Sport
Share this on:

Dukungan untuk Muddai Madang Terus Bertambah

  • Dukungan untuk Muddai Madang Terus Bertambah
  • Dukungan untuk Muddai Madang Terus Bertambah

JAKARTA - Muddai Madang makin percaya diri untuk mencalonkan sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat pada Musyarawah Organisasi Nasional Luar Biasa KONI Pusat yang bakal digelar pada 2 Juli 2019, mendatang.

Kepercayaan diri Muddai tak lepas dari dukungan yang terus mengalir kepada dirinya. Seperti dalam acara Silahturahmi Bapak Muddai Madang Bersama KONI Provinsi Cabang Olahraga' di Hotel Mulia, Senin (17/6) kemarin malam, Muddai mendapatkan dukungan dari sejumlah tokoh penting olahraga Tanah Air.

Sebut saja Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yang mengaku bakal mendukung Muddai Madang pada bursa pencalonan ketua umum KONI Pusat. Akan tetapi, itu semua ada syaratnya.

Pria yang pernah menajabat sebagai ketua panitia penyelenggara Asian Games 2018 itu membeberkan syarat yang dimaksud. Antara lain harus komitmen dan peduli kepada cabang olahraga. Ke depan, sistem yang sudah dilaksanakan di Asian Games 2018 harus dipertahankan, contohnya adalah dana pemerintah harus ke cabor langsung tanpa lewat perantara.

"Saya rasa penting sekali ke depanya KONI memiliki figur yang tentu inovatif, bahwa apa yang sudah sama-sama kita lakukan di Asian Games 2018 kemarin itu harus terus kita jaga. Tentu punya komitmen juga, dan kalau saya lihat, apa yang sudah dilakukan di Asian Games, misalnya pendanaan cabor-cabor bisa langsung kepada cabor-cabor, tinggal KONI menjaga itu dan perlu kita sama-sama pertahankan. Kalau hal itu menjadi tujuannya, tentu saya dukung. Sebelum menang, jangan pernah menyerah," ujar Erick di sela-sela acara tersebut.

"Insya Allah sinergi antara KONI dan KOI itu harus terus dijaga, karena seperti yang Pak Muddai bilang, bahwa kita harus sama-sama membangun olahraga nasional, tanpa ada perbedaan visi ataupun ego-ego yang kita tidak mau menjadi hambatan ke depannya," sambung pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo di Pilpres 2019 itu.

Ketua Umum PB Percasi yang juga Wakil Ketua DPR RI, GM Utut Adianto mengatakan, organisasi pimpinannya sudah bulat mendukung Muddai Madang. Utut juga sependapat dengan visi Muddai yang siap mewujudkan industri olahraga. Meski tidak mudah, namun itu semua harus didukung demi kemajuan olahraga nasional.

"Yang terpenting adalah mampu membawa olahraga jadi industri, tetapi itu perlu step by step. langkah yang pertama adalah, makin memasifkan, pembinaan olahraga dan ujung-ujungnya olahraga bisa menjadi tonotonan dan diminati. Kami juga berharap mudah-mudahan Pak Muddai bisa menghimpun business man dan dapat dipercaya," tutur Utut ditempat yang sama.

"Pak Muddai background-nya pengusaha, artinya, beliau punya tugas kedepan, olahraga itu menarik bagi sponsorship. Karena sponsor akan datang, kepada orang-orang yang diyakini bisa mengelola dana itu dengan baik. Satu kelebihan Pak Muddai adalah dia memiliki fashion di olahraga, dan kegembiraan dia adalah olahraga dan kita rasanya mendukung," tambahnya.

Serupa dengan Utut, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) Aziz Syamsuddin siap all out mendukung Muddai. Bahkan pria yang juga menjabat Ketua Komisi III DPR RI memastikan kalau Muddai benar-benar maju, maka cabang cricket akan menjadi yang pertama untuk mendukungnya.

"Kita mendukung penuh Pak Muddai, sebagai kandidat ketua umum KONI. Mudah-mudahan visi dan misi beliau didukung oleha para cabor dan KONI-KONI Provinsi, sehingga visi dan misi beliau bisa terwujud. Saya juga berharap semua yang hadir disini tetap komitmen mendukung Pak Muddai," tegas Aziz.

Sementara itu, Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto yang juga hadir pada kesempatan itu mengakui bahwa Muddai Madang memiliki peran cukup penting di olahraga Indonesia, khususnya Asian Games 2018. Gatot menceritakan, sebelum Asian Games 2018 berlangsung, Muddai merupakan sosok penting terselenggaranya pesta olahraga empat tahunan itu di Indonesia. Sebab menurut Gatot, dirinya bersama Muddai Madang, Rita Subowo dan Alex Noerdin lah yang menyambangi Presiden Olimpiade Asia (OCA), Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah pada 2014 silam.

"Suksesnya Asian Games 2018 yag dipimpin Pak Erick Thohir, juga suksesnya Pak Muddai. Karena Asian Games itu diawali dengan Pak Muddai serta teman-teman," jelas Gatot.

Akan tetapi, Gatot menegaskan pihaknya dalam hal ini Kemenpora akan bertindak netral dalam konteks pemilihan ketua umum KONI Pusat Periode 2019-2023. Namun, ia berharap siapapun yang terpilih nanti, mampu membawa KONI Pusat lebih baik lagi, terutama dari segi keuangan yang dinilainya menjadi kendala KONI saat ini.

