Sport
Share this on:

Dovi Langsung Panas, Marquez Bisa Kunci Gelar

  • Dovi Langsung Panas, Marquez Bisa Kunci Gelar
  • Dovi Langsung Panas, Marquez Bisa Kunci Gelar

SEPANG - Tanda-tanda bahwa bintang Ducati Andrea Dovizioso akan sangat kuat di GP Malaysia sudah terlihat sejak latihan bebas (FP) hari pertama kemarin. Dua sesi latihan berlangsung dalam kondisi yang berbeda. Tapi itu tak mengubah hasil akhir, karena Dovi selalu menjadi yang tercepat.

Di sesi latihan pagi kemarin trek sempat basah di beberapa titik. Namun kondisi permukaan aspal segera mengering seiring berjalannya waktu. Pada FP1 tersebut dua rider penunggang Ducati menjadi yang tercepat. Dovi mencatat waktu terbaik 2 menit 0.671 detik. Lebih cepat 0.071 detik dari rider Aspar Ducati Alvaro Bautista.

Pada sesi FP2 hujan menggenangi trek. Tidak satupun pembalap yang mampu memperbaiki catatan waktunya di sesi pagi. Dovizioso mengakhiri latihan hari pertama dengan catatan waktu 2 menit 11,640 detik. Di belakangnya Marquez memburu di tempat kedua. Namun jaraknya cukup jauh 0,526 detik.

FP2 dimanfaatkan Dovi untuk menguji dan membandingkan dua jenis fairing. Sebagian besar waktunya menggunakan fairing dengan sayap. Sepertinya, fairing tersebut dirasakan lebih pas dengan karakter sirkuit Sepang. Catatan waktu tercepatnya juga didapat saat Dovi menggunakan fairing dengan sayap tersebut.

Potensi besar Ducati juga dikonfirmasi oleh sejumlah rider lainnya. Rekan satu tim Dovizioso Jorge Lorenzo finish di posisi ketiga menghimpit Marquez, dengan selisih detik 1,055 detik.

Kemudian Danilo Petrucci (Pramac Ducati) finis di posisi kelima berjarak 1,408 detik. Siapapun tidak akan menganggap enteng dua rider tersebut di trek cepat seperti Sepang. Jika benar demikian, Marquez sedang ada dalam masalah besar.

Tak ada kata lain untuk menggambarkan peforma Dovi di sesi latihan hari pertama GP Malaysia, kecuali “sempurna”. Dovi mengaku, tidak terlalu sulit mendapatkan limit dari motornya di hari pertama.

"(Laptime tersebut) didapat dengan cukup mudah, lebih gampang lebih baik. Mendekati sempurna dan saya senang dengan waktuku di sesi pagi,'' ucap rider 31 tahun tersebut.

Meski mengalahkan Marquez di dua sesi latihan, Dovi mengakui mengejar defisit 33 poin di klasemen pembalap tetaplah misi yang berat. Karena itu, dia memilih fokus untuk memperbaiki kecepatannya daripada berpikir mengejar ketertinggalan poin.

''Jika beberapa pembalap bisa berada di antara kami (di akhir balapan), itu ideal. Tapi pertama, kami harus bekerja keras untuk mendapatkan kecepatan maksimal,'' terangnya.

Marquez hanya perlu finis kedua di Sepang untuk mengunci gelar juara keempatnya di MotoGP. Berarti Dovi wajib menang dan setidaknya ada satu pembalap finis di belakangnya untuk memaksa Marquez menunda pestanya di Malaysia. Bakal lebih seru jika Marquez gagal finis di podium. Karena gelar juara bakal ditentukan di seri pamungkas di Valencia.

Marquez mengaku masih kehilangan sedikit feeling di atas motor di hari pertama. Memulai sesi pagi dalam kondisi kering, setingan motor yang dipakai juara bertahan MotoGP didapat saat melakukan uji coba pra musim di Sepang, Januari lalu.

Namun segera didapati bahwa setingan tersebut tidak cocok. Kemudian tim mekanik mempersiapkan motor kedua dengan setingan berbeda. Hasilnya, lebih baik. ''Besok (hari ini) kami perlu menjajal setingan lainnya dan di kondisi basah saya merasa ok, tapi tetap kehilangan feeling yang saya inginkan,'' aku Marquez.

