Sport
Share this on:

Harinya Para Underdog

  • Harinya Para Underdog
  • Harinya Para Underdog

GUANGZHOU - Babak final BWF Tour Finals 2018 berakhir antiklimaks bagi para unggulan. Dari lima nomor final yang dipertandingkan di Tianhe Gymnasium kemarin, tiga di antaranya dimenangkan oleh pemain yang peringkat dunianya lebih rendah.

Pusarla V. Sindhu mengalahkan tungal putri nomor dua dunia, Nozomi Okuhara. Shi Yuqi mengalahkan tunggal putra terbaik dunia Kento Momota. Sedangkan Wang Yilyu/Huang Dongping menaklukkan rekan senegaranya yang menguasai ganda campuran dunia, Zheng Siwei/Huang Yaqiong.

Tidak mengherankan kalau ketiganya sangat emosional.

Sindhu menjadi underdog pertama yang memenangi laga final. Setelah menghajar Okuhara 21-19, 21-17 lewat pertarungan 1 jam 2 menit, dia tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya. Bintang asal India itu berlari menghampiri dua pelatihnya di pinggir court, dan berpelukan dengan mereka.

Wajahnya berseri-seri. Dia sukses menuntaskan rasa penasaran setelah tahun lalu hanya menjadi runner-up Super Series Finals 2017. ''Ini sangat spesial bagi saya. Saya tidak bisa berkata-kata lagi,” beber pebulu tangkis 23 tahun itu.

Pemain 23 tahun itu bertutur, faktor kemenangannya ditentukan oleh determinasi. Sempat unggul jauh 14-6 pada game pertama, dia kehilangan fokus. Okuhara mengejar hingga 16-16. ''Kalau saya kehilangan passion, hasil akhir mungkin bisa berubah,'' terang Sindhu.

Memasuki BWF World Tour Finals 2018, Sindhu menempati peringkat ke-6 Race to Guangzhou. Sama seperti peringkat dunianya. Tetapi, sejak awal, langkah pemain binaan Pullela Gopichand itu mulus. Dia hanya kehilangan satu game. Pada babak penyisihan, dia bahkan mengalahkan pemain terbaik dunia Tai Tzu Ying asal Taiwan.

Menghadapi pemain Jepang, biasanya Sindhu kewalahan. Dia tidak tahan jika mereka mulai melancarkan rally. Karena itu, Sindhu cermat menjalankan strategi kemarin. Meskipun meladeni permainan rally Okuhara, sesekali dia memberikan serangan yang mengejutkan. Secara stamina juga Sindhu lebih prima. Dia bermain cepat, berani bermanuver, dan smesnya tajam.

Penampilan Shi Yuqi tidak kalah mengejutkan. Dia menghajar Momota supertelak, 21-12, 21-11. Menjadi mimpi buruk sekaligus kekalahan terburuk tahun ini bagi sang juara dunia tersebut. Sejak awal, dia tak sanggup membendung Shi yang sangat agresif. Pergerakannya mengerikan, presisi pukulannya pun mematikan. Momota sering mati langkah.

''Aku senang sekali. Aku belum pernah mengalahkan Momota, dan kemenangan pertamaku terjadi di turnamen yang sangat penting,'' papar Shi gembira. ''Momota adalah pemain terbaik dunia, dan semua orang mempelajari permainannya. Dulu aku tidak familiar dengan gaya dia. Aku juga tak cukup kuat. Hari ini, semuanya berbeda,'' tutur pemain 22 tahun itu.

Momota mengaku kaget dengan Shi yang agresif sejak awal set pertama. ''Smesnya sangat kuat dan akurat. Aku tidak punya waktu untuk bereaksi,'' ucapnya. ''Aku bikin banyak kesalahan di depan net. Sebaliknya, dia bagus banget. Dia nggak sebagus ini di net saat aku mengalahkannya di kejuaraan dunia,'' lanjut dia.

