Sport
Share this on:

Kuartet Indonesia Ukir Prestasi Terbesar Sejak 1966

  • Kuartet Indonesia Ukir Prestasi Terbesar Sejak 1966
  • Kuartet Indonesia Ukir Prestasi Terbesar Sejak 1966
  • Kuartet Indonesia Ukir Prestasi Terbesar Sejak 1966
  • Kuartet Indonesia Ukir Prestasi Terbesar Sejak 1966

JAKARTA - Kejutan terjadi di hari penutupan cabang olahraga atletik pada Asian Games 2018 tadi malam (30/8). Indonesia akhirnya memecahkan sejarah baru di nomor 4x100 meter putra. Itu setelah tim estafet putra Indonesia mengamankan medali perak di nomor estafet tersebut.

Sejarah baru sekaligus mengulang sejarah yang tercipta terakhir kali pada 1996 di Bangkok, Thailand. Saat itu, Soepardi, Agus Sugiri, Bambang Wahjudi, dan Jootje Pesak Oroh mengamankan medali perak dengan catatan waktu 41 detik.

Tetapi, tim estafet Indonesia yang dipekruat Fadlin, Lalu Muhammad Zohri, Eko Rimbawan, dan Bayu Kartanegara membuat sejarah tersebut tadi malam. Mereka secara impresif melesat di nomor 4x100 meter putra dengan catatan waktu 38, 77 detik.

Capaian itu sekaligus memecahkan rekor nasional yang diciptakan tim estafet Indonesia pada SEA Games 2017 silam. Yang menarik adalah, komposisi pelari yang diturunkan pelatih tim sprint Indonesia, Eni Nuraini berubah dari saat latihan terakhir sebelum Asian Games berlangsung.

Yaspi Boby yang sebelumnya masuk di tim, digantikan Bayu yang secara kemampuan lebih segar dengan tenaga muda. “Secara teknis memang catatan waktu Boby menurun, lagipula dia juga turun di nomor individu 100 meter sebelumnya,” kata Eni.

Beruntung, Bayu merupakan pelari muda yang sejak junior berlatih dengan para seniornya. “Saya latihan sama mereka, meski menjadi pendamping, tetapi sudah ikut. Jadi ketika masuk senior dan ditunjuk sebagai pelari ke berapapun sudah siap,” beber Bayu.

Tadi malam, Bayu menjadi pelari terakhir sekaligus memastikan Indonesia finis kedua setelah Jepang yang mengemas waktu 38,16 detik. Raihan sekeping perak kemarin juga menjadi perpisahan sempurna bagi Fadlin. Usianya tahun ini masuk 29 tahun, dia juga sudah merencanakan pensiun pasca Asian Games 2018.

“Ini merupakan lomba terakhir buat saya, rencana ke depan saya mau mengabdi sebagai asisten pelatih dulu,” sebut pelari asal Nusa Tenggara Barat itu.

Secara teknis, PB PASI menyebutkan performa atlet Indonesia memang menurun secara perolehan medali emas. “Tetapi sebenarnya bukan itu pertimbangannya, tetapi lebih ke target masing-masing nomor, sejauh ini masih masuk,” sebut Sekjen PB PASI, Tigor Tanjung.

Mengacu perolehan medali dari edisi empat tahun lalu di Incheon, Korea Selatan. Saat itu, Indonesia masih bisa mencuri sekeping emas dari Maria Natalia Londa di lompat jauh putri. Tahun ini, Londa gagal mempertahankan prestasinya.

Londa hanya mampu menempati peringkat ke-5 dengan lompatan sejauh 6,45 meter. Sedangkan di Korsel, atlet asal bali itu melakukan lompatan sejauh 6,55 meter. Pergulatan dengan recovery cedera lutut kiri dan melawan trauma menjadi persoalan terbesar dia. Beruntung tim Atletik Indonesia masih bisa mengamankan setidaknya 2 perak dan 1 perunggu.

Yakni, sekeping perak dari Emilia Nova di lompat gawang 100 meter putri. Satu perak lainnya lahir di 4x100 meter putra, adapun perunggu lahir dari Sapwaturrahman di lompat jauh putra. (nap/jpg)

Berita Sebelumnya

Traktiran Mewah buat Jojo Cs
Traktiran Mewah buat Jojo Cs

Berita Berikutnya

Ferrari: Mercedes Sangat Tertekan
Ferrari: Mercedes Sangat Tertekan

Berita Sejenis

Greysia/Apriyani Tersingkir Lebih Awal

Greysia/Apriyani Tersingkir Lebih Awal

Seperti yang diprediksi sebelumnya, dua wakil Indonesia harus susah payah berjuang di BWF Tour Finals 2018.


Jorji: Masih Sedikit Nyeri

Jorji: Masih Sedikit Nyeri

Kondisi cedera pinggang pebulutangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung sudah berangsur pulih.


Sudah, Lupakan Saja Statistik

Sudah, Lupakan Saja Statistik

Dua wakil Indonesia langsung berjumpa lawan berat dalam pertandingan perdana BWF World Tour Finals hari ini (12/12).


Bagi Owi, Butet Tak Tergantikan

Bagi Owi, Butet Tak Tergantikan

Indonesia Masters 2019 bakal digelar pada 22-29 Januari mendatang. Namun, PP PBSI sudah menyiapkan acara istimewa.


Lima Wakil Indonesia Nominasi BWF Player of The Year

Lima Wakil Indonesia Nominasi BWF Player of The Year

Menjalang akhir tahun, BWF kembali meluncurkan nominasi player of the year 2018.


Kontrak Petrovic bersama Arema Habis

Kontrak Petrovic bersama Arema Habis

Kontrak pelatih Arema Milan Petrovic telah berakhir sejak 4 Desember.


Tujuh Wakil Merah Putih Masih Bertahan

Tujuh Wakil Merah Putih Masih Bertahan

Kemampuan pebulu tangkis pelapis Indonesia benar-benar diuji di Korea Masters 2018.


Bebaskan Atlet Pelatnas di Kejurnas Panahan

Bebaskan Atlet Pelatnas di Kejurnas Panahan

Akhir tahun ini menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus cabor olahraga Indonesia melakukan evaluasi.


Owi/Butet Pastikan Turun di Indonesia Masters

Owi/Butet Pastikan Turun di Indonesia Masters

Perpisahan Liliyana Natsir dari dunia bulu tangkis dunia bakal ditunda.


Berharap Satu Gelar dari Korea

Berharap Satu Gelar dari Korea

Indonesia tidak tampil dengan kekuatan penuh di Korea Masters yang dimulai hari ini hingga 2 Desember mendatang.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!