Sport
Share this on:

Di Mata Atlet, Satlak Prima Tak Begitu Membantu

  • Di Mata Atlet, Satlak Prima Tak Begitu Membantu
  • Di Mata Atlet, Satlak Prima Tak Begitu Membantu

**** - Atlet dan mantan atlet nasional ternyata tidak semuanya kompak untuk menolak keputusan pemerintah untuk membubarkan Satlak Prima.

Buktinya, ada juga beberapa atlet nasional yang juga mendukung kebijakan pemerintah tersebut. Salah satu di antaranya adalah Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi nasional.

Ya, peraih medali perak di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016 itu mengatakan bahwa, keberadaan Satlak Prima selama ini belum memberikan banyak kontribusi kepada kemajuan atlet selama SEA Games 2017 di Malaysia, Agustus lalu.

"Bahkan, ada beberapa masalah yang kami sampaikan ke Satlak Prima pun, juga tidak bisa diselesaikan oleh mereka," kata Eko.

Selain itu, atet yang memperkuat Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat, 2016 itu menambahkan bahwa, fungsi Satlak Prima juga tidak begitu strategis untuk menunjang prestasi atlet. Sebab, selama ini, program latihan dan tanggung jawab prestasi seorang atlet murni ditangani oleh masing - masing cabang olahraga.

Sementara untuk masalah anggaran pelatnas seperti uang saku dan dana suplemen atlet, semuanya langsung dicarikan oleh Komite Pengguna Anggaran yang ada di Kementrian Pemuda dan Olahraga.

"Dan tugas Satlak Prima selama ini hanya melakukan verifikasi data administrasi atlet, yang itu juga akan dilakukan di Kemenpora. Jadi, kalau mereka (Satlak Prima, Red) mau dibubarkan, ya tidak apa apa juga," kata Eko.

Di sisi lain, Susy Susanti peraih medali emas bulu tangkis nomor tunggal putri di Olimpiade Barcelona 1992 mengatakan bahwa, dia tidak mau terlalu dalam mengurusi kontroversi pembubaran Satlak Prima tersebut.

"Karena kalau bicara masalah birokrasi, pemerintah yang lebih tahu. Jadi, lebih baik serahkan masalah ini ke pemerintah saja," kata dia.

Wanita yang juga Kepala Bidang Pembinaan Dan Prestasi PB PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia) itu menambahkan, mereka sudah memutuskan untuk menghabsikan seluruh energi mereka untuk peningkatan kualitas dan prestasi bulu tangkis nasional. Mengingat, perhelatan Asian Games 2018 tinggal beberapa waktu lagi.

"Kami memilh untuk fokus dan kosentrasi dengan pembinaan serta peningkatan prestasi atlet kami saja. Kami tidak mau terbawa dengan polemik yang ada," papar dia.

Menurut dia, selama ini, dalam mempersiapkan atlet, mereka memang tidak begitu mengalami ketergantungan kepada Satlak Prima. "Karena kami sudah mandiri," tegasnya. (ben/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pedrosa Bisa Lebih Membantu Marquez

Pedrosa Bisa Lebih Membantu Marquez

MotoGP Australia di Phillips Island akhir pekan ini sangat krusial bagi perebutan gelar juara dunia 2017.


Kyrgios Tak Pernah Kapok

Kyrgios Tak Pernah Kapok

Seperti yang pernah dikatakan petenis nomor satu dunia Rafael Nadal, Nick Kyrgios sebenarnya memiliki segalanya untuk menjadi petenis terbaik dunia.


Pangkas Birokrasi, Satlak Prima Tak Perlu Dibubarkan

Pangkas Birokrasi, Satlak Prima Tak Perlu Dibubarkan

Wacana yang digulirkan pemerintah untuk memangkas birokrasi terkait keberadaan Satlak Prima terus bergulir.


Batman Face Tak Ikut ke Padang

Batman Face Tak Ikut ke Padang

Pencapaian Madura United dengan mengalahkan Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Jayapura (1/10) memang menjadi catatan baru.


Tak Ada Ekses Rebutan Penalti

Tak Ada Ekses Rebutan Penalti

Pelukan Neymar tak langsung pada Edinson Cavani. Melainkan ke Kylian Mbappe. Meski, Cavani-lah yang mencetak gol kedua itu.


Bawa Pulang Dua Emas dari AIMAG, Merah Putih Lebihi Ekspektasi

Bawa Pulang Dua Emas dari AIMAG, Merah Putih Lebihi Ekspektasi

Asian Indoor & Martial Art Games (AIMAG) 2017 menjadi salah satu multievent untuk bersiap menuju Asian Games 2018 buat atlet Indonesia.


Merah Putih Kunci Juara Umum Lebih Cepat

Merah Putih Kunci Juara Umum Lebih Cepat

Atlet difabel Indonesia memperlihatkan perjuangan luar biasa di multievent olahraga se Asia Tenggara, Asean Paragames (APG) 2017.


Raih 37 Emas, Merah Putih Kukuh di Puncak

Raih 37 Emas, Merah Putih Kukuh di Puncak

Atlet-atlet difabel Indonesia membuktikan kemampuan mereka di ajang ASEAN Paragames (APG) 2017.


Di Japan Open, Kevin/Marcus tak Dibebani Target

Di Japan Open, Kevin/Marcus tak Dibebani Target

Jadwal padat sedang menghadang para pebulutangkis nasonal.


Tunggal Putra AS Rontok

Tunggal Putra AS Rontok

Kesuksesan petenis Amerika Serikat di nomor tunggal putri tak diikuti dengan kisah yang sama di sektor putra.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!