Sport
Share this on:

Cabor Tak Populer Kesulitan Sponsor

  • Cabor Tak Populer Kesulitan Sponsor
  • Cabor Tak Populer Kesulitan Sponsor

JAKARTA - Pemerintah memang membebaskan setiap cabor untuk mencari dana dari mana saja. Misalnya meminta sponsor dari perusahaan swasta.

Seperti bulu tangkis yang disokong penuh oleh anak-anak perusahaan sebuah pabrik rokok. Namun, itu bukan urusan mudah. Apalagi buat cabor yang tidak terlalu populer di masyarakat.

Kesulitan itu dialami cabor dayung. Ini memang bukan olahraga permainan yang sering ditonton (dan bisa mencari duit dari) masyarakat luas. Atlet-atletnya juga bukan ''bintang lapangan'' yang diidolakan banyak orang seperti sepak bola atau basket.

Padahal, soal prestasi, tak perlu diragukan lagi. Dayung selalu menyumbangkan emas setiap edisi SEA Games. Puncaknya terjadi pada SEA Games 2015 lalu. Memo dkk meraih predikat sebagai juara umum dengan menyabet 8 emas, enam perak, dan empat perunggu.

Sayang, koleksi prestasi saja tidak cukup untuk mengetuk pintu pihak swasta. "Sampai saat ini masih mencari (sponsor, red),'' kata Budiman, manajer tim dayung, ketika dihubungi kemarin.

''Masalahnya ada nggak yang mau memberi sponsor? Mungkin karena dayung ini tidak banyak orang memainkan, makanya sponsor juga enggan," imbuhnya, kemarin.

Seperti cabor-cabor lain, Budiman menuturkan, induk olahraga dayung PB PODSI akhirnya menyepakati angka yang diberikan kemenpora. Jumlahnya Rp12 miliar. Itu harus dibagi untuk tiga cabor. Yakni dayung, perahu naga, dan kano. Itu pun belum cair. PODSI belum meneken MoU dengan kemenpora.

Jumlah itu jauh lebih kecil daripada pengajuan awal Rp34 miliar. Padahal, jumlah yang diajukan itu juga lebih sedikit daripada dana yang digelontorkan kemenpora saat Asian Games 2018 lalu. Kala itu, mereka menerima Rp39 miliar.

Meski dananya sangat sedikit, pihaknya terus melakukan pelatnas secara berkelanjutan sejak Asian Games 2018 lalu. Selama ini dana operasional latihan yang dilakuan di Jati Luhur (perahu naga dan kano) serta Pengalengan (rowing) menggunakan dana mandiri.

"Udah menghadap kemenpora karena dana yang diberikan sangat kurang. Tapi belum tahu kelanjutannya karena dalam pertimbangan," sambat Budiman. (gil/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pesepakbola Belanda Ditembak Mati

Pesepakbola Belanda Ditembak Mati

Sepakbola tak melulu bicara tentang keindahan lapangan hijau. Kisah tragis juga tercipta di tengahnya.


Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Garuda muda tak selalu identik dengan sepakbola. Kancah dunia racing juga dilakoni para milenial di lintasan balap.


Ansu Fati Lewati Rekor Lionel Messi

Ansu Fati Lewati Rekor Lionel Messi

Anssumane Fati tak mengira akan melewati rekor bintang Barcelona, Lionel Messi.


Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum

Pemerintah Tak Sigap Atasi Polemik Djarum

Penghentian pencarian bakat atlet bulu tangkis oleh Djarum Foundation pada 2020 disesalkan Wakil Ketua Komisi X DPR Reni Marlinawati.


Hadapi Thailand, Timnas Harus Menang

Hadapi Thailand, Timnas Harus Menang

Kekalahan atas Malaysia 2-3 memang menyayat hati fanatisme timnas. Terlebih timbulnya insiden yang tak mengenakan di tribun penonton.


Tak Ada Kejutan di Akhir Bursa Transfer

Tak Ada Kejutan di Akhir Bursa Transfer

Meski sejumlah kepindahan tak terduga terjadi pada detik-detik akhir jelang penutupan bursa transfer, tapi tak ada kejutan yang mencolok..


Service Nadal Benamkan Chung

Service Nadal Benamkan Chung

Tanpa kesulitan berarti, Rafael Nadal melaju ke putaran keempat US Open 2019 setelah meraih kemenangan 6-3, 6-4, 6-2 atas Chung Hyeon.


Naomi Gusur Ambisi Gauff

Naomi Gusur Ambisi Gauff

Tak butuh waktu lama bagi juara bertahan Naomi Osaka untuk menghempaskan petenis muda asal Amerika Serikat Coco Gauff pada US Open di New York tadi malam.


Gegar Otak Ringan, Quartararo Tercepat di Latrihan Resmi Perdana

Gegar Otak Ringan, Quartararo Tercepat di Latrihan Resmi Perdana

Pencinta MotoGP dibuat kebingungan oleh kelakuan rider Petronas Yamaha, Fabio Quartararo. Cedera kepala yang membuatnya geger otak ringan tak membuat pembalap P


Fajar/Rian Tak Puas Pulang Bawa Perunggu

Fajar/Rian Tak Puas Pulang Bawa Perunggu

Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengaku tidak puas dengan permainan mereka saat semifinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis BWF 2019.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!