Setelah mempelajari sejumlah data, Marquez menyebut Dovi sangat cepat di Tikungan1. Namun dia yakin bisa memperbaiki kecepatannya di area yang sama dengan memperbaiki gaya balap dan juga set up motor. ''Saya juga akan melihat (Maverick) Vinales, (Valentino) Rossi, untuk memahami yang membuat mereka berbeda,'' paparnya.

Dengan melihat hasil latihan hari pertama, gap yang menganga lebih dari setengah detik antara Dovizioso dan Marquez, diperkirakan Ducati punya peluang lebih besar dalam perebutan pole position pada babak kualifikasi siang nanti.

Dovi harus habis-habisan di Sepang akhir pekan ini. Di saat yang sama, dia harus tetap tenang agar bisa membalap tanpa beban jika ingin kembali memenangi duel dengan Marquez.

Rider penunggang Ducati lainnya, juga berpeluang untuk “membantu” Dovi menghadapi dominasi Marquez. Semua pembalap bermotor Ducati bisa tampil cepat. Jika memungkinkan, Dovi bisa berdoa agar Minggu besok hujan.

Di kelas Moto2 penampilan debut pembalap Indonesia Dimas Ekky Pratama cukup meyakinkan. Meski hanya finis di posisi buncit di sesi latihan pagi, rider 25 tahun tersebut terus memperbaiki catatan waktunya. Pada FP2, saat kondisi trek basah, Dimas menunjukkan potensinya dengan naik ke posisi 16 dari 29 pembalap.

Catatan waktu terbaiknya adalah 2 menit 27, 392 detik. Dia menjadi rider Asia tercepat di FP2. Termasuk lebih cepat dari dua rider Malaysia, Hafizh Syahrin dan Khairul Idham, plus bintang dari Jepang yang musim depan akan melakoni musim debutnya di MotoGP bersama tim LCR Honda Takaaki Nakagami. (cak/jpnn)

Berita Sebelumnya

Williams Susul Pliskova Ke Semifinal
Williams Susul Pliskova Ke Semifinal

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

NBA Larang Clarkson ke Asian Games

NBA Larang Clarkson ke Asian Games

Harapan tim nasional basket Filipina bisa memainkan bintang NBA mereka Jordan Clarkson di Asian Games 2018 pupus.


Marquez Berkuasa saat Hujan

Marquez Berkuasa saat Hujan

Dengan permukaan sirkuit Red Bull Ring yang basah akibat hujan lebat di latihan bebas kedua (FP2), Marc Marquez memecahkan dominasi duo Ducati.


Daud Kejar Gelar Lightweight WBA

Daud Kejar Gelar Lightweight WBA

Petinju andalan Indonesia, Daud Yordan, bersiap kembali menyongsong pentas dunia.


Aturan Servis Baru Untungkan Nadal

Aturan Servis Baru Untungkan Nadal

Aturan baru tentang waktu jeda servis yang diberlakukan ATP langsung menuai kontroversi.


Kejar Rekor Megah Di Brno

Kejar Rekor Megah Di Brno

Melanjutkan kembali musim balap MotoGP 2018 usai jeda musim panas, dua pembalap penghuni klasemen teratas memasuki satu fase sejarah dalam karir mereka.


Tak Terdeteksi Tapi Efektif

Tak Terdeteksi Tapi Efektif

Meski belum tutup, klimaks bursa transfer NBA di offseason 2018 bisa dibilang telah lewat.


Yamaha Berharap, Dovi Tak Pikirikan Juara

Yamaha Berharap, Dovi Tak Pikirikan Juara

Sebelum memasuki jedah musim panas MotoGP 2018, juara bertahan Marc Marquez sudah unggul 46 poin sebagai pemuncak klasemen pembalap.


Bonnibauer Bisa Balik Kucing

Bonnibauer Bisa Balik Kucing

Leonardo Bonucci baru semusim hengkang dari Juventus ke AC Milan.


Ahsan/Hendra Kembali Rasakan Gelar

Ahsan/Hendra Kembali Rasakan Gelar

Ganda putra veteran Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali merasakan gelar di BWF Tour 2018.


Rossi Desak Reshuffle Di Yamaha

Rossi Desak Reshuffle Di Yamaha

Sejak 2016 Valentino Rossi sudah mengeluh bahwa Yamaha tidak mampu bersaing Honda dalam perebutan gelar juara MotoGP.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!