Sport
Share this on:

Akhirnya, Ricciardo “Shoey” Lagi

  • Akhirnya, Ricciardo “Shoey” Lagi
  • Akhirnya, Ricciardo “Shoey” Lagi

SHANGHAI - Tidak ada yang memprediksi hasil balapan GP Tiongkok akan seperti kemarin. Bahkan, bagi sang jawara Daniel Ricciardo sekalipun. Kemenangan bintang Aston Martin-Red Bull tersebut semakin memperpuruk catatan juara bertahan Mercedes di musim ini.

Ricciardo tak membayangkan bahwa nasibnya bisa berbalik mujur. Pembalap Australia itu nyaris tak bisa ikut sesi kualifikasi akibat mesin mobilnya berapi dan berasap-asap di akhir latihan bebas ketiga (FP3) Sabtu (14/4). Dia sudah pasrah jika kerusakan tersebut tak tertangani dengan cepat, konsekuensinya adalah start dari posisi buncit. Namun mekanik Red Bull sukses mengatasi masalah tersebut.

''24 jam lalu saya berpikir akan start dari belakang grid. Terima kasih semuanya, mekanik yang bekerja sangat keras (untuk memperbaiki mobil),'' ujar Ricciardo. Ini juga menjadi Minggu yang luar biasa mengingat tujuh hari lalu kedua mobil mereka gagal finis di Bahrain. Seperti selebrasi kemenangan sebelumnya, Ricciardo meminum sampanye dari sepatunya alias “shoey”.

Ricciardo start dari posisi keenam. Peluangnya memenangi lomba sama sekali tak terbayangkan bahkan sampai balapan memasuki paro kedua. Barulah ketika terjadi tabrakan antara dua pembalap Toro Rosso, Pierre Gasly dan Brendon Hartley pada lap 31 peluang itu datang.

Pecahan bodi mobil Toro Rosso yang berantakan di tengah lintasan memaksa safety car keluar. Peluang inilah yang dimanfaatkan Red Bull untuk memanggil kedua pembalapnya untuk melakukan pit stop.

Mereka memasang ban soft pada mobil Ricciardo dan rekan satumnya Max Verstappen. Ban soft punya permukaan lebih lunak dan berkarakter lebih cepat ketimbang ban yang digunakan para pembalap di rombongan terdepan, medium.

Begitu safety car masuk pada lap 36, perburuan dimulai. Dengan ban yang masih segar dan lebih cepat Ricciardo merajalela. Pada Lap 38 Ricciardo membabat pembalap Ferrari Kimi Raikkonen merebut posisi keempat. Bak kesetanan tiga lap kemudian, Ricciardo melibas juara bertahan Lewis Hamilton untuk mengamankan posisi ketiga.

Korban berikutnya adalah bintang Ferrari Sebastian Vettel yang disalibnya untuk merebut posisi kedua. Puncaknya, 10 lap sebelum balapan berakhir, pembalap dengan nomor start #3 tersebut sukses merebut pimpinan lomba dari pembalap Mercedes Valtteri Bottas. Strategi brilian dari Red Bull membawa Ricciardo merengkuh kemenangan keenamnya.

Sebenarnya, bermodal ban yang sama Red Bull berpeluang mengakhiri balapan dengan finis 1-2. Sayang, Verstappen justru merusak balapannya sendiri. Mobilnya nyaris menghajar W09 milik Hamilton saat memburu posisi ketiga. Akibatnya, mobil Verstappen melebar dan malah kehilangan posisinya.

Semakin parah, Verstappen kemudian menabrak Vettel di tikungan hairpin pada Lap 43. Akibat insiden tersebut Verstappen dipenalti 10 detik. Pada akhir lomba, pembalap 20 tahun tersebut harus dilorot dari posisi empat menjadi lima. Sementara Vettel yang mengalami kerusakan mobil harus puas finis di posisi delapan.

Usai lomba Verstappen langsung meminta maaf kepada Vettel. Keduanya tampak berbincang cukup lama untuk membahas insiden tersebut. ''Ini pelajran penting dalam hidup saya. Saya akan mengevaluasi semuanya dan kembali lebih kuat,'' kata Verstappen.

