Sport
Share this on:

Bencana Doping Datang di Detik-detik Terakhir

  • Bencana Doping Datang di Detik-detik Terakhir
  • Bencana Doping Datang di Detik-detik Terakhir

** RIO DE JANEIRO** - Satu bulan sebelum ajang Olimpiade Rio 2016 digelar (18/7), dunia dikejutkan dengan pernyataan Badan Anti Doping Dunia (WADA). Mereka memberikan usulan ke Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk melarang seluruh kontingen Rusia tampil di Olimpiade.

Itu setelah tim investigasi WADA menemukan bukti bahwa negara tersebut sengaja melakukan kecurangan sampel doping untuk meloloskan atlet mereka tampil di ajang-ajang mayor sejak 2011. Termasuk Olimpiade London 2012, hingga Olimpiade musim dingin di Sochi 2014.

IOC pun dibuat kelabakan. Beberapa Komite Olimpiade negara anggota mendesak IOC segera mengetok palu untuk mengiyakan saran dari WADA. Namun, setelah melakukan rapat maraton, IOC tetap bergeming. Mereka berpendapat sanksi larangan bertanding hanya patut diberikan setelah memeriksa track record masing-masing individu atlet.

Presiden IOC Thomas Bach Minggu kemarin mengumumkan, pihaknya sudah membentuk tim panel untuk memberikan keputusan akhir tentang siapa-siapa atlet Rusia yang boleh bertanding dan tidak di Olimpiade Rio. Keputusan itu akan dirilis bertepatan dengan dibukanya Olimpiade Jumat besok (5/8).

Beberapa pihak lantas mengecap Bach tidak berani mengambil keputusan besar untuk menyelamatkan dunia olahraga dari kasus doping. Bahkan, ada yang menyuarakan agar dia menanggalkan jabatan. Salah satu koran lokal Jerman, negara asal Bach, juga melabelinya sebagai anjing peliharaan Presiden Rusia Vladmir Putin. ?Putin?s Poodle?

Di lain sisi, Bach membalas dengan menyalahkan WADA yang melakukan rilis temuan tersebut di waktu yang tidak tepat. ?IOC tidak bisa dibuat bertanggung jawab secara penuh akan kejadian ini,? ucap Bach.

?Yang bisa kita lakukan sekarang adalah duduk bersama menyelesaikan masalah ini,?tambahnya dilansir Telegraph.

Putin sendiri sudah mengatakan, wacana sanksi untuk semua atlet Rusia tidak lain adalah bagian dari kampanye politik negara-negara barat untuk menyingkirkan Rusia. Jika tidak diambil langkah tepat, Olimpiade terancam kembali pecah. Seperti Olimpiade 1980 Moskow.

Saat itu beberapa negara dipelopori Amerika Serikat (AS) menolak tampil di Moskow terkait invasi Uni Soviet ke Afganistan. Di Olimpiade selanjutnya pada 1984 yang digelar di Los Angeles, giliran Uni Soviet yang melakukan boikot. (irr/zul/jpg)

Berita Sebelumnya

"Bedol Desa", Sagan Tinggalkan Tinkoff
"Bedol Desa", Sagan Tinggalkan Tinkoff

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gelar Pertama Praveen/Melati

Gelar Pertama Praveen/Melati

Indonesia kembali unjuk gigi di Eropa. Hasil menggembirakan datang dari pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti di Denmark Open 2019.


Didenda FIFA Rp643 Juta, PSSI Harap Ini Kejadian Terakhir

Didenda FIFA Rp643 Juta, PSSI Harap Ini Kejadian Terakhir

PSSI akhirnya didenda CHF 45.000 atau sekitar Rp643 juta oleh FIFA.


Tim Eropa Kalahkan Petenis Dunia Lagi

Tim Eropa Kalahkan Petenis Dunia Lagi

Kemenangan Alexander Zverev atas Milos Raonic 6-4, 3-6, 10-4 di pertandingan keempat hari terakhir, kemarin.


Sinyal Bahaya dari Vettel

Sinyal Bahaya dari Vettel

Ferrari sukses menghentikan pesta Mercedes dalam tiga balapan terakhir. Situasi itu memberikan sinyal bahaya bagi Tim Silver Arrows bila tidak segera melakukan


Tak Ada Kejutan di Akhir Bursa Transfer

Tak Ada Kejutan di Akhir Bursa Transfer

Meski sejumlah kepindahan tak terduga terjadi pada detik-detik akhir jelang penutupan bursa transfer, tapi tak ada kejutan yang mencolok..


Cedera Lutut, Kevin Anderson Mundur US Open

Cedera Lutut, Kevin Anderson Mundur US Open

Kabar mengejutkan datang dari petenis Kevin Anderson. Ia mengundurkan diri dari turnamen US Open karena mengalami cedera lutut.


Salip Marquez di Tikungan Terakhir, Alex Rins Juara di Silverstone

Salip Marquez di Tikungan Terakhir, Alex Rins Juara di Silverstone

Alex Rins (Suzuki Ecstar) menjuarai balapan GP Inggris di Silverstone setelah mengalahkan Marc Marquez (Repsol Honda) di tikungan terakhir jelang finis, kemarin


Dovi Salip Marquez di Tikungan Terakhir

Dovi Salip Marquez di Tikungan Terakhir

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso berhasil meraih gelar juara pada MotoGP Austria 2019.


Ini Orang yang Bikin Vinales Semakin Cepat

Ini Orang yang Bikin Vinales Semakin Cepat

Direktur tim Yamaha Lin Jarvis mengakui ada beberapa faktor yang mendukung peningkatan performa Maverick Vinales dalam beberapa seri terakhir.


Persija ke Lamongan Tidak dengan Kekuatan Terbaiknya

Persija ke Lamongan Tidak dengan Kekuatan Terbaiknya

Persija Jakarta datang ke Lamongan dalam kondisi pincang. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut datang tanpa empat pemain pilar.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!