Sport
Share this on:

Indonesia Masih Kesulitan Hadapi Pemain Timur Tengah

  • Indonesia Masih Kesulitan Hadapi Pemain Timur Tengah
  • Indonesia Masih Kesulitan Hadapi Pemain Timur Tengah

AMMAN - Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia menelan kekalahan 1-4 atas Timnas Yordania dalam laga uji coba Internasional (FIFA Matchaday) di Stadion King Abdullah, Amman, Yordania, Selasa (11/6) malam, kemarin. Hasil itu juga sekaligus mematahkan tekad skuat Garuda yang ingin mengakhiri tren negatif yang dialami Timnas Indonesia sebelumnya yang selalu kesulitan ketika berjumpa dengan tim-tim asal Timur Tengah.

Babak pertam dimulai, Timnas Yordania langsung melakukan pressing cukup ketat untuk membatasi pergerakan Timnas Indonesia. Terlihat tim tuan rumah lebih menguasi bola di awal babak pertama. Menit kelima, Yordania memiliki peluang emas. Bagus, sepakan pemain Yordani di dalam kotak penalti masih melambung ke atas mistar gawang Indonesia yang dikawal Andritany Ardhiyasa.

Indonesia yang terlihat begitu kesulitan menguasai bola, akhirnya mampu mengancam gawang Yordania di menit ke-12. Sayangnya, sepakan keras Dedik Setiawan dari sudut sempit isi kanan kotak penalti masih mengarah ke sisi kiri gawang Yordania.

Selepas itu, serang bertubi-tubi terus dilancarakan Yordania ke daerah pertahanan Indonesia. Bahkan, Andritany sempat menghalau sepakan keras Shaif Bada dari luar kotak penalti demi menjaga keperawanan gawang Indonesia.

Di menit ke-22, Yordania berhasil memimpin 1-0. Bahaa Faisal sukses merobek gawang Andritany usai menerima umpan lambung. Bada yang menempatkan bola ke tiang dekat dan tidak bisa diblok Andritany Andritany.

Tertinggal satu gol, tak membuat Indonesia patah arang. Sebaliknya, Indonesia justru mulai berani melakukan tekanan dengan memainkan umpan-umpan pendek, yang dialirkan ke sisi lapangan. Beberapa kesempatan, Rizky Pora dan Riko Simanjuntak mampu masuk ke sepertiga pertahanan lawan, namun kandas saat ingin masuk ke kotak penalti.

Namun, belum berhasil Indonesia menyamakan kedudukan, Yordania justru menambah keunggulan menjadi 2-0 ketika menit ke-42. Pergerakan individu Ahmed Hamdoni yang menggiring bola dari sisi kiri menusuk ke pertahanan Timnas Indonesia dengan melewati Rudolof Yanto Basna melepaskan sepakan ke sisi kiri gawang yang tak mampu dihalau Anditany. Skor 2-0 untuk kemenangan Yordania bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, permainan yang diterapkan Yordania tak berubah. Mereka kerap melakukan pressing ketat terhadap pemain-pemain indonesia. Namun, di babak kedua ini, pemain Yordania lebih leluasa dibandingkan paruh pertama.

Yordania, kembali menambah gol ketiganya kala laga berjalan di menit ke-64. Kali ini, Y. Alrawashdeh yang mencatatkan namanya di papan skor usai memanfaatkan kesalahan umpan yang dilepaskan Andritany.

Usai gol tersebut, kedua kesebalasan bermain ketat. Namun, Yordania lebih mendominasi dalam melaancarakan serangannya ke pertahanan Indonesia. Hingga akhirnya, pada menit ke-80 Yordania mencetak gol keempatnya melalui sepakan terarah ke pojok kiri gawang yang dilakukan H. Aldrdour.

