Sport
Share this on:

Kesal Sering Difault, Kevin Minta Rekaman

  • Kesal Sering Difault, Kevin Minta Rekaman
  • Kesal Sering Difault, Kevin Minta Rekaman

JAKARTA - Rusak sudah skenario final ideal di Kejurnas PBSI 2018. PB Djarum Kudus, unggulan kedua sekaligus juara bertahan, gagal melangkah ke final.

Di luar dugaan, klub legendaris itu ditaklukkan Mutiara Cardinal Bandung 3-1 di semifinal kemarin. Para bintang seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Debby Susanto, dan Dinar Dyah Ayustine gagal menyelamatkan Djarum.

Keruntuhan Djarum dimulai sejak partai pertama. Padahal, klub tersebut langsung menerjunkan Kevin.

Pemain 23 tahun itu dipasangkan dengan rekan sesama pelatnas Berry Angriawan. Ternyata pertaruhan itu salah. Berry tidak mampu mengimbangi permainan cepat Kevin. Melawan Hardianto/Reinard Dhanriano, Berry/Kevin kalah straight game.

Kevin mengakui, dia kerap melakukan kesalahan sendiri. Tapi dia juga superkesal karena beberapa kali servisnya dinyatakan fault. Terutama saat kedudukan mereka tertinggal 18-19 di game kedua.

"Sepertinya saya perlu diajari servis ya, biar nggak fault. Coba lihat rekaman ulangnya servis saya setinggi apa? Ini sebenarnya pertandingan kampung atau apa ya," ucap dia kesal. Dia juga sempat ngambek, dan membuat gestur seperti meminta challenge. Namun, tentu saja tidak ada mekanisme challenge di kejurnas.

Sementara itu, Berry berusaha meredam situasi dengan memuji permainan lawan. Menurut dia, Hardianto/Reinard bermain ngotot. "Mungkin mereka nothing to lose, jadi bisa lebih lepas dan kemampuan terbaik mereka keluar," kata pemain 27 tahun itu.

Manajer Tim PB Djarum Fung Permadi menuturkan, hasil kemarin sangat mengecewakan. Apalagi, target mampu meraup poin pada laga pertama gagal.

Sebab, jika Berry/Kevin menang, mereka punya kans lolos ke final. Sebab, Djarum juga menang di tunggal putra yang diwakili Ihsan Maulana Mustofa. Dalam kedudukan 2-2, mereka punya rahasia berupa Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir di partai terakhir.

''Banyak kesalahan strategi tadi (kemarin, Red). Memasang Debby (Susanto, Red) di ganda putri juga tidak tepat. Sebab, itu bukan spesialis Debby,'' tutur Fung.

Mengenai keluhan Kevin soal servis, Fung menyatakan, itu memang arahan darinya. "Tapi itu bukan suatu hal yang patut dibesar-besarkan. Karena sering terjadi di mana pun," imbuh pelatih 50 tahun itu. .

Di final hari ini, Mutiara menantang Jaya Raya. Di luar dugaan juga, Jaya Raya harus berjuang lima partai untuk mengalahkan Exist. M. Rian Ardianto dkk hanya menang tipis 3-2. Seperti diprediksi, mereka hanya unggul di sektor ganda. Di bagian tunggal, Ruselli Hartawan dan Krishna Adi Nugraha menyerah pada lawan-lawannya.

"Kami memang kuat di ganda. Karena itu kami menyusun strategi seperti hari ini (kemarin), supaya bisa memenangi pertandingan. Termasuk dengan memainkan Della (Destiawa Haris dua kali, itu adalah bagian dari strategi,"beber Imelda Wigoena, Ketua Harian PB Jaya Raya.

Final hari ini adalah ulangan dari penyisihan grup B Kamis lalu (20/12). Kala itu, Jaya Raya menang telak atas Mutiara 4-1.

Namun, tak berarti Jaya Raya bakal bisa mengulangnya dengan mudah. Besar kemungkinan mereka bakal diserang lagi di sektor tunggal. Apalagi, Mutiara punya Gregoria Mariska Tunjung.

Untuk menjamin poin, sepertinya Jaya Raya tidak akan berjudi. Ganda putri terkuat mereka, Greysia Polii/Apriani Rahayu diprediksi terjun kembali.

Sementara Della berkonsentrasi di ganda campuran bersama Hafiz Faizal. Angga Pratama yang tampil bagus bersama M. Rian Ardianto, bisa jadi bakal ditampilkan lagi. (han/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Doncic Saja Belum Cukup
Doncic Saja Belum Cukup

Berita Sejenis

Tersingkir, Minions Takluk dari Ganda Korea Selatan Choi/Seo

Tersingkir, Minions Takluk dari Ganda Korea Selatan Choi/Seo

Langkah pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon di World Championships 2019 harus terhenti lebih awal.


Kevin/Marcus Tetap Konsisten

Kevin/Marcus Tetap Konsisten

Prestasi gemilang terus ditorehkan oleh Kevin Sanjaya Sukamuljo yang berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon di berbagai ajang belakangan ini.


Ini Penyebab Kevin/Marcus Gagal di Thailand Open

Ini Penyebab Kevin/Marcus Gagal di Thailand Open

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon gagal meraih gelar juara pada ajang Thailand Open 2019.


Tinggal Berharap pada Marcus/Kevin dan Fajar/Rian

Tinggal Berharap pada Marcus/Kevin dan Fajar/Rian

Pemain Indonesia mulai berguguran di babak pertama Toyota Thailand Open 2019.


Fajar/Rian dan Marcus/Kevin ke Babak Kedua, The Daddies Tersingkir

Fajar/Rian dan Marcus/Kevin ke Babak Kedua, The Daddies Tersingkir

Salah satu pasangan ganda putra terbaik milik Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses melaju ke babak kedua Thailand Open 2019.


Sapras Latihan Minim, Perbakin Minta Peningkatan

Sapras Latihan Minim, Perbakin Minta Peningkatan

Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Brebes mengusulkan peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) latihan ke KONI.


Jojo Tantang Kento Momota, Marcus/Kevin Jumpa Hendra/Ahsan Lagi

Jojo Tantang Kento Momota, Marcus/Kevin Jumpa Hendra/Ahsan Lagi

Perjuangan pebulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Bulu tangkis Japan Open 2019 terus berlanjut hingga ke babak final.


Jojo, Minions, dan The Daddies Lolos ke Babak Kedua

Jojo, Minions, dan The Daddies Lolos ke Babak Kedua

Pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon (Minions) dan Hendra Setiawan-Mohammad Ahsan (The Daddies) lolos ke putaran kedua Japan Open


Pertahankan Gelar, Minions Mulai Nyetel Lagi

Pertahankan Gelar, Minions Mulai Nyetel Lagi

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mempertahankan juara Indonesia Open, usai menaklukkan rekan senegaranya Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Minggu (2


Butet Minta Owi Tampil Lebih Oke

Butet Minta Owi Tampil Lebih Oke

Mantan pebulu tangkis ganda campuran Indonesia Liliyana Natsir cuma bisa tersenyum ketika ditanya siapa jagoannya di ajang Indonesia Open 2019.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!