Sepakbola
Share this on:

Zidane Inginkan Real Connection

  • Zidane Inginkan Real Connection
  • Zidane Inginkan Real Connection

MANCHESTER - Media-media Inggris terus memberitakan soal akan adanya pergantian pelatih di Manchester United. Jose Mourinho diramalkan akan angkat kaki karena 'sindrom musim ketiga' seperti yang dialaminya di Chelsea maupun Real Madrid.

Eks pelatih Real Zinedine Zidane menjadi nama favorit buat mendarat di Carrington dan menggantikan Mourinho. Meski masih sekedar kasak-kusuk namun Mirror kemarin (9/9) merilis nama-nama pemain yang diincar oleh Zidane jika benar jadi pelatih United.

Yang pertama adalah Toni Kroos, gelandang Real. Seminggu setelah menggantikan Rafael Benitez di Los Merengues pada Januari 2016, Zidane langsung memberikan pujian kepada gaya bermain Kroos.

“Toni (Kroos) sangat sempurna buat Real. Gaya permainan Real langsung berubah dengan adanya sosoknya,” puji bapak empat anak itu kepada Marca. Kemampuan Kroos merebut bola dari lawan, melakukan operan, mengekskusi bola mati, plus tingginya akurasi umpan membuat Kroos bisa membuat lini tengah United bertambah kuat.

Pemain kedua adalah gelandang Real yang dipinjamkan dua musim ke Bayern Muenchen James Rodriguez. Eks pemain AS Monaco itu disukai Zidane karena akurasi long passing dan kreativitasnya.

Cuma ketika James meninggalkan Real pada musim 2017-2018, relasinya dengan Zidane kurang harmonis. Karena menjadi pelapis Isco, James memilih hengkang.

Apalagi musim 2017-2018 punya arti penting yakni seleksi pemain timnas untuk pergi ke Piala Dunia 2018. Bukan jaminan James terpilih dalam skuad Kolombia seandainya dirinya lebih sering jadi cadangan di Real.

Selanjutnya adalah Thiago Alcantara. Thiago yang musim ini bermain bersama James di Bayern juga membuat Zidane kesengsem dengan visi bermainnya. Thiago semakin matang permainannya ketika Bayern dilatih oleh Pep Guardiola (2013-2016).

Nah, sosok keempat yang ditulis Mirror sebagai idaman Zidane di lini depan adalah penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Edinson Cavani.

El Matador bukan tipe penyerang yang gampang kalah oleh bek lawan. Kekuatan fisiknya juga tipikal permainan ngotot Cavani membuatnya lebih difavoritkan Zidane ketimbang Romelu Lukaku. (dra/jpg)

Berita Sebelumnya

Seedorf Puas Meski Seri
Seedorf Puas Meski Seri

Berita Berikutnya

Menguji Ketajaman Trisula BBC
Menguji Ketajaman Trisula BBC

Berita Sejenis

Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Kalah di Kandang, Real Madrid Gagal Dekati Barcelona

Posisi runner-up Real Madrid di La Liga hanya berusia sepekan.


Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Bale dan Ramos Bisa Kena Sanksi

Aral terjal menghadang Real Madrid yang tengah merajut langkah untuk bangkit.


Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Menang 2-1 di Kandang Ajax, Real Madrid Jaga Asa ke 8 Besar

Real Madrid menunjukkan kapasitasnya sebagai juara bertahan Liga Champions.


Tantang Ajax, Coco-Cuqui Siap Adu Ketajaman

Tantang Ajax, Coco-Cuqui Siap Adu Ketajaman

Real Madrid beruntung fase knock out Liga Champions digeber Februari.


Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Keylor Navas Lebih Pantas dari Octopus

Thaibaut Courtois memang berstatus kiper utama Real Madrid untuk Liga Champions dan La Liga. Sedangkan jatah Keylor Navas "hanya" Copa del Rey.


Perjudian ala Hazard

Perjudian ala Hazard

Hampir tidak terhitung pernyataan playmaker Chelsea Eden Hazard yang terang-terangan ingin ke Real Madrid.


Lawan yang Bikin Trauma Real Madrid

Lawan yang Bikin Trauma Real Madrid

Seolah tidak ada tim utama dan cadangan di Real Madrid musim ini. Terutama di era Santiago Solari.


Jogi Direkomendasilan Schuster untuk Latih Real Madrid

Jogi Direkomendasilan Schuster untuk Latih Real Madrid

Akankah pelatih-pelatih berkebangsaan Jerman kembali mengarsiteki Real Madrid?


Real Madrid Kalah, tapi Tetap Lolos

Real Madrid Kalah, tapi Tetap Lolos

Kalah tidak selalu buruk. Lihat saja Real Madrid. Meski keok 0-1 oleh Leganes di Stadion Butarque kemarin dini hari WIB (17/1)


CR7 Pembeda di Partai Final

CR7 Pembeda di Partai Final

Hipotesis bahwa Real Madrid melakukan kesalahan besar musim ini dengan membiarkan Cristiano Ronaldo pergi ke Juventus semakin mendapat penegasan.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!