Sport
Share this on:

Bukan Ducati yang Dulu Yamaha Tetap Saja Sama

  • Bukan Ducati yang Dulu Yamaha Tetap Saja Sama
  • Bukan Ducati yang Dulu Yamaha Tetap Saja Sama

PHILLIP ISLAND - Valentino Rossi pasti sedang gundah menghadapi balapan GP Australia akhir pekan ini. Pertama, karena balapan di Sirkuit Phillip Island adalah salah satu peluang terbesarnya mengakhiri paceklik kemenangan Yamaha sejak GP Assen, Belanda, tahun lalu.

Kedua, balapan besok (28/10) menjadi sangat krusial untuk memburu defisit poin dari rider Ducati Andrea Dovizioso dalam perebutan posisi runner-up pada klasemen pembalap MotoGP.

Saat ini Rossi bertengger di posisi ketiga klasemen pembalap, terpaut sembilan poin dari Dovi di posisi kedua. Australia memiliki tautan sejarah yang manis dengan Rossi. Yang paling manis tentu saja saat The Doctor (julukan Rossi) memenangi lima balapan beruntun GP Australia pada edisi 2001–2005. Sembilan tahun kemudian, Rossi kembali menyabet kemenangan keenam di Phillip Island.

Catatan hebat Rossi ditambah dengan empat kali finis runner-up pada edisi 2008, 2009, 2016, dan 2017. Plus rentetan podium ketiga yang jumlahnya juga lima. Yakni, pada 2000, 2006, 2007, 2010, dan 2013. Dalam daftar pembalap MotoGP tersukses di Phillip Island, nama Rossi berada di puncak.

Dari sisi karakteristik lintasan, Phillip Island memang cocok dengan Yamaha YZR-M1. Kontur permukaan trek naik turun serta barisan tikungan yang berkarakter cepat dan mengalir, sirkuit tersebut tidak terlalu menuntut power mesin besar. Lebih pas dengan motor yang lincah diajak menikung.

Tapi, fakta bahwa Yamaha belum juga berhasil menghentikan paceklik kemenangan dalam 25 seri terakhir tidak bisa diabaikan begitu saja. Masalah akselerasi belum sembuh betul dari tubuh M1. Itu pula yang diakui Rossi setelah menyelesaikan sesi latihan hari pertama kemarin.

’’Tidak berbeda dari Motegi (GP Jepang sepekan lalu). Ban belakang masih terlalu banyak spin,’’ keluhnya sebagaimana dilansir Crash.

Sejatinya, Yamaha berharap banyak pada ban belakang medium yang dibawa Michelin ke Australia. Sebab, di GP Thailand, performa mereka terkatrol signifikan dengan ban baru Michelin yang memiliki permukaan lebih keras. Di Australia, Michelin memang tidak membawa ban yang sama dengan di Thailand. Tapi, komponnya lebih keras. ’’Kami awalnya berharap banyak pada ban medium ini. Tapi ternyata sama sekali tidak memiliki cengkeraman (yang baik),’’ ungkap Rossi.

Rossi hanya finis di posisi ke-10 pada penutupan sesi latihan bebas hari pertama kemarin. Dia hanya lebih cepat 0,046 detik dari rider Tech3 Yamaha Hafizh Syahrin di posisi ke-11. Rossi bahkan nyaris kehilangan posisinya di 10 besar.

Situasinya dengan Ducati memang agak berbeda musim ini. Meski motor pabrikan Borgo Panigale tersebut tidak pernah menang di Australia sejak era Casey Stoner, untuk musim ini saja, mereka sudah merengkuh enam kemenangan. Sebuah statistik yang bagai bumi dan langit dengan Yamaha.

Ketangguhan Ducati dan Dovizioso tampak sejak latihan bebas pertama kemarin. Meski hanya finis di posisi keempat, Dovi terpaut tak terlalu jauh dari Andrea Iannone (Suzuki Ecstar) yang menjadi rider tercepat di FP2. Jaraknya hanya 0,275 detik. Hasil tersebut sekaligus menandakan bahwa Ducati sudah menjadi motor yang juga bisa cepat di tikungan.

