Sport
Share this on:

Dimitrov Tembus Tiga Besar Dunia

  • Dimitrov Tembus Tiga Besar Dunia
  • Dimitrov Tembus Tiga Besar Dunia

Grigor Dimitrov memenangkan final melawan petenis Belgia David Goffin.(Reuters/Tony O'Brien)

LONDON - Nama Grigor Dimitrov menghiasi headline seluruh media di Bulgaria. Petenis 26 tahun itu merengkuh gelar tertinggi sepanjang karirnya, yakni juara ATP Finals di London, dinihari kemarin.

Setelah melalui pertarungan alot tiga set Dimitrov menaklukkan David Goffin 7-5, 4-6, dan 6-3. Sejak Dimitrov lolos ke turnamen yang hanya diikuit delapan petenis terbaik dunia itu, setiap pertandingannya selalu ramai ditonton di tanah kelahirannya, Bulgaria.

Tiga kanal televisi menyiarkan secara langsung pertandingan Dimitrov, termasuk televisi pemerintah BNT1. Belum lagi streaming di sejumlah situs lokal Bulgaria.

Di ajang ATP Finals, Dimitrov tak terkalahkan. Mulai dari persaingan di fase grup, semifinal, dan babak puncak, petenis yang pernah menjalin kasih dengan Maria Sharapova itu hanya kehilangan tiga set dalam lima laga.

''Dimitrov membawa air mata haru dan bahagia kepada ribuan orang Bulgaria yang menyaksikan langsung di O2 Arena dan jutaan pasang mata yang menonton langsung di depan layar televisi,'' tulis headline www.tennis24.bg.

Dimitrov berhak membawa pulang uang tunai USD 2,5 juta (Rp33,8 miliar) sebagai juara ATP Finals. Itu adalah jumlah maksimal yang bisa diraih peserta yang tak sekalipun kalah di sepanjang turnamen.

Tak hanya uang tunai fantastis, rangking dunia Dimitrov juga melonjak menjadi peringkat tiga dunia. Kini, Dimitrov menjadi petenis ketiga terbaik di dunia setelah Rafael Nadal dan Roger Federer.

Ranking tersebut didapatnya setelah meraih 1.500 poin rangking di ATP Finals. ''Tentu saja, gelar ini sangat berarti bagi saya. Pencapaian luar biasa yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Tapi saya masih memiliki kekuatan yang belum saya keluarkan secara maksimal,'' ucap Dimitrov dikutip dari situs resmi ATP.

Sebelumnya, hanya ada Maleeva bersaudara yakni Manuela, Katerina, dan Magdalena petenis Bulgaria yang sanggup menembus rangking enam besar dunia pada periode 1980-an dan 1990-an. Setelah itu, tenis putri menjadi sangat populer di Bulgaria.

Namun Bulgaria tak pernah melahirkan petenis putra sesukses Dimitrov. Sebelumnya, hanya ada Orlin Stanoytchev yang meraih peringkat terbainya, yakni rangking 96 dunia pada 2000.

Setelah itu Dimitrov muncul sebagai raja tenis Bulgaria dalam lima tahun belakangan. ''Grigor adalah role model atlet sukses di Bulgaria. Dalam 2-3 tahun terakhir, jumlah anak-anak yang bermain tenis meningkat drastis,'' ujar Manajer Pusat Tenis Nasional Bulgaria Georgi Donchev. (cak/jpg)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!