Sport
Share this on:

Kirim 27 Pebulutangkis, Indonesia Incar Satu Gelar Juara Dunia

  • Kirim 27 Pebulutangkis, Indonesia Incar Satu Gelar Juara Dunia
  • Kirim 27 Pebulutangkis, Indonesia Incar Satu Gelar Juara Dunia

JAKARTA - 27 pemain bulu tangkis Indonesia dipastikan bakal meramaikan ajang Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia 2019 atau World Championships 2019 yang bakal berlangsung di St. Jakobshalle Basel, Swiss pada 19-25 Agustus mendatang.

Dari 27 pemain itu memenuhi lima sektor yang dipertandingkan yakni, tiga tunggal putra, dua tunggal putri, empat ganda putra, tiga ganda putri, empat ganda campuran. Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sendiri sebelumnya telah menargetkan satu gelar juara pada ajang bulu tangkis paling bergengsi di dunia tersebut.

Tak bisa dipungkiri, PBSI melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Susy Susanti menyebutkan bahwa yang berpeluang besar untuk mewujudkan target tersebut dari sektor ganda putra. "Targetnya satu gelar dulu, dari sektor mana saja. Peluang paling besar memang ada di ganda putra," ungkap Susy seperti diberitakan Fajar Indonesia Network (FIN) yang mengutip situs resmi PBSI, Selasa (13/8) kemarin.

Susy sendiri melihat prestasi ganda putra pada dua turnamen bergengsi sebelumnya, dimana sektor tersebut berhasil menciptakan All Indonesian final pada Indonesia Open dan Japan Open 2019, melalui Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

"Tapi kemarin di Jepang (Japan Open) ada ganda campuran, ada tunggal putra, semoga mereka nanti bisa kasih kejutan juga, prestasinya lebih stabil lagi. Karena kita sudah dekat dengan Olimpiade, segala kemungkinan bisa terjadi. Semua negara juga sama," tambahnya.

Mendapat tantangan tersebut, pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengaku optimis. Meski ia tak menampik adanya kekecewaan terhadap hasil pengundian kali ini.

Sebab tiga ganda putra Indonesia, yaitu Kevin/Marcus, Hendra/Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus saling berhadapan di paruh undian atas. Sementara Berry Angriawan/Hardianto bertarung sendiri di paruh undian bawah.

"Seperti biasa ganda putra selalu ditargetkan untuk juara. Buat saya itu tantangan, tapi buat pemain jangan dijadikan beban. Melihat hasil draw menutup kemungkinan Indonesia buat all Indonesian final, seperti yang terjadi kemarin di Indonesia Open dan Japan Open," tutur Herry seperti dikutip FIN dari situs resmi PBSI, Selasa (13/8) kemarin.

"Karena ada tiga pasangan kumpul di undian atas. Drawnya memang sedikit kurang bagus buat kami. Tapi pemain Jepang dan Tiongkok juga sama, pemain mereka kumpul di undian bawah semua," tambahnya.

Ya, optimisme Herry untuk meraih gelar juara di ajang tersebut memang tak lepas dari hasil kejuaraan sebelumnya. Dimana pada final Indonesia Open dan Japan Open 2019 mempertemukan dua pasangan terbaik Indonesia, Kevin/Marcus dengan Hendra/Ahsan.

Namun, akhirnya kedua gelar tersebut direbut Kevin/Marcus yang merupakan pasangan peringka satu dunia. Sayangnya, di ajang ini, mereka berdua sulit untuk bertemu di babak final. Pasalnya, jika keduanya berhasil melewati babak demi babak, Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan akan bertemu di babak semifinal.

"Harapannya kami bisa merebut gelar, saya selalu optimis karena hasil kemarin di dua kejuaraan besar kami bisa meraih gelar. Saya sebagai pelatih harus optimis," tegas Herry.

