Sport
Share this on:

Cornet sang Penakluk Raksasa

  • Cornet sang Penakluk Raksasa
  • Cornet sang Penakluk Raksasa

Alize Cornet.

MONTREAL - Rasanya baru kemarin Angelique Kerber mencium trofi juara Wimbledon 2018. Saat itu dia begitu perkasa di hadapan sang ratu tenis Serena Williams. Tak sampai sebulan kemudian, petenis Jerman itu justru terpuruk saat tampil di ajang Rogers Cup di Montreal, Kanada. Dia menjadi unggulan teratas pertama yang harus pulang cepat dari turnamen pemanasan Amerika Serikat (AS) Terbuka tersebut.

Semakin ironis lantaran Kerber tak berdaya menghadapi petenis non unggulan Alize Cornet. Dua set langsung 6-4,6-1. Dengan kemenangan itu, sekali lagi, petenis Prancis tersebut mengukuhkan namanya sebagai petenis ’’penakluk raksasa’’ di ajang tenis tunggal putri dunia.

Kerber adalah unggulan keempat di Rogers Cup. Sementara itu, Cornet sama sekali belum pernah menembus 10 besar ranking dunia sepanjang karirnya. Peringkat terbaiknya adalah 11. Itu pun terjadi pada 2009. Tetapi, hingga saat ini, dia sudah 17 kali merobohkan petenis 10 besar dunia yang menjadi lawannya. Termasuk pemegang 23 gelar grand slam Serena Williams.

Dengan menumbangkan Kerber, kemenangan di babak 32 besar kemarin adalah yang kedua secara beruntun. Sebelumnya, mereka bertemu di babak kedua Tiongkok Terbuka tahun lalu. Cornet menang dua set, 6-4,6-4. Itu kemenangan pertama dia atas Kerber setelah tiga laga sebelumnya selalu kalah. Dalam lima pertemuan head-to-head keduanya, Kerber memang masih unggul 3-2.

Meski demikian, Cornet mengatakan tidak menggunakan cara yang sama untuk mengalahkan Kerber. ’’Taktikku tidak sama dengan di Beijing (Tiongkok Terbuka) tahun lalu,’’ ujar petenis 28 tahun tersebut.

’’Aku tahu dia (Kerber, Red) juga mengalami kemajuan pesat dalam enam bulan terakhir. Kalau tahun lalu aku fokus bermain dengan forehand untuk membuat dia terus bergerak, tahun ini tidak. Aku mengoptimalkan backhand,’’ tuturnya.

Kekalahannya dari Cornet itu menodai rekor Kerber sebagai petenis paling konsisten sepanjang 2018. Hanya sekali dia kalah di babak pembuka turnamen sebelum pekan ini. Yakni, ketika dibabat Alison Riske di Mallorca Open Juni lalu 5-7, 6-2, 6-1.

Kerber mengatakan belum bisa beradaptasi dengan cepat setelah bertanding di lapangan tanah liat di Wimbledon. Rogers Cup adalah turnamen yang berlangsung di lapangan keras. Sebagaimana diketahui, pertandingan kemarin adalah laga pertama Kerber setelah Wimbledon.

’’Aku rasa aku butuh waktu lebih banyak untuk beradaptasi dengan lapangan keras. Lebih banyak bertanding, lebih banyak sesi latihan di lapangan keras,’’ tandasnya. (c4/cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Tiket Opening Ceremony Terjual 70 persen
Tiket Opening Ceremony Terjual 70 persen

Berita Berikutnya

Marquez Berkuasa saat Hujan
Marquez Berkuasa saat Hujan

Berita Sejenis

Tinggalkan Cavaliers, LeBron Pilih Lakers

Tinggalkan Cavaliers, LeBron Pilih Lakers

Pertemuan LeBron James dengan sang agen Rich Paul dan President of Basketball Operations Los Angeles Lakers.


Wilder vs Joshua Makin Dekat

Wilder vs Joshua Makin Dekat

Duel unifikasi tinju juara dunia kelas berat antara sang penguasa sabuk versi WBC Deontay Wilder kontra Joshua makin mendekati kenyataan.


Akhirnya, Ricciardo “Shoey” Lagi

Akhirnya, Ricciardo “Shoey” Lagi

Tidak ada yang memprediksi hasil balapan GP Tiongkok akan seperti kemarin. Bahkan, bagi sang jawara Daniel Ricciardo sekalipun.


Red Bull Mulai Lirik Honda

Red Bull Mulai Lirik Honda

Performa apik Toro Rosso pada latihan bebas pra musim di Barcelona (26/2) bersama sang pemasok mesin anyar Honda membuat Red Bull terkesan.


Pacquiao Mulai Training Camp

Pacquiao Mulai Training Camp

Meski diklaim oleh sang promotor Bob Arum pertarungannya kontra Lucas Matthysse belum tentu terwujud, Manny Pacquiao memulai training camp.


Soal Aturan Servis, Marcus/Kevin Aman

Soal Aturan Servis, Marcus/Kevin Aman

Servis baru pasangan ganda putra nasional Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, disebut aman oleh sang pelatih, Herry Iman Pierngadi.


Lee Sang-hwa Gagal Hat-trick Emas

Lee Sang-hwa Gagal Hat-trick Emas

Speedskater Jepang Nao Kodaira menjadi mimpi buruk bagi atlet andalan tuan rumah Lee Sang-hwa.


Clippers Tak Lagi Butuh Griffin

Clippers Tak Lagi Butuh Griffin

Enam bulan lalu Los Angeles Clippers kembali mengikat Blake Griffin dengan kontrak raksasa selama lima tahun senilai USD 173 juta (Rp2,3 Triliun).


Rossi di MotoGP sampai Umur 40 Tahun

Rossi di MotoGP sampai Umur 40 Tahun

Setelah Yamaha memperpanjang kontrak Maverick Vinales hingga 2020, tinggal nasib sang maestro Valentino Rossi yang belum pasti.


Sainz Jr Ikuti Jejak Ayah

Sainz Jr Ikuti Jejak Ayah

Pembalap Renault di Formula 1 (F1), Carlos Sainz Jr tampaknya mulai tertarik mengikuti jejak sang ayah, Carlos Sainz Sr sebagai pembalap reli.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!