Sepakbola
Share this on:

Vida Bisa Dicekal FIFA

  • Vida Bisa Dicekal FIFA
  • Vida Bisa Dicekal FIFA

MOSKOW - Kroasia waswas. Melawan Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Moskow, Kamis dini hari nanti WIB (12/7) takticar Zlatko Dalic bisa dilarang memainkan bek tengahnya, Domagoj Vida. Bukan karena pelanggaran. Sebab, di semifinal semua kartu kuning diputihkan.

Tapi karena ulahnya di media sosial. Vida setelah merayakan kelolosan Vatreni -julukan Kroasia- ke semifinal Piala Dunia, di Fisht Olympic Stadium, Sochi, Minggu dini hari kemarin WIB (8/7) mengunggah video selebrasi di dressing room dengan mangan penggawa Kroasia di Piala Dunia 2014, Ogjnen Vukojevic.

Nah kata-kata mereka di video itu yang dapat memanaskan ketegangan hubungan antara Rusia dan Ukraina. ''Kejayaan untuk Ukraina! Kemenangan ini kami dedikasikan pada Ukraina dan Dynamo (Kiev),'' ucap Vida dan Vukojevic, dalam akun Instagram @domagojvida.official-nya Vida.

Vida dan Vukojevic pernah jadi pilar Dynamo Kiev. Makanya, mereka merasa konflik di Krimea antara Rusia dan Ukraina juga konflik mereka juga. Vida sudah menghapus video itu di saat sudah ramaii diperbincangkan. Tapi, video itu sudah terlanjur tersebar di dunia maya. FIFA punya aturan melarang pemain membawa-bawa masalah politik ke lapangan sepak bola.

Apalagi, sengketa Krimea belum reda sampai sekarang. The Sun menyebut, sanksi FIFA bisa jatuh ke Vida. Kontroversi itu lebih ramai ketimbang membahas ini gol pertama Vida bagi Kroasia di Piala Dunia. Termasuk kenapa Vida jadi eksekutor penalti, padahal dia tidak pernah jadi algojo penalti di timnas. Di klub pun dia cuma sekali saat di Osijek (2009-2010), dan tidak berhasil.

Dilansir Index, pemain 29 tahun itu ternyata hanya algojo pengganti. Vida awalnya tidak masuk dalam lima algojo pilihan Dalic. Justru Josip Pivaric yang dipilih Dalic. ''Pivaric saat itu tidak cukup siap jadi algojo. Lalu, saya langsung meminta ke Dalic, saya yang melakukannya,'' ungkap Vida. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Mbappe Bisa Tak Terbendung

Mbappe Bisa Tak Terbendung

Kylian Mbappe memang terlempar dari tiga besar nominasi peraih The Best FIFA Men's Player 2018.


Ronaldo Bisa Raih Dobel

Ronaldo Bisa Raih Dobel

Cristiano Ronaldo pernah memenangi Puskas Award sembilan tahun silam.


Liverpool Bisa Ada Di Grup Neraka

Liverpool Bisa Ada Di Grup Neraka

Runner-up Liga Champions Liverpool memiliki peluang bertarung dengan klub-klub elit di fase grup Liga Champions 2018-2019 ini.


Pasrah jika Kena Denda

Pasrah jika Kena Denda

Carlos Suarez akhirnya bisa menerima keluhan Barcelona terkait kondisi lapangan di Stadion Nuevo Jose Zorrilla.


Lewandowski (Bisa) Tanpa Pesaing

Lewandowski (Bisa) Tanpa Pesaing

Penyerang Bayern Muenchen Robert Lewandowski merupakan nomor sembilan terbaik Bundesliga saat ini.


Selalu Ingat The Lilywhites

Selalu Ingat The Lilywhites

Selama Asian Games 2018, bomber timnas Korsel Son Heung-min ternyata tidak bisa fokus penuh.


Lopetegui Bisa Adopsi Skema Ancelotti

Lopetegui Bisa Adopsi Skema Ancelotti

Saga transfer Thibaut Courtois akhirnya menjadi kenyataan.


Garuda Nusantara Bisa Tampil Lebih Tenang

Garuda Nusantara Bisa Tampil Lebih Tenang

Indonesia memang bisa bernafas lega. Garuda Nusantara berhasil memastikan tempat di semifinal setelah mengalahkan Timor Leste tiga gol tanpa balas kemarin.


Selamat Datang atau Salam Perpisahan ?

Selamat Datang atau Salam Perpisahan ?

Cristiano Ronaldo dan Gonzalo Higuain sepertinya memang ditakdirkan tidak bisa berkolaborasi dalam waktu lama.


Juve Bisa Langsung Melesat

Juve Bisa Langsung Melesat

Entah beruntung atau diuntungkan. Yang pasti, Juventus mendapatkan jadwal yang relatif enteng pada awal musim Serie A 2018-2019.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!