Sport
Share this on:

Crutchlow Anggap Zarco Tak Layak ke Honda

  • Crutchlow Anggap Zarco Tak Layak ke Honda
  • Crutchlow Anggap Zarco Tak Layak ke Honda

LONDON - Belum juga kosong, kursi balap milik Daniel Pedrosa di Repsol Honda sudah jadi buruan. Pembalap tim satelit Honda, LCR, Cal Crutchlow secara blak-blakan menyatakan tengah memburu kursi tersebut dengan tampil habis-habisa musim ini. Seri pembuka GP Qatar Minggu lalu baru awalan.

Crutchlow terlibat pertarungan sengit dengan delapan pembalap terdepan di Sirkuit Losail. Pada akhir lomba, pembalap Inggris tersebut finis keempat dengan terpaut 2 detik dari podium. Hasil tersebut mengantarnya menjadi pembalap non pabrikan tercepat di GP Qatar.

Crutchlow sejatinya sudah terikat kontrak langsung dengan Honda. Bahkan, untuk tahun ini dukungan dari mekanik Jepang diperkuat untuk meningkatkan daya gedornya di lintasan. Meski rumor yang beredar nama Johann Zarco digadang kuat menjadi kandidat rekan satu tim Marc Marquez, Crutchlow mengingatkan bahwa pengalaman membalap di atas RC213V membuatnya lebih layak menduduki kursi balap di Respol Honda.

Menurut Crutchlow, di luar pembalap tim pabrikan utama hanya dirinya yang paling berpengalaman di atas RCV. ''Dani (Pedrosa) adalah pembalap bagus, tapi dia sudah lama sekali berada di Honda. Jika mereka (Honda) memutuskan untuk tidak mempertahankan dia, tentu saja saya akan kecewa jika saya tidak menjadi pilihan satu-satunya,'' ujar Crutchlow dalam wawancara eksklusif dengan Motorcycle News.

Dia menyatakan, sudah melakukan banyak hal dalam pengembangan motor Honda, sehingga akan lebih mudah untuk menyesuaikan diri.

Cructhlow juga angkat bicara soal kabar yang menyebut Zarco ada dalam daftar kandidat kuat pengganti Pedrosa. ''Dia (Zarco) tidak akan bisa sehebat seperti saat mengendarai Yamaha jika membalap dengan motor Honda. Karena gaya balapnya tidak cocok,'' jelasnya. ''Tentu, seorang pembalap bisa belajar, tapi tidak akan mudah untuk dia,'' tukasnya.

Meski begitu, Crtuchlow tidak gentar menerima tantangan dari Zarco untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Tapi bukan untuk bersaing berebut kursi lungsuran Pedrosa.

''Tapi demi memastikan pembalap satelit terbaik,'' tandasnya. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Musim Perdana Luar Biasa Quartararo

Musim Perdana Luar Biasa Quartararo

Seri MotoGP Jepang masih milik Marc Marquez. Rider Repsol Honda keluar sebagai pemenang di Sirkuit Motegi, kemarin.


Barcelona Bikin Serial Dokumenter

Barcelona Bikin Serial Dokumenter

Meski bergelimang dana, tak banyak klub besar dunia yang membuat film sekuel mengenai jeroan klubnya.


Marquez Bisa Berpesta Lebih Awal

Marquez Bisa Berpesta Lebih Awal

Tak sedikit yang membantah bahwa juara dunia MotoGP bakal direbut kembali Marc Marquez.


Kallio Gantikan Zarco, Oliveira Punya Kesempatan

Kallio Gantikan Zarco, Oliveira Punya Kesempatan

Test rider KTM, Mika Kallio akhirnya menggantikan pembalap Prancis, Johann Zarco di Red Bull KTM Factory Racing mulai seri Aragon pekan lalu.


Masih Tercecer, Lorenzo Tolak Dikasihani

Masih Tercecer, Lorenzo Tolak Dikasihani

Ada dua persamaan yang melekat antara Pembalap KTM, Johann Zarco dan rider Repsol Honda asal Spanyol, Jorge Lorenzo.


Juara di Aragon, Marquez Semakin Tak Terkejar

Juara di Aragon, Marquez Semakin Tak Terkejar

Pembalap Repsol HondaMarc Marquez semakin mendekati gelar juara dunia motoGP tahun ini.


Pesepakbola Belanda Ditembak Mati

Pesepakbola Belanda Ditembak Mati

Sepakbola tak melulu bicara tentang keindahan lapangan hijau. Kisah tragis juga tercipta di tengahnya.


Johann Zarco Pilih Mundur

Johann Zarco Pilih Mundur

Johann Zarco memilih mengundurkan diri dari MotoGP 2019 disaat race masih tersisa enam balapan lagi, Kamis (19/9) kemarin.


Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

Tunggal Putra Hanya Tersisa Ginting

Tunggal Putra Indonesia, Tommy Sugiarto tak berdaya saat melawan Kento Momota pada putaran kedua China Open 2019.


Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Tiga Pebalap Indonesia Siap Terjun ke Moto2

Garuda muda tak selalu identik dengan sepakbola. Kancah dunia racing juga dilakoni para milenial di lintasan balap.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!