Melihat dari sejarahanya, Hendra/Ahsan sudah dua kali berhasil meraih gelar juara dunia tersebut pada tahun 2013 dan 2015. Sedangkan, Kevin/Marcus yang ikut dalam ajang tersebut sejak 2015 belum sekalipun meraih gelar tersebut.

Oleh sebab itu, Herry berharap Kevin/Marcus mampu mengontrol emosi saat bertanding di lapangan. Herry tak ingin rasa penasaran tersebut menjadi boomerang bagi Kevin/Marcus.

"Salah satunya harus kontrol emosi mereka. Emosi ingin juaranya. Karena ini kan merupakan kejuaraan penting yang belum mereka raih. Mereka kan kepengen banget bisa menang, jadi mereka harus bisa mengontrol diri masing-masing," jelas Herry.

"Sehingga targetnya bisa tercapai. Saat main juga jangan terlalu over confident, anggap saja seperti turnamen biasa. Karena ini kan capaian yang belum mereka raih. Takutnya mereka terlalu menggebu-gebu," sambungnya. Sebagai informasi, Tim Indonesia rencananya bakal bertolak ke Swiss pada Rabu (14/8) malam ini, menggunakan maskapai Turkish Airlines TK 570 pukul 21.00 WIB. (gie/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Hampir Tewas Di 300 Kilometer per Jam
Hampir Tewas Di 300 Kilometer per Jam

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bawa Pulang Piala Suhandinata dan Satu Juara Dunia

Bawa Pulang Piala Suhandinata dan Satu Juara Dunia

Pencapaian gemilang didapat tim bulutangkis junior Indonesia pada ajang World Junior Championships 2019 atau Kejuaraan Bulutangkis Dunia Junior 2019.


Danny Kosasih Nyalon Lagi

Danny Kosasih Nyalon Lagi

Ketua Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) Danny Kosasih kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PP Perbasi Periode 2019-2023.


Lawan Tiongkok, Timnas U23 Disambut Cuaca Dingin

Lawan Tiongkok, Timnas U23 Disambut Cuaca Dingin

Tim Tirai Bambu (sebutan Cina) menjadi lawan pertama Timnas U-23 Indonesia di laga pembuka CFA Team China Chongqing Gorges Bank Cup International Football Tourn


KOI Targetkan Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

KOI Targetkan Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olimpade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari langsung membidik percepatan proses persiapan Indonesia mengambil alih


Kirim 16 Atlet ke Qatar, Indonesia Target Satu Emas

Kirim 16 Atlet ke Qatar, Indonesia Target Satu Emas

Kontingen Indonesia yang akan berlaga di ANOC World Beach Games 2019 di Qatar dilepas Plt Menpora Hanif Dhakiri, Selasa (7/10) siang.


Indonesia Hanya Bawa Satu Gelar dari Ken Arok

Indonesia Hanya Bawa Satu Gelar dari Ken Arok

Indonesia hanya meraih satu gelar juara di final Indonesia Masters 2019, Minggu (6/10) kemarin.


Barcelona Bikin Serial Dokumenter

Barcelona Bikin Serial Dokumenter

Meski bergelimang dana, tak banyak klub besar dunia yang membuat film sekuel mengenai jeroan klubnya.


Cuaca Ekstrim Sambut Timnas di Dubai

Cuaca Ekstrim Sambut Timnas di Dubai

Cuaca ekstrim menyambut kedatangan Tim Nasional Indonesia di Dubai, Kamis (3/10) pagi.


Marquez Bisa Berpesta Lebih Awal

Marquez Bisa Berpesta Lebih Awal

Tak sedikit yang membantah bahwa juara dunia MotoGP bakal direbut kembali Marc Marquez.


Timnas ke Dubai Lebih Awal

Timnas ke Dubai Lebih Awal

Timnas berangkat menuju Kota Dubai lebih awal, tadi malam, untuk bersiap jelang laga kualifikasi melawan Uni Emirat Arab di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 202



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!