bangkit. Kami harus menunjukkan kekuatan mental," jelasnya.

Dengan kekalahan memalukan itu, Spurs harus pasrah berada di peringkat ketiga klasemen Grup B Liga Champions 2019/20 dengan koleksi satu poin dari dua laga. Satu poin itu didapat saat Spurs bermain imbang 2-2 dengan Olympiakos Piraeus.

Sedangkan kemenangan telak Munchen itu membuatnya semakin kokoh di puncak klasemen Grup B dengan enam poin dari dua pertandingan yang sudah dijalaninya. Sebelumnya, di matchday pertama Die Roten berhasil meraih kemenangan 3-0 kala menjamu Red Star Belgrade. (gie/zul/fin/tgr)Spur

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Netizen Minta Pertahankan Coach Fakhri

Netizen Minta Pertahankan Coach Fakhri

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-19, Fakhri Husaini berpamitan usai membawa skuat Garuda Nusantara lolos ke putaran final Piala AFC U-19 202


Timnas U19 Lolos ke Uzbekistan

Timnas U19 Lolos ke Uzbekistan

Timnas Indonesia U-19 akhirnya memastikan satu tempat di Piala Asia, usai bermain imbang 1-1 atas Korea Utara, Minggu (10/11) kemarin.


Lupakan Premier League Dulu The Red Devils!

Lupakan Premier League Dulu The Red Devils!

Manchester United kembali menjadi pesakitan di Liga Premier, usai kalah 0-1 dari Bournemouth, Sabtu (2/11) lalu.


Bayern Munchen vs Olympiakos, Die Roten Tanpa Nahkoda

Bayern Munchen vs Olympiakos, Die Roten Tanpa Nahkoda

Bayern memulai kehidupan baru tanpa sang pelatih Niko Kovac saat melawan Olympiakos, Kamis (7/11) dini hari nanti


Pecat Kovac, Bayern Kontak Erik ten Hag

Pecat Kovac, Bayern Kontak Erik ten Hag

Bayern Munchen terjerambab ke posisi keempat klasemen sementara Bundesliga pasca mereka kalah 1-5 di markas Eintracht Frankfurt, akhir pekan lalu.


Gol Satu Abad De Ligt yang Sensasional

Gol Satu Abad De Ligt yang Sensasional

Matthijs de Ligt dianggap pembuat sejarah dan juga sensasi, usai Juventus mengalahkan Torino, Sabtu (2/11) lalu.


Kesempatan Messi Tambah Pundi-pundi Golnya

Kesempatan Messi Tambah Pundi-pundi Golnya

Usai mengamankan kembali posisi pemuncak klasemen dari Granada, Blaugrana bakal bertandang ke Stadion Ciutat de Valencia, markas Levante, malam nanti.


Man City vs Southampton, The Saints Tak Kunjung Bangkit

Man City vs Southampton, The Saints Tak Kunjung Bangkit

Pertengahan 2017 silam, kabar buruk datang menghampiri Manchester City. Mereka dilarang menggaet pemain akademi dalam dua tahun dan didenda 300 ribu pounds.


Duo Inggris Masih Perkasa

Duo Inggris Masih Perkasa

Manchester City dan Tottenham Hotspur tampil perkasa pada Matchday ketiga Liga Champions 2019/2020.


Pilar Chelsea dan Manchester United Cedera

Pilar Chelsea dan Manchester United Cedera

Chelsea dan Manchester United harus menelan pil pahit usai jeda internasional. Sebagian besar pemain kunci keduanya terbelit cedera jelang pekan ke-9 Liga Premi



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!