Sport
Share this on:

Cedera Lutut, Kevin Anderson Mundur US Open

  • Cedera Lutut, Kevin Anderson Mundur US Open
  • Cedera Lutut, Kevin Anderson Mundur US Open

NEW YORK - Kabar mengejutkan datang dari petenis Kevin Anderson. Ia mengundurkan diri dari turnamen US Open karena mengalami cedera lutut. Petenis nomor satu dunia yang juga juara bertahan US Open, Novak Djokovic, mengambil inspirasi dari ide bahwa dia bisa melewati Roger Federer sebagai pemegang rekor juara tunggal Grand Slam paling banyak sepanjang masa.

Petenis asal Afrika Selatan yang mencapai final pada turnamen di New York itu pada 2017, yang kemudian dikalahkan Nadal, sudah tidak berkompetisi sejak menelan kekalahan pada babak ketiga Wimbledon bulan lalu.

Anderson, yang ditempatkan sebagai unggulan ke-16 pada turnamen Grand Slam terakhir tahun ini tersebut, berada dalam bagian yang sama pada babak utama dengan juara bertahan Novak Djokovic, dan bisa berjumpa dengan unggulan teratas asal Serbia itu pada babak keempat. Dengan mundurnya Anderson maka tempatnya di babak utama akan diisi oleh lucky loser Paolo Lorenzi dari Italia, demikian dilaporkan Reuters.

Sementara Novak Djokovic, lebih termotivasi. Bagkan ia mengambil inspirasi dari ide bahwa dia bisa melewati Roger Federer sebagai pemegang rekor juara tunggal Grand Slam paling banyak sepanjang masa.Namun bintang Serbia berusia 32 tahun itu terlebih dahulu harus bekerja sebelum itu terjadi di tengah persiapan merebut gelar berikutnya pada US Open mulai esok Senin (Selasa pagi WIB) di New York.

"Saya sadar itu, pastinya. Maksud saya, saya bagian dari dunia ini. Tentu saja saya tidak bisa sepenuhnya mematikan dan menghilangkan apa yang dibicarakan orang-orang," kata Djokovic seperti dikutip AFP, kemarin (25/8).

Djokovic merasa jalan yang ditempuh masih jauh dan mengakui bahwa menyamai rekor Federer sudah pasti menjadi salah ambisi dan tujuannya. "Segalanya agak berbeda dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu, tetapi saya tetap merasa muda di dalam dan di luar. Dan saya tetap sangat termotivasi untuk terus, khususnya sekarang, lebih atau kurang segalanya tentang Grand Slam," imbuhnya.

Djokovic, yang mengalahkan Federer dalam pertandingan lima set pada final Wimbledon bulan lalu untuk merebut gelar Grand Slam ke-16 yang direbutnya, masih tertinggal empat gelar juara di bawah pencapaian bintang Swiss berumur 38 tahun itu. Terselip di antara mereka ada Rafael Nadal dengan 18 gelar juara Grand Slam.

Tetapi Djokovic lagi panas setelah menjuarai empat dari lima nomor tunggal Grand Slam terakhir, termasuk saat menaklukkan Juan Martin del Potro pada final US Open tahun lalu. Itu adalah juga gelar US Open ketiganya setelah edisi 2011 dan 2015.

Djokovic, yang mengawali US Open tahun ini dengan melawan petenis Spanyol berperingkat 76 dunia, Roberto Carballes Baena, Senin nanti, menceritakan keberhasilannya pada malam sebelum teriakan dukungan dari penggemarnya di Arthur Ashe Stadium membawa dia sukses di New York kala itu

"Saya jarang kalah pada banyak pertandingan dalam karir saya sewaktu bermain malam hari. Oleh karena itu saya sungguh menikmati atmosfer bisinya yang terjadi di sana," kata dia.

"Kamu hanya perlu menyesuaikan diri dengan hal itu. Kamu beradaptasi dengan itu. Kamu menerimanya. Kamu merangkulnya. Saya merangkulnya karena saya kira itu baik untuk olahraga kita dapat memiliki berbagai atmosfer berbeda di lapangan utama dari empat Slam berbeda," pungkasnya. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Australia Putus 78 Kemenangan AS
Australia Putus 78 Kemenangan AS

Berita Sejenis

Juara Korea Open, Fajar/Rian Selamatkan Muka Indonesia

Juara Korea Open, Fajar/Rian Selamatkan Muka Indonesia

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto usai mengalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang), dua game langsung 21-16, 21-17, Minggu (29/9) kemarin.


Singkirkan Kevin/Marcus, Fajar/Rian Hadapi Li/Liu

Singkirkan Kevin/Marcus, Fajar/Rian Hadapi Li/Liu

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto memenangkan duel perang saudara melawan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.


Sayang, Fajar/Rian Harus Ketemu Kevin/Marcus Lagi

Sayang, Fajar/Rian Harus Ketemu Kevin/Marcus Lagi

Meski duel hari ini masih mempertandingkan babak perempatfinal, namun sektor ganda putra Indonesia sudah memastikan satu tiket semifinal Korea Open 2019.


Kevin/Marcus Jumpa Goh/Tan Lagi

Kevin/Marcus Jumpa Goh/Tan Lagi

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil melangkah ke babak kedua, Korea Open 2019.


Indonesia Berharap Gelar Lagi di Korea Open 2019

Indonesia Berharap Gelar Lagi di Korea Open 2019

Pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow gagal melangkah ke babak kedua Korea Open 2019.


16 Pebulutangkis Indonesia Turun di Korea Open 2019

16 Pebulutangkis Indonesia Turun di Korea Open 2019

Setelah menyelesaikan pertarungan di China Open 2019, tim bulu tangkis Indonesia kini kembali berburu gelar di ajang berikutnya.


Ahsan Cedera, Kevin/Marcus Juara Lagi di Cina

Ahsan Cedera, Kevin/Marcus Juara Lagi di Cina

Marcus Fernandi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang meraih gelar juara Cina Open 2019.


Kalahkan Sai Praneeth, Anthony Ginting Buka Asa ke Final

Kalahkan Sai Praneeth, Anthony Ginting Buka Asa ke Final

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting berhasil melangkah ke babak semifinal China Open 2019, Jumat (20/9) malam.


Johann Zarco Pilih Mundur

Johann Zarco Pilih Mundur

Johann Zarco memilih mengundurkan diri dari MotoGP 2019 disaat race masih tersisa enam balapan lagi, Kamis (19/9) kemarin.


Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

Tunggal Putra Indonesia, Tommy Sugiarto tak berdaya saat melawan Kento Momota pada putaran kedua China Open 2019.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!