Sport
Share this on:

Ibu Marquez Minta Zarco “Tenang”

  • Ibu Marquez Minta Zarco “Tenang”
  • Ibu Marquez Minta Zarco “Tenang”

VALENCIA - Perjuangan Marc Marquez merebut gelar juara MotoGP 2017 di GP Valencia nyaris berakhir tragis di Lap 23, saat motornya nyaris tumbang di Tikungan 1. Usai balapan, rider 24 tahun tersebut mengaku, melakukan manuver berbahaya tersebut, lantaran takut berduel dengan Johann Zarco (Tech 3-Yamaha).

Ternyata, sebelum balapan berlangsung Zarco sudah lebih dulu ditemui ibu Marquez dan berpesan agar tak terlalu agresif, saat bertarung dengan putranya.

''Saat saya akan tidur (Sabtu setelah kualifikasi) dan sudah bersiap mengendarai skuter, dia (ibu Marquez) berjalan menghampiri dan mengatakan “Zarco, tolong santai saja (jangan terlalu agresif)”. Saya bilang, “Ya saya mengerti, jangan khawatir”. Tapi akhirnya, Marc (Marques) lah yang lebih mendengarkan ibunya,'' ungkap pembalap Prancis tersebut. Kekhawatiran ibu Marquez muncul setelah Zarco meraih posisi start kedua tepat di belakang Marquez.

Zarco, kini menjadi seorang rider yang ditakuti di balapan MotoGP. Gaya balapnya yang agresif saat berlaga di Moto2 masih membekas saat melakoni musim debutnya di MotoGP tahun ini. Awal musim ini, Valentino Rossi mengkritik gaya balap rider 28 tahun tersebut karena membahayakan pembalap lainnya.

Selain kisah Marquez, polemik lain yang terus menjadi pembahasan usai balapan terakhir di Valencia adalah penolakan Jorge Lorenzo atas team roder Ducati. Seperti diketahui Lorenzo dan Dovizioso menghabiskan mayoritas balapan di posisi 4-5. Pada lap 12, Ducati mengirimkan pesan kepada Lorenzo melalui dashboard motornya. Bunyi kode tersebut "suggested engine mapping 8".

Belakangan diketahui bahwa arti pesan itu adalah mundur satu posisi. Ternyata Lorenzo tak menggubris pesan tersebut. Bahkan berkali-kali pesan itu dikirim, Lorenzo tak kunjung memberi jalan kepada Dovi.

Saking frustasinya, Ducati memasang pesan vulgar menggunakan pitboard. Di sana tergambar tanda panah ke bawah dan angka satu di sampingnya. Maksudnya, mundur satu posisi.

Lorenzo jelas melihatnya tapi tetap acuh. Sampai pada lap 24 Lorenzo mengalami kecelakaan dan gagal meneruskan lomba.

"Saya merasa lebih cepat dari Dovi di mayoritas bagian lintasan. Jadi saya bermaksud menariknya agar bisa mendekat dengan rombongan di depan. Jika dia punya peluang menyalip Marc (Marquez) saya pasti akan melepaskannya di saat yang tepat," tukas Lorenzo.

Namun Direktur Motor Sport Ducati Paolo Ciabatti menyebut, dari data yang didapat dari garasi Lorenzo justru menghambat laju Dovizioso di beberapa tikungan. Pace Dovi lebih cepat, sehingga di beberapa titik, akibat keberadaan Lorenzo di depannya, rider Italia itu harus mengerem. Melihat situasi tidak menguntungkan tersebut, pesan team order dikirim.

Meski demikian, Ciabatti tetap menyalahkan Lorenzo karena mengacuhkan pesan tersebut. Menurutnya, rider lebih mengetahui kondisi di lintasan.

''Jika Dovi mendapatkan jalur yang bersih di belakang Lorenzo itu sangat bagus. Jadi dia bisa mengejar Marc di depan. Kami akan kecewa jika Marquez terjatuh dan Lorenzo menang,'' tambahnya.

Dari kubu Yamaha dikabarkan bahwa dua pembalap mereka sebenarnya sudah memakai chassis motor spek 2016 pada GP Valencia. Chassis inilah yang dipakai Johan Zarco (Tech3-Yamaha) sepanjang musim ini. Rossi sudah sejak lama meminta agar Yamaha memberikan chassis lama tersebut untuk dipakai.

Nah, meski sudah menggunakan chassis lama, ternyata performa Valentino Rossi dan Maverick Vinales tak kunjung membaik. Rossi hanya finis kelima dan Vinales lebih buruk, di urutan 12. Hasil ini memunculkan pertanyaan besar, karena dengan chassis yang sama Zarco bisa finis runner up.

''Sayangnya, satu hari tidak cukup untuk memahami semuanya. Tapi satu hal yang pasti, motor lebih mudah dikendarai dan saya merasa lebih baik secara umum,'' ungkap Rossi. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Wahyu/Ade Melesat Juara di Macau
Wahyu/Ade Melesat Juara di Macau

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Marquez Tak Terkejar, Kecelakaan Besar Rugikan Ducati

Marquez Tak Terkejar, Kecelakaan Besar Rugikan Ducati

Strategi ’’melarikan diri’’ yang dipraktikkan juara bertahan MotoGP Marc Marquez sejak MotoGP Amerika Serikat tetap jitu dipakai di Sirkuit Jerez.


Zarco Resmi ke KTM

Zarco Resmi ke KTM

Saty lagi tim pabrikan MotoGP memastikan line up pembalapnya musim depan. Johann Zarco resmi mengisi satu kursi balap tim KTM.


Menanti Duel Vinales-Marquez

Menanti Duel Vinales-Marquez

Tiga seri pembuka MotoGP terlewati dan tiga pembalap berbeda keluar sebagai pemenang.


Honda Cari Pengganti Pedrosa

Honda Cari Pengganti Pedrosa

Honda sedang serius mencari calon rekan satu tim Marc Marquez untuk musim depan.


Rossi Ogah Bertemu Marquez

Rossi Ogah Bertemu Marquez

Pembahasan soal Termas Clash sama sekali tak reda meski nyaris dua pekan berlalu.


Marquez Sempurna di Austin

Marquez Sempurna di Austin

Kalau saja tidak terjadi insiden Marc Marquez menabrak Valentino Rossi di GP Argentina, seri ketiga balapan MotoGP pekan ini tidak akan terlalu menarik.


Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Ducati Belum Sempurna, Suzuki Percaya Diri

Insiden antara Valentino Rossi (Yamaha) dan Marc Marquez (Honda) di GP Argentina (8/4) menjadi berkah bagi Andrea Dovizioso.


Pedrosa Terancam Absen Di Austin

Pedrosa Terancam Absen Di Austin

Ada insiden serius di GP Argentina yang pamornya tertutupi oleh perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez.


Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Dorna Turun Gunung Selesaikan Masalah Rossi-Marquez

Perseteruan pembalap Movistar Yamaha Valentino Rossi dan Repsol Honda Marc Marquez membuat CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta merasa harus turun gunung.


Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Yamaha Desak Hukuman Lebih Keras

Sudah lama padam, api pertikaian antara Valentino Rossi dan Marc Marquez kembali dipantik. Kali ini, Marquez yang menyulutnya.



Populer

DPrd kab tegal

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!