Sepakbola
Share this on:

Wajib Menang jika Mau ke 16 Besar

  • Wajib Menang jika Mau ke 16 Besar
  • Wajib Menang jika Mau ke 16 Besar

ROMA - Senangnya Eusebio Di Francesco. Bersama AS Roma, Di Francesco dapat mencicipi persaingan Liga Champions setelah sembilan musim berkarir sebagai pelatih. Tak cuma bisa di fase grup, EDF (inisial nama Di Francesco) sedikit lagi mampu meloloskan Roma ke fase 16 Besar.

Syaratnya, EDF harus mampu membawa Il Lupi memenangi laga penutup fase grupnya saat menjamu Qarabag di Olimpico, Roma, dini hari nanti WIB. Bagi Roma, lolos ke 16 Besar Liga Champions sudah lima kali mereka alami. Seperti yang ditorehkan Roma dua musim lalu. Tapi, bagi EDF bisa bermakna lebih.

Karena pelatih berusia 48 tahun tersebut bisa jadi pelatih Roma pertama yang membawa klub ibukota tersebut lolos ke 16 Besar Liga Champions pada musim pertamanya. ''Tentu, kami ingin memenanginya, dan lolos. Tapi, alangkah baiknya kami bisa mengalahkannya dengan tak kebobolan,'' ungkap pelatih kelahiran Pescara itu, dikutip Republicca.

Sebenarnya, Vincenzo Montella dan Luciano Spalletti pernah memimpin Roma saat fase 16 Besar. Bedanya, mereka datang ketika Roma sudah lolos ke 16 Besar Liga Champions. Plus, status Montella dan Spalletti sama-sama datang di tengah musim. Montella datang jadi karteker sementara Spalletti sebagai pengganti Claudio Ranieri.

''Kali ini kami harus lebih agresif,'' sambung pelatih yang mentok hanya merasakan main di Eropa dalam Liga Europa musim lalu bersama Sassuolo itu. Apalagi, saat pertemuan pertama di Olympic Stadium, Baku, 27 September lalu Roma hanya mampu mengalahkan Qarabag tipis 2-1.

Faktanya ketika bermain di Roma selama Liga Champions, sudah di tiga musim terakhir ini Daniele De Rossi belum pernah menang besar lagi selain saat menghajar Chelsea 3-0 (1/11). ''Saya sudah mencetak gol lagi, dan saya ingin melanjutkannya ke Qarabag,'' ungkap gelandang Kevin Strootman. (ren/jpg)

Berita Sebelumnya

Atleti dan Simeone Butuh Keajaiban
Atleti dan Simeone Butuh Keajaiban

Berita Berikutnya

Hidup Mati si Nyonya Tua
Hidup Mati si Nyonya Tua

Berita Sejenis

Tolak PSG Tiga Kali

Tolak PSG Tiga Kali

PSG harus siap-siap belanja besar di bursa transfer Januari mendatang.


Real Madrid Keropos Jelang El Clasico

Real Madrid Keropos Jelang El Clasico

Tren tidak pernah menang Real Madrid di tiga pertandingan terakhir terancam belum bisa diakhiri saat melawan Alaves pada jornada kedelapan La Liga (6/10).



Opsi sebelum Derbi Madrileno

Opsi sebelum Derbi Madrileno

Laga besar menanti Atletico Madrid akhir pekan nanti (30/9). Atleti bakal menantang Real Madrid di Santiago Bernabeu.


Ayo... Segel Satu Tiket Garuda Asia!

Ayo... Segel Satu Tiket Garuda Asia!

Start mantap dengan menang 2-0 atas Iran U-16 pada laga perdana (21/9), membuat tugas timnas U-16 Indonesia lebih ringan dalam dua laga sisa grup C Piala AFF U-


Menang dari Hasil Database Milla

Menang dari Hasil Database Milla

Timnas Indonesia berhasil memetik kemenangan pada laga persahabatan melawan Mauritius di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, kemarin malam.


Mbappe Bisa Tak Terbendung

Mbappe Bisa Tak Terbendung

Kylian Mbappe memang terlempar dari tiga besar nominasi peraih The Best FIFA Men's Player 2018.


Jangan Tunggu Tahun Depan

Jangan Tunggu Tahun Depan

Son Heung-min di penghujung harapannya. Memberi gelar kompetitif pertama bagi timnas Korsel, dan terbebas dari kewajiban wajib militer (wamil).


Pasrah jika Kena Denda

Pasrah jika Kena Denda

Carlos Suarez akhirnya bisa menerima keluhan Barcelona terkait kondisi lapangan di Stadion Nuevo Jose Zorrilla.


Tiga Poin Untuk Melepas Tekanan

Tiga Poin Untuk Melepas Tekanan

Pelatih Manchester United Jose Mourinho menghadapi tekanan super besar.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!