Permainan tidak seperti biasa juga ditunjukkan Zheng Siwei/Huang Yaqiong. Kolektor tujuh gelar BWF Tour, plus emas kejuaraan dunia dan Asian Games itu, tidak berdaya menghadapi Wang Yilyu/Huang Dongping.

Yaqiong sering membuat kesalahan sendiri, sedangkan akurasi serangan Siwei kurang bagus. Itu tidak disia-siakan oleh Yilyu/Dongping. Mereka pecah telur head-to-head. Sebelumnya, dari tujuh pertemuan melawan Siwei/Yaqiong, mereka tak pernah menang.

Tuan rumah Tiongkok menambah satu gelar lagi lewat nomor ganda putra. Duet menara Li Junhui/Liu Yuchen mengalahkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Total, Tiongkok memborong tiga gelar. Sedangkan, Jepang mencuri satu gelar lewat ganda putri terbaik mereka, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi. (na/jpg)

Berita Sebelumnya

Formula E Perdana Bergulir di Riyadh
Formula E Perdana Bergulir di Riyadh

Berita Berikutnya

Beban Besar Penerus Owi/Butet
Beban Besar Penerus Owi/Butet

Berita Sejenis

Menpora Berarap NPC Raih Prestasi Terbaik di APG 2020

Menpora Berarap NPC Raih Prestasi Terbaik di APG 2020

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia diharapkan meraih prestasi terbaik pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2020 di Manila.


INAPGOC Serahkan Hasil Laporan TPAL ke Kemenpora

INAPGOC Serahkan Hasil Laporan TPAL ke Kemenpora

Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2019 (INAPGOC) menyerahkan hasil laporan akhir dari Tim Penyelesaian Laporan Akhir (TPAL).


Garuda Muda Terancam Tak Diperkuat Empat Pemain Andalannya

Garuda Muda Terancam Tak Diperkuat Empat Pemain Andalannya

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-23 terancam tidak diperkuat oleh para pemain andalannya di ajang SEA Games 2019


Ginting Pasang Target Tinggi, Tunggal Putri Tetap Berat

Ginting Pasang Target Tinggi, Tunggal Putri Tetap Berat

Tidak ada rehat buat para penghuni pelatnas Cipayung. Hari ini (4/6), mereka mulai berjuang di Australian Open 2019.


Torehan Buruk, Rudy Semprot PBSI

Torehan Buruk, Rudy Semprot PBSI

Setelah gagal melangkah ke final Piala Sudirman 2019, legenda bulu tangkis Rudy Hartono mengkritik habis-habisan para pemain.


Marquez Anggap Le Mans Sulit, Rossi Optimis Naik Podium

Marquez Anggap Le Mans Sulit, Rossi Optimis Naik Podium

Gelaran MotoGP 2019 akan memasuki seri keempat. Selanjutnya para rider MotoGP akan bersaing di Sirkuit Le Mans, Prancis, Minggu (19/5) malam WIB.


Pebalap Muda Mulai Ancam Dominasi Elite MotoGP

Pebalap Muda Mulai Ancam Dominasi Elite MotoGP

Gelaran MotoGP 2019 dipenuhi wajah muda. Talentanya pun luar biasa dan mengejutkan para seniornya.


Sesuaikan Jadwal, Pebulu Tangkis Nasional Ikutan Nyoblos

Sesuaikan Jadwal, Pebulu Tangkis Nasional Ikutan Nyoblos

Para atlet bulutangkis yang menjalani pelatihan nasional (pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bakal menyesuaikan jadwal latihan.


Pemilu, Klub-klub Liga 1 Liburkan Pemainnya

Pemilu, Klub-klub Liga 1 Liburkan Pemainnya

Sejumlah klub sepak bola Indonesia memilih untuk meliburkan para pemainnya pada 17 April 2019 hari ini.


Dua Ganda Berpeluang Dirombak

Dua Ganda Berpeluang Dirombak

PP PBSI sudah menyiapkan promosi dan degradasi para pebulu tangkis pelatnas.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!