Enam menit berselang, skuat Garuda mencoba memperkecil kedudukan menjadi 1-4 lewat gol yang dicetak Alberto Goncalves lewat titik putih. Hadiah penalti itu diberikan wasit usai Beto dijatuhkan pemain belakang Yordania di kotak terlarang. Beto yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk memperkecil kedudukan. Skor 1-4 bertahan hingga laga berakhir.

Dengan hasil ini, Timnas Indonesia yang kini dikomandoi Simon McMenemy belum mampu mengakhiri tren negatif yang dialami skuat Garuda sebelumnya yang selalu kesulitan ketika berjumpa dengan tim-tim asal Timur Tengah.

Bahkan, hasil ini juga sekalius menambah rekor kekalahan Indonesia atas Yordania. Ya, dalam sejarahnya, Timnas Indonesia tidak pernah sekalipun meraih kemenangan ketika bertandang ke markas Yordania.

Tercatat, dari tiga kali pertemuan sebelumnya di kandang Yordania, Indonesia selalu menelan kekalahan. Bahkan, pada pertemuan terakhirnya di tahun 2014, Indonesia menelan kekalah telak atas Yordania. Pada saat itu, pasukan Garuda dibantai lima gol tanpa balas dari tuan rumah Yordania. (gie/fin/wsa/zul)

Berita Sebelumnya

Bukti Nadal Raja Tanah Liat
Bukti Nadal Raja Tanah Liat

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Menpora Berarap NPC Raih Prestasi Terbaik di APG 2020

Menpora Berarap NPC Raih Prestasi Terbaik di APG 2020

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia diharapkan meraih prestasi terbaik pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2020 di Manila.


Ducati Masih Lambat di Tikungan

Ducati Masih Lambat di Tikungan

Di GP Catalunya lalu, Danilo Petrucci yang menjadi pembalap kedua Mission Winnow Ducati tampak kesulitan menyalip di tikungan.


Beatrice Gumulya/Jessy Rompies Gagal

Beatrice Gumulya/Jessy Rompies Gagal

Babak final ITF Women's Circuit 25K berakhir mengecewakan bagi ganda putri terbaik Indonesia Beatrice Gumulya/Jessy Rompies.


Jadi Salah Satu Host, Indonesia Belum Tentu Tampil di Piala Dunia Basket

Jadi Salah Satu Host, Indonesia Belum Tentu Tampil di Piala Dunia Basket

Perbasi terus memantapkan diri untuk bisa tampil di Piala Dunia Bola Basket 2023.


Persija ke Lamongan Tidak dengan Kekuatan Terbaiknya

Persija ke Lamongan Tidak dengan Kekuatan Terbaiknya

Persija Jakarta datang ke Lamongan dalam kondisi pincang. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut datang tanpa empat pemain pilar.


Fokus Bangun Karakter Permainan Garuda Nusantara

Fokus Bangun Karakter Permainan Garuda Nusantara

Timnas Indonesia U-16 kembali menjalani pemusatan latihan (pelatnas) sekaligus seleksi tahap kedua.


Saatnya Mengumpulkan Poin

Saatnya Mengumpulkan Poin

Perseru Badak Lampung FC bakal melakoni laga tandang di pekan keempat Liga 1 Indonesia 2019.


Garuda Muda Terancam Tak Diperkuat Empat Pemain Andalannya

Garuda Muda Terancam Tak Diperkuat Empat Pemain Andalannya

Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola Indonesia U-23 terancam tidak diperkuat oleh para pemain andalannya di ajang SEA Games 2019


Derby Jatim Ricuh di Akhir Laga, Wasit Putuskan Imbang 1-1

Derby Jatim Ricuh di Akhir Laga, Wasit Putuskan Imbang 1-1

Pertandingan leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia antara Persebaya Surabaya menghadapi Madura United ternoda.


Dukungan untuk Muddai Madang Terus Bertambah

Dukungan untuk Muddai Madang Terus Bertambah

Muddai Madang makin percaya diri untuk mencalonkan sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!