Sport
Share this on:

Ferrari Pertahankan Raikkonen, Red Bull Mengancam

  • Ferrari Pertahankan Raikkonen, Red Bull Mengancam
  • Ferrari Pertahankan Raikkonen, Red Bull Mengancam

STAVELOT - Penggung sirkus Formula 1 bakal kembali akhir pekan ini. Setelah sebulan melewati jedah libur musim panas drama pertarungan perebutan gelar juara dunia akan tiba di sirkuit klasik Spa-Francorchamps di Belgia. Salah satu tim yang bakal menjadi sorotan adalah Red Bull-TAG Heuer karena berambisi mengalahkan Ferrari di sisa musim.

Indikasi bahwa Red Bull akan tampil agresif di Spa terlihat dari pemilihan ban. Dari 13 set ban yang disediakan sepanjang akhir pekan dua pembalap Red Bull Daniel Ricciardo dan Max Verstappen memilih sembilan set ultrasoft. Sedangkan sisanya, tiga set supersoft dan hanya satu soft. Hanya pembalap McLarehn-Honda Stoffel Vandoorne yang memilih alokasi ban yang sama.

Bandingkan dengan pilihan ban pembalap-pembalap Mercedes dan Ferrari yang melakukan pendekatan lebih konservatif. Misalnya, Lewis Hamilton yang memilih enam ban ultrasoft, tiga ban supersoft, dan empat soft. Sementara rekan satu timnya Valtteri Bottas hanya mengurangi satu alokasi ban soft-nya untuk digantikan dengan satu set supersoft.

Untuk dua pembalap Ferrari Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen, mereka memilih alokasi ban yang sama. Masing-masing tiga set soft dan supersoft, plus tujuh set ultrasoft.

Seperti diketahui, secara teori, ban yang memiliki kompon lebih lunak memiliki cengkeraman lebih kuat. Dampaknya adalah ban tersebut akan lebih mudah mendapatkan catatan waktu cepat. Namun, karena permukaannya lunak ban jenis ini lebih mudah terkikis atau aus.

Red Bull memang punya catatan bagus di Spa. Sejak kembali menggelar GP pada 2007, setelah absen 2006, tim Austria tersebut sudah menang tiga kali. Dua kemenangan beruntun terjadi pada 2013-2014.

Yang pertama dari tangan Sebastian Vettel dan kedua disumbangkan Daniel Ricciardo. Sedangkan sebelumnya terjadi pada 2011 juga dengan Vettel. Tapi dua musim terakhir, kemenangan selalu menjadi milik Mercedes. Karena memang Spa adalah trek yang menuntut power mesin besar.

Akhir pekan ini, Red Bull bisa berharap pada pemasok mesin mereka Renault. Pabrikan Prancis tersebut menjanjikan upgarde mesin bukan hanya untuk seri Belgia, tapi juga seri berikutnya GP Monza di Italia. Tapi apakah upgrade tersebut bisa mengejar defisit mereka dari Mercedes atau Ferrari?

Bos Red Bull Christian Horner menaruh harapan pada pengembangan mesin Renault sepanjang jedah musim panas. Dengan keyakinan itu pula dia berani mematok target bisa mengalahkan Ferrari pada klasemen konstrtukto di paro kedua musim. Sayang, keyakinan itu enggan diamini bintang mudanya Max Verstappen.

''Aku rasa dari sisi mesin tidak akan banyak kemajuan jika dibandingkan dengan tim-tim lain,'' katanya.

Namun Verstappen merasa Spa seperti balapan kandangnya sendiri. Jarak Belgia yang sangat dengan dengan Belanda membuat penggemar pembalap 19 tahun itu selalu membanjiri grand stand. Bahkan, saking banyaknya pendukung Verstappen yang datang tahun lalu, pengelola sirkuit mengalokasikan satu grand stand khusus untuk pembalap Belanda itu.