Kemenangan Ricciardo sekaligus memperburuk rekor kekalahan Mercedes musim ini. Sejak era mesin V6 Turbo Hybrid diperkenalkan pada 2014, Mercedes tak pernah mengalami kekalahan selama ini. Yakni tiga seri beruntun. Pembalap terdepan Mercedes di GP Tiongkok adalah Valtteri Bottas yang finis runner up.

''Balapan berlangsung sangat baik sampai Red Bull melakukan pit stop di tengah safety car dan kami dalam masalah,'' aku Bottas.

Dengan hasil balapan kemarin, tiga besar klasemen pembalap menjadi sangat ketat. Sebastian Vettel masih memimpin dengan 54 poin. Disusul Lewis Hamilton dengan 45 poin. Di urutan ketiga Bottas mengintip dengan 40 poin.

''Kemarin (Sabtu) dan hari ini (kemarin) kami berada dalam bencana. Jadi saya harus segera berbenah dan berupaya kembali ke performa semula. Jika tidak, akan ada lebih banyak poin berharga yang hilang,'' ujar Hamilton. Pembalap Inggris tersebut menyatakan bakal bertemu timnya usai balapan di Shanghai untuk membahas banyak hal dan mencari solusi agar bisa kembali kuat di balapan berikutnya. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Jalan Mulus bagi Cavs
Jalan Mulus bagi Cavs

Berita Berikutnya

Kovac Hanya Opsi Ketiga
Kovac Hanya Opsi Ketiga

Berita Sejenis

Jangan Kendur, Tetap Waspada

Jangan Kendur, Tetap Waspada

Sekali lagi Ferrari sukses mencuri kemenangan di balapan dimana tim rival Mercedes terlihat begitu kuat, GP Bahrain.


Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

Kalau Begini, Yamaha Sulit Juara

MotoGP 2018 baru memasuki seri kedua. Tapi pilot Movistar Yamaha Maverick Vinales tak mampu lagi menahan frustasi.


Usai Balapan, Rossi dan Marquez Panas Lagi

Usai Balapan, Rossi dan Marquez Panas Lagi

Cal Crutchlow berhasil memenang seri kedua MotoGP di Argentina, Senin (9/4) dinihari WIB.


Ricciardo Semakin Santer Pindah ke Mercedes

Ricciardo Semakin Santer Pindah ke Mercedes

Perpanjangan kontrak beberapa pembalap top Formula 1 masih tertahan. Salah satunya bintang Aston Martin-Red Bull Daniel Ricciardo.


Kesempatan Vettel Ungguli hamilton Lagi

Kesempatan Vettel Ungguli hamilton Lagi

Genderang perang sudah ditabuh dua rival terpanas di balapan Formula 1 saat ini Lewis Hamilton dan Ferrari Sebastian Vettel sejak mengawali musim balap 2018.


Mending Celaka Ketimbang Kalah

Mending Celaka Ketimbang Kalah

Makin bersinarnya bintang muda Red Bull Max Verstappen berdampak pada terus meredupnya pamor rekan satu timnya yang lebih senior Daniel Ricciardo.


Juara All England Lagi, Marcus/Kevin samai Ricky/Rexi

Juara All England Lagi, Marcus/Kevin samai Ricky/Rexi

Luar biasa Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukamulyo.


Chung Bertemu Federer Lagi

Chung Bertemu Federer Lagi

Petenis Korea Selatan yang sedang naik daun Chung Hyeon bakal kembali bentrok melawan petenis nomor satu dunia Roger Federer.


Gagal Jadi Nomor 1 Lagi

Gagal Jadi Nomor 1 Lagi

Keinginan petenis nomor dua dunia Caroline Wozniacki merampas mahkota ranking satu dunia milik Simona Halep melalui Indian Wells Masters gagal terwujud.


Ambisi Petrucci demi Satu Kursi Ducati

Ambisi Petrucci demi Satu Kursi Ducati

Danilo Petrucci sudah dipastikan tak lagi membela tim Pramac MotoGP mulai tahun depan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!