’’Aku senang. Tapi, kami bukan yang tercepat, jadi masih harus tetap memperbaiki setting-an agar lebih baik,’’ tuturnya kemarin. Dovi sendiri memprediksi Yamaha dan Suzuki bakal cepat di balapan. Sebab, secara natural, dua motor yang memiliki DNA easy riding tersebut pas dengan karakter Phillip Island.

Latihan hari pertama kemarin menjadi pembuktian bagi kemajuan Suzuki. Tren positif di GP Jepang berlanjut. Andrea Iannone menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 29,131 detik. Lebih cepat 0,160 detik dari rider Pramac Ducati Danilo Petrucci di posisi kedua. Kekuatan Yamaha juga ditunjukkan Maverick Vinales di posisi ketiga dengan selisih 0,223 detik. (c17/cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Pintu Osaka Nyaris Tertutup
Pintu Osaka Nyaris Tertutup

Berita Berikutnya

Solusi buat Pelapis
Solusi buat Pelapis

Berita Sejenis

Hendra/Ahsan Diidolai dan Panutan yang Baik

Hendra/Ahsan Diidolai dan Panutan yang Baik

Usai menjadi juara All England 2019, pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan harus sudah fokus ke turnamen berikutnya.


MotoGP Qatar Maverick Vinales Start Terdepan, Marquez Ketiga

MotoGP Qatar Maverick Vinales Start Terdepan, Marquez Ketiga

Rider Yamaha Movistar Maverick Vinales akan membalap dari start terdepan di seri pembuka MotoGP Qatar 2019, Minggu (10/3) malam.


Enam Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final All England

Enam Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final All England

Dari tujuh wakil Indonesia yang berlaga di babak kedua All England, Kamis (7/3) hingga Jumat (8/3) dinihari WIB, enam lolos ke perempatfinal.


Samator Juara Back-to-back

Samator Juara Back-to-back

Ibarsjah Djanu Tjahjono begitu tegang. Sesekali dia melontarkan instruksi kepada pemain agar tetap fokus, khususnya pada set keempat.


Akhirnya Chelsea Kena Batunya

Akhirnya Chelsea Kena Batunya

Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman kepada Chelsea untuk 'kenakalan' yang dilakukan di bursa transfer.


Hamilton Tetap Fokus untuk Menangi Balapan Musim ini

Hamilton Tetap Fokus untuk Menangi Balapan Musim ini

Lewis Hamilton merupakan pembalap tersukses di Formula 1, setelah era Michael Schumacher bersama Ferrari pada 2000-2004.


MotoGP Indonesia Tanggung Kalau Hanya Street Circuit

MotoGP Indonesia Tanggung Kalau Hanya Street Circuit

Sepekan terakhir, rencana gelaran MotoGP di Indonesia pada 2021 berembus kencang. Mandalika, Lombok menjadi pilihan yang ditawarkan kepada Dorna.


Mesin Williams Akhirnya Menderu

Mesin Williams Akhirnya Menderu

Dua hari tes pramusim Fomula 1 harus dilewati begitu saja oleh tim Williams.


Atletico Optimis Kalahkan Juventus demi Wanda Metropolitano

Atletico Optimis Kalahkan Juventus demi Wanda Metropolitano

Sepanjang sejarah Liga Champions, hanya Bayern Muenchen yang dapat menjalani final di rumahnya sendiri, Allianz Arena, Muenchen.


Jadi Tersangka, Belum Ada Sanksi buat Jokdri

Jadi Tersangka, Belum Ada Sanksi buat Jokdri

Status tersangka yang kini ditanggung Plt Ketum PSSI Joko Driyono belum dianggap sebagai pelanggaran keorganisasian oleh komite etik federasi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!