''Tentu ini seperti balapan kandang untukku. Karena posisinya sangat dekat dengan perbatasan dan saat ini tidak ada balapan di Belanda. Tahun lalu banyak sekali penonton yang mengenakan kaus dan membawa bendera oranye, keren sekali melihat itu,'' ucapnya.

Karakter sirkuit cepat di Spa memang langsung dianggap pas dengan mobil Mercedes. Wheelbase W08 yang lebih panjang adalah keuntungan besar bagi skuat Brackley tersebut. Meski begitu Bos Mercedes Toto Wolff enggan jumawa. Menurutnya, dominasi Ferrari di GP Hungaria masih menghantui.

''Di atas kertas orang akan berasumsi kalau Spa cocok dengan mobil kami karena di sini efisiensi aerodinamika sangat penting. Tapi asumsi bisa jadi bahaya. Kita sudah melihat banyak sekali momen di musim ini dimana prediksi bisa dibalikkan dari satu pekan ke pekan lainnya,'' kata Wolff.

Sementara itu Ferrari telah memastikan mempertahankan posisi Kimi Raikkonen tahun depan. Perpanjangan kontrak tersebut berlaku satu tahun hingga akhir musim 2018. Kontrak tersebut dirasa layak diberikan kepada pembalap Finlandia tersebut setelah pengorbanan besar yang diberikannya kepada Ferrari tahun ini.

Setidaknya, sudah dua kali Raikkonen memberikan peluangnya untuk memenangi balapan demi memuluskan jalan Vettel menjadi juara dunia bersama Ferrari. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Siap-siap Jumpa Thailand di Semifinal
Siap-siap Jumpa Thailand di Semifinal

Berita Sejenis

Vettel Sial Lagi, Hamilton Pepet Ferrari

Vettel Sial Lagi, Hamilton Pepet Ferrari

Kesialan masih saja membelit langkah Sebastian Vettel dalam memburu defisit poin dari rival terdekatnya, Lewis Hamilton.


Raikkonen Bikin Wartawan Ger-geran

Raikkonen Bikin Wartawan Ger-geran

Kimi Raikkonen benar-benar menjadi bintang di Singapura.


Langkah Ferrari Makin Berat

Langkah Ferrari Makin Berat

Kesempatan pembalap Ferrari Sebastian Vettel untuk menipiskan jarak poin dengan pimpinan klasemen yakni pembalap Mercedes Lewis Hamilton di GP Italia.


Ferrari Anti Klimaks di Kandang

Ferrari Anti Klimaks di Kandang

Grand Prix Italia berakhir anti klimaks untuk Ferrari.


Ferrari: Mercedes Sangat Tertekan

Ferrari: Mercedes Sangat Tertekan

Kemenangan Sebastian Vettel di GP Belgia Minggu kemarin membuat Ferrari semakin percaya diri.


Kali ini Milik Vettel

Kali ini Milik Vettel

Persaingan pembalap Ferrari Sebastian Vettel dan Mercedes Lewis Hamilton makin seru.


Raikkonen Bisa Jadi Kejutan

Raikkonen Bisa Jadi Kejutan

Sudah banyak drama yang mewarnai bursa transfer pembalap Formula 1 untuk musim 2019. Kini perburuan para penggantinya juga diprediksi bakal penuh kejutan.


Lorenzo Juara, Marquez Semakin Tak Terkejar

Lorenzo Juara, Marquez Semakin Tak Terkejar

Ducati dengan susah payah mempertahankan statusnya sebagai Raja Red Bull Ring tadi malam.


Marquez Berkuasa saat Hujan

Marquez Berkuasa saat Hujan

Dengan permukaan sirkuit Red Bull Ring yang basah akibat hujan lebat di latihan bebas kedua (FP2), Marc Marquez memecahkan dominasi duo Ducati.


Ferrari Siapkan Perlawanan Berikutnya

Ferrari Siapkan Perlawanan Berikutnya

Usai memenangi GP Inggris di Sirkuit Silverstone 8 Juli lalu, Ferrari seakan mengonfirmasi bahwa merekalah tim terbaik di Formula 1 saat ini.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!