Sport
Share this on:

Gagal Jadi Nomor 1 Lagi

  • Gagal Jadi Nomor 1 Lagi
  • Gagal Jadi Nomor 1 Lagi

INDIAN WELLS - Keinginan petenis nomor dua dunia Caroline Wozniacki merampas mahkota ranking satu dunia milik Simona Halep melalui Indian Wells Masters gagal terwujud.

Soalnya, secara mengejutkan, bintang asal Denmark itu kemarin terhenti di babak keempat. Wozniacki dibabat petenis berusia 20 tahun asal Rusia Daria Kasatkina 4-6, 5-7.

Indian Wells Masters sebetulnya merupakan turnamen yang tepat bagi Wozniacki untuk kembali ke puncak dunia setelah kali terakhir di mencapainya pada 2010. Ranking satu dunia otomatis menjadi hak Wozniacki menjuarai ajang ini.

Apalagi, penampilan petenis 27 tahun itu sedang berada di atas angin pasca Januari lalu menjadi juara grand slam Australia Terbuka. Sekarang, dengan hasil ini, Halep bakal bertahan sebagai nomor satu dunia.

Kemarin, petenis Rumania tersebut melaju ke perempat final dengan menumbangkan petenis Tiongkok Wang Qiang 7-5, 6-1. ''Dia (Kasatkina) mengakali saya hari ini (kemarin, red),” ucap Wozniacki sebagaimana dilansir Associated Press.

''Saya sudah berusaha melakukan hal-hal yang diperlukan. Tapi saya tidak mampu mengeksekusinya dengan baik,” imbuhnya.

Hasil ini juga membuat Kasatkina makin populer sebagai petenis muda yang jago menaklukkan para juara grand slam. Sebelum menghajar Wozniacki, dia juga sudah pernah mengalahkan Garbine Muguruza (juara Prancis Terbuka 2016 dan Wimbledon 2017), Jelena Ostapenko (juara Prancis Terbuka 2017) , dan Sloane Stephens (juara Amerika Serikat Terbuka). Hasil ini membuat Kasatkina unggul head-to-head atas Wozniacki dengan rekor 2-l.

''Saya tidak memikirkan apa-apa,” ucap Kasatkina. ''Hanya datang ke pertandingan dan berusaha menikmati setiap menitnya. Saya telah memainkan pertandingan terbaik melawan petenis terbaik. Jika ingin berada di atas, kamu memang harus bisa mengalahkan yang terbaik. Itu rumusnya,” tambahnya.

Di perempat final, Kasatkina akan menghadapi mantan petenis nomor satu dunia yakni Angelique Kerber. Kemarin, petenis terbaik Jerman itu melaju ke delapan besar dengan mengeliminasi Caroline Garcia (Prancis) 6-1, 6-1. Kerber menjalani musim 2018 ini dengan apik. Rekornya 16-3. Dalam perjalanannya dia meraih satu trofi Sydney International pada Januari. (irr/nur/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Joshua: Cukup 8 Ronde untuk Povetkin

Joshua: Cukup 8 Ronde untuk Povetkin

Ketangguhan Anthony Joshua sebagai penguasa sabuk juara dunia kelas berat versi WBA, IBF, dan WBO akan diuji sekali lagi dini hari nanti.


Wade Nambah Semusim Lagi

Wade Nambah Semusim Lagi

Setelah menimbang-nimbang cukup lama, Dwyane Wade akhirnya sudah memutuskan masa depannya di NBA.


Vettel Sial Lagi, Hamilton Pepet Ferrari

Vettel Sial Lagi, Hamilton Pepet Ferrari

Kesialan masih saja membelit langkah Sebastian Vettel dalam memburu defisit poin dari rival terdekatnya, Lewis Hamilton.


De La Hoya Ingin Jadi Presiden

De La Hoya Ingin Jadi Presiden

Di tengah persiapan menghelat duel akbar kelas menengah antara Gennady Golovkin kontra Saul Canelo Alvarez.


Langsung Kebut Untuk Kejuaraan Dunia

Langsung Kebut Untuk Kejuaraan Dunia

Waktu transisi yang diberikan bagi para pendekar silat Indonesia sudah habis, tidak ada lagi perpanjang libur.


Alonso Geber Indycar Lagi

Alonso Geber Indycar Lagi

Jeda dua minggu balapan Formula 1 dimanfaatkan Fernando Alonso untuk melakukan tes balapan Indycar bersama tim Andretti Autosport.


Enam Emas Antar Ikee Jadi MVP

Enam Emas Antar Ikee Jadi MVP

Untuk kali pertama dalam sejarah Asian Games, gelar atlet terbaik alias most valuable player (MVP) jatuh pada atlet perempuan.


Indonesia Butuh Tambahan Pembalap Track

Indonesia Butuh Tambahan Pembalap Track

Hingga hari terakhir balap sepeda disiplin track, skuad Indonesia tak berhasil meraih satu pun medali. Kemarin, ada empat nomor pemungkas yang dilombakan.


Tiongkok Pertegas Dominasi di Asian Games

Tiongkok Pertegas Dominasi di Asian Games

Tiongkok kembali memperlihatkan dominasi mereka pada nomor loncat indah pada Asian Games 2018.


Minimal Bisa Tambah Tiga Emas

Minimal Bisa Tambah Tiga Emas

Bagi Indonesia pencak silat jadi cabor yang paling moncer di Asian Games 2018. Pantas saja bila disebut demikian.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!