Sport
Share this on:

E-sport Masuk Kurikulum Tuai Polemik

  • E-sport Masuk Kurikulum Tuai Polemik
  • E-sport Masuk Kurikulum Tuai Polemik

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi merespons perkembangan e-sport di kalangan generasi milenial dengan melontarkan gagasan memasukkan e-sport dalam kurikulum. Usulan ini pun dianggap berlebihan dan menuai pro dan kontra.

Ya, belum lama ini, Imam menyebut e-sport sebagai olahraga yang dapat melatih fisik maupun mental pemainnya karena menuntut konsentrasi tinggi dan durasinya bisa sampai berjam-jam. Gagasan politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu menimbulkan pro dan kontra.

Ada yang menyebutnya sebagai sebuah terobosan dalam dunia pendidikan, ada pula yang menilai wacana itu hanya akan membebani kurikulum yang sudah diterapkan. Pemerhati pendidikan dari Universitas Multimedia Nusantara Doni Koesoema menilai gagasan memasukkan e-sport dalam kurikulum tidak realistis karena dapat mengacaukan kurikulum yang telah dibuat dan diterapkan.

"Kurikulum itu kalau mau ditambahkan materi pembelajaran, itu ada aturannya, jadi artinya kita tidak bisa setiap kali ada kebutuhan, kepentingan, lalu kemudian semua akan dimasukkan dalam kurikulum," ujar Doni, pendiri Pendidikan Karakter Education Consulting, saat ditemui di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (12/3) kemarin.

Bila pemerintah tetap ingin memasukkan e-sport dalam pendidikan di sekolah, dia menyarankan agar permainan atau olahraga tersebut masuk dalam kegiatan ekstrakurikuler saja.

"Anak-anak kita juga perlu memiliki pengalaman bermain melalui permainan yang sifatnya digital, namun saya pribadi melihat ini seharusnya menjadi semacam pilihan saja, karena tidak setiap orang itu bisa atau menyukai permainan elektronik seperti ini," ucap dia.

Ketua Umum Indonesia e-Sport Association (IeSPA) Eddy Lim mengatakan masyarakat tidak perlu terlalu gaduh menyikapi gagasan Menteri Pemuda dan Olahraga memasukkan e-sport ke kurikulum. Wacana tersebut, menurut dia, mestinya dilihat sebagai upaya positif untuk mendukung pengembangan pendidikan siswa.

"Yang pasti itu bukan mengajak orang untuk bermain gim. Kalau ajak orang bermain gim, tidak perlu dimasukkan dalam kurikulum, kita larang orang juga akan main dengan sendirinya. Jadi kalau dimasukkan dalam kurikulum itu lebih kepada pembentukan sumber daya manusia untuk industri e-sport ke depannya," kata Eddy.

Eddy melihat gagasan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk membangun ekosistem industri e-sport di Indonesia. "Bicara e-sport tidak cuma pemainnya saja, tapi juga industrinya, kita bicara tentang sport entertaiment dunia digital saat ini," katanya.

"Kalau diajarkan dalam kurikulum itu berupa bisnis atau ekonomi, misal menjadi event organizer atau programmer membuat gim, itu kenapa tidak boleh? Dia bisa diajarkan lewat bisnis atau ekonomi," tambah dia.

Eddy mengatakan di dunia internasional pun wacana memasukkan e-sport dalam kurikulum masih dalam proses penggodokan. Semua negara, kata dia, pada prinsipnya memiliki tujuan yang sama untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak.

"Semua orang di dunia punya concern yang sama, anak-anak tidak boleh lama-lama main gim," timpal Eddy. (dbs/ful/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Menunggu Aksi Robert Kubica
Menunggu Aksi Robert Kubica

Berita Sejenis

Masuk Kualifikasi Olimpiade 20202, Eko Yuli Tetap Ikut SEA Games

Masuk Kualifikasi Olimpiade 20202, Eko Yuli Tetap Ikut SEA Games

Lifter putra andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan dipastikan turut serta dalam SEA Games 2019 di Filipina.


Zandvoort Masuk Kalender F1 Musim Depan

Zandvoort Masuk Kalender F1 Musim Depan

Setelah tertidur selama 35 tahun, Sirkuit Zandvoort di Belanda akhirnya kembali akan menggelar balap Formula 1 selama tiga musim mulai 2020 mendatang.


Djarum Sirnas Jadi Pembuktian Mantan Pebulutangkis Pelatnas

Djarum Sirnas Jadi Pembuktian Mantan Pebulutangkis Pelatnas

500 pebulutangkis siap berlaga di Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2019 Seri II di GOR Dempo Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.


Serena Out ditangan Pliskova

Serena Out ditangan Pliskova

Serena Williams sempat menyandang gelar ratu tenis dunia. Di usianya yang masuk 37 tahun, dia masih kompetitif untuk bersaing di WTA Tour.


Zhou Jadi Bagian Renault

Zhou Jadi Bagian Renault

Renault Sport Academy mendapatkan pembalap baru menjelang musim 2019 bergulir.


NPC Berkilah, Kemenpora Typo

NPC Berkilah, Kemenpora Typo

Polemik bonus pelatih para-cycling Asian Para Games (APG) 2018 semakin sulit diurai.


Hasil Kejurnas Jadi Pertimbangan Masuk Pelatnas

Hasil Kejurnas Jadi Pertimbangan Masuk Pelatnas

Kejurnas angkat besi 2018 akan berlangsung pekan depan, 25-30 November 2018 di GOR Padjadjaran, Bandung.


Halep Mundur, Bertens Masuk

Halep Mundur, Bertens Masuk

Ranking satu dunia Simona Halep akhirnya memutuskan mundur dari ajang WTA Finals tahun ini.


Meski Mudah, Tetap Harus Waspada

Meski Mudah, Tetap Harus Waspada

Jepang Terbuka hari ini akan mempertandingkan sektor ganda putra dan ganda putri di Musashino Forest Sport Plaza.


Tunggal Putra Tanpa Cadangan

Tunggal Putra Tanpa Cadangan

Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Indonesua PB PBSI merilis 20 pebulutangkis yang masuk dalam tim inti di Asian Games 2018.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!