Sport
Share this on:

Bukan Kejutan Satu Malam

  • Bukan Kejutan Satu Malam
  • Bukan Kejutan Satu Malam

Foto: getty images

TORONTO - Golden State Warriors lebih dijagokan saat bertandang di Scotiabank Arena, kandang Toronto Raptors pada game pembuka NBA Finals, pagi ini. Warriors dalam lima musim terakhir selalu tampil di partai pemuncak franchise. Sedangkan, bagi Raptors tahun ini adalah pencapaian terbaik mereka sepanjang 24 musim partisipasi.

Meski tidak difavoritkan, tuan rumah selalu bisa keluar dari masa sulit. Buktinya saat tampil di final wilayah timur sebelumnya. Kalah di dua game awal, mereka berjuang untuk menyegel empat kemenangan beruntun saat menghadapi unggulan pertama wilayah timur, Milwaukee Bucks.

Kejutan yang diperlihatkan Kawhi Leonard dkk musim ini jelas bukan sulapan satu malam. Pergerakan manajemen Raptors untuk menyiapkan tim yang solid sudah terlihat di awal musim. Yakni, ketika mereka mendatangkan Leonard dan shooting guard, Danny Green ke Scotiabank Arena.

Pada transfer window Februari lalu, Nick Nurse, pelatih Raptors juga mendatangkan Marc Gasol untuk memperkuat pertahanan. Hasilnya, mereka kini mencapai final NBA pertama kalinya sepanjang sejarah tim. Raptors musim ini berbeda, komposisi starting five mereka tampil solid dengan adanya Leonard dan Green. Belum lagi, para pemain dari bangku cadangan yang kerap menjadi senjata alternatif saat masa sulit.

Sinar Kawhi Leonard semakin benderang bersama Raptors. Sepanjang playoff, pemain 27 tahun itu rata-rata mencetak lebih dari 30 poin dalam 11 game yang dia lakoni. Catatan itu hanya mampu dikalahkan sang legenda Michael Jordan (dua kali) dan Hakeem Olajuwon.

Dalam sesi tanya jawab dengan media, pebasket yang pernah merasakan cincin juara bersama San Antonio Spurs pada 2014 itu menyatakan pantang bermain demi sebuah ketenaran. "Saya bermain untuk bersenang-senang dan mencoba untuk menjadi pemain terbaik yang bisa saya lakukan," terangnya dikutip Sky Sports.

Raptors juga mendapatkan home court advantage dengan menjadi tuan rumah pada dua game awal dengan format best of seven. Situasi itu tentu harus bisa mereka maksimalkan. Karena bisa menjadi modal penting sebelum mereka melawat ke Oracle Arena Oakland.

Di sisi lain, bintang Warriors Stephen Curry punya sejarah dengan kota Toronto. Di kota ini, ayahnya, Dell Curry mengakhiri karirnya sebagai pebasket bersama Raptors. Masa kecil Steph juga dilalui di kota tersebut. Bahkan sang istri, Ayesha Curry lahir, tumbuh dan berkembang di Toronto.

Curry akan menghadapi pergulatan antara kenangan masa kecil dengan pertempuran di lapangan pagi ini. "Saya berharap bisa kembali ke sini setiap musim reguler berlangsung, sekarang saya di sini dan menikmatinya," ujarnya.

Sementara itu, Warriors punya kedalaman skuad yang bisa menjadi masalah buat Raptors. Duet Curry dengan Klay Thompson bisa merepotkan pertahanan tuan rumah. Keduanya dijuluki splash brothers. Bila tampil mulus, mereka tidak akan terhentikan. Bahkan dengan kondisi Warriors yang masih kehilangan salah satu bintang mereka, Kevin Durant. (nap/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bawa Pulang Piala Suhandinata dan Satu Juara Dunia

Bawa Pulang Piala Suhandinata dan Satu Juara Dunia

Pencapaian gemilang didapat tim bulutangkis junior Indonesia pada ajang World Junior Championships 2019 atau Kejuaraan Bulutangkis Dunia Junior 2019.


Kirim 16 Atlet ke Qatar, Indonesia Target Satu Emas

Kirim 16 Atlet ke Qatar, Indonesia Target Satu Emas

Kontingen Indonesia yang akan berlaga di ANOC World Beach Games 2019 di Qatar dilepas Plt Menpora Hanif Dhakiri, Selasa (7/10) siang.


Indonesia Hanya Bawa Satu Gelar dari Ken Arok

Indonesia Hanya Bawa Satu Gelar dari Ken Arok

Indonesia hanya meraih satu gelar juara di final Indonesia Masters 2019, Minggu (6/10) kemarin.


Timnas ke Dubai Lebih Awal

Timnas ke Dubai Lebih Awal

Timnas berangkat menuju Kota Dubai lebih awal, tadi malam, untuk bersiap jelang laga kualifikasi melawan Uni Emirat Arab di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 202


Sayang, Fajar/Rian Harus Ketemu Kevin/Marcus Lagi

Sayang, Fajar/Rian Harus Ketemu Kevin/Marcus Lagi

Meski duel hari ini masih mempertandingkan babak perempatfinal, namun sektor ganda putra Indonesia sudah memastikan satu tiket semifinal Korea Open 2019.


Ahsan Cedera, Kevin/Marcus Juara Lagi di Cina

Ahsan Cedera, Kevin/Marcus Juara Lagi di Cina

Marcus Fernandi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar juara Cina Open 2019.


Kalahkan Sai Praneeth, Anthony Ginting Buka Asa ke Final

Kalahkan Sai Praneeth, Anthony Ginting Buka Asa ke Final

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil melangkah ke babak semifinal China Open 2019, Jumat (20/9) malam.


Timnas U16 vs Kepulauan Mariana, Tetap Fokus Garuda Muda

Timnas U16 vs Kepulauan Mariana, Tetap Fokus Garuda Muda

Timnas U16 bakal menjalani laga kedua babak Kualifikasi Piala AFC U-16 2020 Grup G menghadapi Kepulauan Mariana Utara, Rabu (18/9) malam ini.


Bukan CR7 tapi CR700

Bukan CR7 tapi CR700

Nama Cristiano Ronaldo makin membumbung tinggi. Ini terlihat dari sejumlah headline halaman muka media-media ternama di Eropa.


Bukan Hentikan Audisi, Tapi Hapus Logo Djarum

Bukan Hentikan Audisi, Tapi Hapus Logo Djarum

Djarum Foundation memutuskan menghentikan program pembinaan atlet bulutangkis usia muda.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!