Sport
Share this on:

Dugaan Korupsi Bantuan KONI, 14 Saksi Mulai Diperiksa

  • Dugaan Korupsi Bantuan KONI, 14 Saksi Mulai Diperiksa
  • Dugaan Korupsi Bantuan KONI, 14 Saksi Mulai Diperiksa

JAKARTA - Kasus dugaan korupsi yang menerpa Kementerian Pemuda dan Olahraga seperti tak ada habisnya. Belum lama, KPK membongkar kasus korupsi di Kementerian yang dipimpin Imam Nahrawi dibongkar KPK, kini giliran Kejaksaan Agung yang melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi di Kemenpora.

Ini terkait dana bantuan pemerintah terhadap KONI Pusat Tahun 2017. Kepada Fajar Indonesia Network (FIN) Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Mukri yang membenarakan, proses penyidikan dugaan korupsi yang merugikan negara hingga Rp26 miliar itu.

Meski demikian, kasus ini masih dalam tahap penyidikan umum atau belum pada penetapan tahap penetapan tersangka. "Benar sudah tahap penyidikan tapi masih umum ya, belum ada tersangka," katanya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (19/6).

Mukri mengatakan, kasus ini bermula dari proposal KONI Pusat tertanggal 24 Nopember 2017 kepada Menpora Imam Nahrawi yang berisi permohonan bantuan senilai Rp26.679.540.000,00. Pada tanggal 8 Desember 2017, Menpora Imam Nahrawi memerintahkan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga untuk segera menindaklanjuti proposal dari KONI Pusat tersebut.

Ini mengingat dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) Kemenpora Tahun 2017 belum ada peruntukan anggaran untuk merespon proposal KONI tersebut. "Kemudian, Kemenpora melalui Biro Perencanaan melakukan revisi berdasarkan usulan Deputi 4 bidang Peningkatan Prestasi Olahraga," jelasnya

Hingga pada Desember 2017, Kemenpora menggulirkan dana bantuan hingga Rp25 miliar yang dicairkan ke rekening KONI. Penggunaannya diperuntukan dalam rangka pembiayaan program pendampingan, pengawasan, dan monitoring prestasi atlet jelang Asian Games 2018.

Namun, dalam pelaksanaannya diduga telah terjadi penyimpangan. Sejumlah oknum baik dari Kemenpora RI dan KONI Pusat ditengarai membuat laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran secara tidak benar alias fiktif. "Polanya yakni pengadaan barang dan jasa tanpa prosedur lelang sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara," ujar Mukri.

Proses pendalaman keterangan saksi terus dilakukan. Sejak kemarin (18/6), total ada 14 orang saksi yang diperiksa, mulai dari pejabat hingga kasir. Kemarin, penyidik telah memeriksa lima orang saksi yakni, Wahyu Prianto selaku Wakil Sekretaris Jenderal KONI Pusat. Ketua Internal Audit KONI Pusat ,Tia Adityasih. Bayu Deya Giovani selaku wakil sekretaris Jenderal PB PBSI.

Selanjutnya, Twisyono Selaku Ketua Bidang Perencanaan Program dan Anggaran KONI Pusat dan Wakil bendahara KONI Pusat Nurhasanah. Sehari sebelumnya, penyidik juga memeriksa 6 orang saksi dari Kemenpora RI. Mereka diantaranya anggota Tim Verifikasi Penyaluran Bantuan Pemerintah Dalam Akun Belanja Barang Lainnya Hari Setijono, Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Deswan dan seorang pensiunan PNS bernama Tarno.

Lalu, Kepala Bagian Bidang Prestasi Olahraga Daerah Kemenpora Dady Surjadi, Danny Armyn selaku Kepala Bagian Keuangan Kemenpora Dr. Muhammad Yunus MPd selaku Kepala Bagian Bidang Prestasi Olahraga Nasional Kemenpora. "Sampai saat ini sudah 14 orang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik, ini akan terus berkembang," beber Mukri. (lan/fin/zul/tgr)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rossi Mulai Tak Pede Juara Lagi

Rossi Mulai Tak Pede Juara Lagi

Hasil buruk yang diraih Valentino Rossi di paruh pertama musim ini membuat pembalap Monster Energy Yamaha itu kehilangan kepercayaan diri.


Rossi Minta Yamaha Segera Berbenah

Rossi Minta Yamaha Segera Berbenah

Pembalap gaek asal Italia, Valentino Rossi, mulai kehilangan kesabarannya dengan Yamaha.


Persebaya Mulai Temukan Jati Dirinya

Persebaya Mulai Temukan Jati Dirinya

Misi Persebaya Surabaya memburu hat-trick kemenangan di Liga 1 akhirnya terwujud.


Rossi dan Vinales Disentil Bos Yamaha

Rossi dan Vinales Disentil Bos Yamaha

Bos Yamaha Massimo Meregalli mulai kehilangan kesabaran dengan hasil buruk dua pembalapnya.


Cabor Berharap Banyak kepada Marciano Norman

Cabor Berharap Banyak kepada Marciano Norman

Letnan Jendral TNI (Purn) Marciano Norman resmi menjadi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2019-2023.


Fisik Pemain Timnas U-19 Belum Oke

Fisik Pemain Timnas U-19 Belum Oke

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-19 sudah mulai menjalani pemusatan latihan nasional (pelatnas) lagi.


Diwarnai Aksi Walk Out, Marciano Norman Terpilih Jadi Ketum KONI

Diwarnai Aksi Walk Out, Marciano Norman Terpilih Jadi Ketum KONI

Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat XIII tahun 2019 diwarnai aksi walk out.


Semakin Cepat, Quartararo Mulai Tebar Ancaman di Assen

Semakin Cepat, Quartararo Mulai Tebar Ancaman di Assen

Akhir pekan ini, balapan MotoGP akan kembali digelar di Sirkuit Assen Belanda.


Motor Kian Cepat, Ducati Mulai Tebar Ancaman di Assen

Motor Kian Cepat, Ducati Mulai Tebar Ancaman di Assen

Keluhan Danilo Petrucci soal lambatnya Desmosedici GP19 direspon dengan cepat oleh Ducati.


Calonkan Ketum KONI, Marciano Curhat ke Menpora

Calonkan Ketum KONI, Marciano Curhat ke Menpora

Marciano Norman menyambangi kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk menemui Menpora, Imam Nahrawi, Senin (24/6) kemarin..



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!