"Kami pemerintah netral dalam pemilihan ini, tetapi siapun yang terpilih harus mampu men-trigger sumber keuangan, karena satu kelemahan KONI adalah di situ," ucapnya.

Namun, Gatot mengaku sangat sepakat dengan salah satu program yang dicanangkan oleh Muddai Madang yang tidak ingin mengandalakan dana APBN sepenuhnya untuk menjalankan program KONI. Ia mengatakan, program Muddai yang ingin menghimpun dana melalui sponsor dan menjadikan olahraga sebagai industri merupakan solusi yang tepat.

"Kami sepakat dengan program pak Muddai yang tidak ingin mengandalkan penuh APBN dalam menjalankan roda organisasi KONI Pusat. Dengan adanya program melibatkan sponsor dan menjadikan olahraga sebagai industri merupakan suatu terobosan yang bagus dalam mengatasi masalah anggaran peningkatan prestasi olahraga," terang Gatot.

Memang, dalam sambutannya, Muddai Madang mengaku bakal berusaha untuk mengatasi masalah yang terjadi di KONI Pusat saat ini dengan memaksimalkan dana sponsor sebagai pihak ketiga, jika dirinya terpilih. Menurutnya pihak ketiga menjadi salah satu jalan keluar terbaik menghindari penggunaan uang negara (APBN) untuk menjalankan program KONI.

"Memanfaatkan pihak ketiga, itu seperti yang telah dilakukan oleh KOI. Karena biaya operasional KOI itu sudah tidak lagi menggunakan APBN. Dan itu patut diterapkan di KONI Pusat. Mudah-mudahan semua bisa maksimal dengan peran sponsor," tutur Muddai.

Oleh sebab itu, Muddai mengaku jika ingin melibatkan sponsor tentunya olahraga di Tanah Air bisa lebih berprestasi dan menghibur. Untuk hal itu, dirinya meiliki cara untuk melakukan pembinaan prestasi pada setiap cabang olahraga. Nantinyan, setiap cabor direncanakan akan diperkuat oleh pelatih fisik, sport science, dan sport intelligence.

"Kita sudah bicara teknologi untuk pembinaan. Juga sport intelligence untuk ukur kekuatan lawan dan kita seperti apa sehingga jika kita punya target tidak melesat jauh sampai 30 persen misalnya," tukasnya.

Selain keempat tokoh di atas dan Muddai, acara tersebut juga dihadiri oleh, Mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Nurdin, Ketua Umum Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Trimedya Panjaitan, Plt Ketum PSSI, Iwan Budianto, Ketua Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) Kresna Bayu, La Nyalla Mattalitti, serta beberapa pengurus KONI Provinsi dan cabang olahraga lainnya. (gie/fin/zul/wsa)

Berita Sebelumnya

Derby Jartim yang Paling Ditunggu
Derby Jartim yang Paling Ditunggu

Berita Berikutnya

Honda Akui Lorenzo Bersalah
Honda Akui Lorenzo Bersalah

Berita Sejenis

PSM Belum Stabil di Usia 104 Tahun

PSM Belum Stabil di Usia 104 Tahun

Pada 2 November lalu, PSM menginjak usia 104 tahun. Usia matang untuk memberikan yang terbaik.


Tribute untuk Pembalap Muda Indonesia

Tribute untuk Pembalap Muda Indonesia

Maverick Vinales tampil dominan sepanjang balapan MotoGP Malaysia, Minggu (3/11) kemarin.


Belasungkawa Pebalap MotoGP Terus Mengalir

Belasungkawa Pebalap MotoGP Terus Mengalir

Meninggalnya pembalap Indonesia asal Kota Tasikmalaya Afridza Munandar di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11) lalu, memunculkan banyak ungkapan duka cita dar


Kevin/Marcus Sudah Raih 7 Gelar Super Series

Kevin/Marcus Sudah Raih 7 Gelar Super Series

Pasangan ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kembali mempersembahkan trofi juara untuk Indonesia.


Timnas ke Dubai Lebih Awal

Timnas ke Dubai Lebih Awal

Timnas berangkat menuju Kota Dubai lebih awal, tadi malam, untuk bersiap jelang laga kualifikasi melawan Uni Emirat Arab di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 202


Timnas U23 Harus Juara Sea Games

Timnas U23 Harus Juara Sea Games

Indra Sjafri telah memanggil 30 pemain untuk menjalani training camp (TC) Timnas U23 di Bogor, Selasa (1/10).


Jika Kalah Lagi, Tekanan Giampaolo Makin Besar

Jika Kalah Lagi, Tekanan Giampaolo Makin Besar

Nada pesimistis meluncur dari mulut Marco Giampaolo, kemarin. Sang juru taktik AC Milan itu mengakui skuatnya hanya membutuhkan waktu untuk kembali pada trek ke


Timnas U23 Daftarkan 40 Pemain untuk Sea Games

Timnas U23 Daftarkan 40 Pemain untuk Sea Games

ersatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah mendaftarkan 40 pemain untuk perhelatan SEA Games 2019 di Filipina, November mendatang.


PRSI Gelar Pemusatan Latihan Hingga ke AS

PRSI Gelar Pemusatan Latihan Hingga ke AS

Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) terus mempersiapkan atlet-atletnya untuk mengikuti SEA Games 2019 Filipina November, mendatang.


Ahsan/Hendra Belum Kepikiran Gantung Raket

Ahsan/Hendra Belum Kepikiran Gantung Raket

Usia Mohamad Ahsan dan Hendra setiawan memang tidak muda lagi, untuk ukuran persaingan elit bulutangkis dunia saat ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!