Sport
Share this on:

Kans ke BWF Finals Habis

  • Kans ke BWF Finals Habis
  • Kans ke BWF Finals Habis

JAKARTA - Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) membuat pengumuman mengejutkan kemarin. Induk organisasi bulu tangkis dunia itu tidak akan memasukkan poin di Korea Masters sebagai pertimbangan menuju BWF World Tour Finals yang digelar di Guangzhou, Tiongkok, Desember mendatang.

Ini membuat banyak pemain, utamanya yang masih di luar 8 besar peringkat World Tour, murka. Pengumuman tersebut diterima oleh PP PBSI Selasa malam (13/11). ''Poin terakhir yang dihitung adalah Syed Modi International Badminton Championships di India pekan depan,'' kata Herry Imam Pierngadi, pelatih ganda putra pelatnas.

Herry termasuk yang sangat marah pada keputusan BWF tersebut. Sebab, tiga anak buahnya masih berpeluang menembus persaingan. Yakni M. Ahsan/Hendra Setiawan, Berry Angriawan/Hardianto, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka masing-masing menduduki peringkat 10, 11, 12 klasemen Race to Guangzhou.

Herry beranggapan, jika gagal di Hongkong Open pekan ini, mereka masih bisa berlaga setidaknya di dua turnamen lagi. Yakni Syed Modi dan Korea Masters. Otomatis, jika Korea Masters tidak dihitung, kans mereka bisa dibilang habis.

"Harusnya kalau mau dihitung, ya mulai dari Januari sampai akhir dong. Kalau kayak gini kerjanya sepotong-potong. BWF menurut saya nggak profesional," omel Herry dengan nada kesal.

Dari segi peringkat, ganda gaek Ahsan/Hendra punya peluang paling besar. Pasangan berjuluk The Daddies (para ayah, Red) itu kini mengumpulkan poin 53.780 poin. Syed Modi dan Korea Masters sama-sama berkategori Super 300. Jika di dua turnamen itu mereka bisa juara, atau setidaknya masuk semifinal saja, cukup untuk merangsek ke posisi 6 atau 7.

Dan kans kedua ayah tersebut menjadi juara di Syed Modi dan Korea Masters cukup besar. Sebab, hampir semua pasangan yang posisinya di atas mereka absen. Misalnya Marcus F. Gideon/Kevin S Sukamuljo maupun Han Chengkai/Zhou Haodong. Di jajaran 9 besar, yang terjun hanya Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (peringkat 7) dan Takuto Inoue/Yuki Kaneko (peringkat 9).

Sebagai bentuk kekecewaan, Herry memastikan Ahsan/Hendra mundur dari Korea Masters. Sebab, menurut dia tidak ada gunanya. Herry menambahkan, keputusan BWF itu tidak hanya merugikan Indonesia.

"Negara lain merasa dirugikan juga. Dan dan reaksi mereka sama seperti saya, kecewa," imbuhnya. Dia yakin akan banyak pemain yang mengundurkan diri dari Korea Masters.

PP PBSI, lanjut Herry, sudah melayangkan protes kepada BWF. Sebab, tidak ada alasan jelas mengapa Korea Masters dicoret dari perhitungan poin Race to Guangzhou. "Kami sudah protesnya ke BWF untuk menanyakan, kenapa kok bisa begini," tandasnya heran.

Reaksi berbeda ditunjukkan pelatih kepala tunggal putra Hendry Saputra. Dia tidak mau ambil pusing mengenai keputusan BWF. "Nggak apa-apa. Mau bagaimana lagi, sudah diputuskan," ucapnya.

Hendry bersikap realistis, karena peluang Jonatan Christie untuk menembus 8 besar berat. Poinnya jauh dari peringkat ke-8. ''Yang penting Indonesia sudah menempatkan dua pemain. Ada Tommy (Sugiarto) dan (Anthony Sinisuka) Ginting. Yang penting poin untuk Olimpiade aman,'' papar dia. (han/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Raikkonen Bisa Curi Ketiga
Raikkonen Bisa Curi Ketiga

Berita Berikutnya

Tunggal Putri Merah Putih Kian Terpuruk
Tunggal Putri Merah Putih Kian Terpuruk

Berita Sejenis

Harinya Para Underdog

Harinya Para Underdog

Babak final BWF Tour Finals 2018 berakhir antiklimaks bagi para unggulan.


Marcus Cedera Leher, Minions Mundur dari BWF Finals

Marcus Cedera Leher, Minions Mundur dari BWF Finals

Hanya cedera yang bisa menghentikan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Itulah yang terjadi di BWF World Tour Finals kali ini.


Greysia/Apriyani Tersingkir Lebih Awal

Greysia/Apriyani Tersingkir Lebih Awal

Seperti yang diprediksi sebelumnya, dua wakil Indonesia harus susah payah berjuang di BWF Tour Finals 2018.


Sudah, Lupakan Saja Statistik

Sudah, Lupakan Saja Statistik

Dua wakil Indonesia langsung berjumpa lawan berat dalam pertandingan perdana BWF World Tour Finals hari ini (12/12).


Gelar Pembuka Sebelum Berlaga

Gelar Pembuka Sebelum Berlaga

Seperti tahun lalu, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mendapatkan penghargaan dari BWF sebagai pebulu tangkis pria terbaik tahun ini.


Lima Wakil Indonesia Nominasi BWF Player of The Year

Lima Wakil Indonesia Nominasi BWF Player of The Year

Menjalang akhir tahun, BWF kembali meluncurkan nominasi player of the year 2018.


Kontrak Petrovic bersama Arema Habis

Kontrak Petrovic bersama Arema Habis

Kontrak pelatih Arema Milan Petrovic telah berakhir sejak 4 Desember.


Kans Amankan Slot Final

Kans Amankan Slot Final

Hanya butuh satu kemenangan di babak 8 besar bagi dua ganda campuran Indonesia untuk menggamit slot babak final Syed Modi IBC 2018.


Ganda Campuran Saatnya Juara Lagi

Ganda Campuran Saatnya Juara Lagi

Bukan hal mudah bagi nomor di luar ganda putra untuk membawa pulang gelar dari ajang BWF Tour.


Ginting Amankan Satu Slot ke Guangzhou

Ginting Amankan Satu Slot ke Guangzhou

Kekalahan Jonatan Christie dari Kento Momota, 24-22, 9-21, 9-21 menutup peluang peraih emas Asian Games 2018 itu tampil di BWF Tour Finals 2018.



Berita Hari Ini

IKLAN ARIP

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!