Sport
Share this on:

Label Timnas Bukan Jaminan

  • Label Timnas Bukan Jaminan
  • Label Timnas Bukan Jaminan

JOGJAKARTA - Ungkapan ''Bola itu bundar'' dan ''Apa pun bisa terjadi di lapangan'' biasanya diucapkan tim underdog untuk menyemangati diri sendiri. Namun, itu benar-benar terjadi di hari terakhir seri pertama Proliga 2019 tadi malam.

Dua tim bertabur bintang, Jakarta BNI 46 (putra) dan Jakarta Pertamina Energi (putri) kalah menyakitkan. Di GOR Amongrogo, BNI 46 kalah 0-3 dari Palembang Bank Sumsel. Sedangkan JPE tumbang 0-3 di tangan tim putri Jakarta BNI 46.

Padahal dari segi materi pemain, keduanya sangat kuat. Tim putra BNI 46 diisi oleh empat veteran Asian Games 2018. Yakni Sigit Ardian, Muhammad Malizi, Aji Maulana, dan Veleg Dhani Ristan. Ini adalah tim dengan pemain timnas terbanyak setelah Surabaya Bhayangkara Samator.

Sedangkan Pertamina Energi lebih fantastis. Tim itu diperkuat tujuh pemain timnas. Seperti Novia Andriyanti, Yulis Indah Yani, dan Amasya Manganang. Juga ada pemain masa depan Livoli 2018 lalu, Megawati Hangestri. Namun, kontribusi mereka gagal menyelamatkan tim.

''Kami memang main jelek hari ini (semalam, Red). Servis, defense, all round semuanya jelek,'' kata M. Ansori, pelatih Pertamina, lugas.

Sejak awal, Pertamina Energi kesusahan melakukan serangan balik. Open spiker jangkung Anna Stepaniuk dibuat emosional. Rentetan spike kerasnya berhasil dimentahkan para quicker BNI 46.

Apalagi, sebagai juara bertahan, mereka menanggung beban mental. Tuntutan wajib menang menghantui skuad elite Pertamina Energi. Alhasil mereka kurang fokus.

Setelah mengalami kekalahan dalam dua set, Pertamina Energi mendapatkan momentum untuk merebut set ketiga. Mereka unggul tipis 20-19. Namun, karena tegang, BNI berhasil menyamakan skor.

''Masih ada harapan untuk menang,'' kata Novia, kapten Pertamina, memberi semangat rekan-rekannya. Nyatanya, Novia dkk tetap tak mampu membendung serangan lawan yang bertubi-tubi.

''Kekalahan ini justru bagus. Supaya ke depannya para pemain bisa main lepas dan menikmati pertandingan. Tidak lagi terikat embel-embel juara,'' ujar Ansori.

Sementara itu, di sektor putra Jakarta BNI 46 dibuat tidak berdaya oleh Bank Sumsel Babel. Laga berlangsung ketat. Namun, BNI 46 harus mengakui kekompakan tim lawan. ''Kunci kemenangan cuma kompak dan bangun komunikasi yang baik,'' kata Bagus Wahyu Ardianto, kapten Bank Sumsel Babel. (feb/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Kalah Lagi, Bulls di Titik Nadir
Kalah Lagi, Bulls di Titik Nadir

Berita Sejenis

Kali Ini Bukan Kerr

Kali Ini Bukan Kerr

Kepastian pelatih yang terpilh untuk menangani tim LeBron (tim barat) di NBA All-Star 2019 berlangsung dramatis kemarin.


Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Ihsan Langsung Keok, Tunggal Putra Sisa Satu

Entah treatment apa yang harus diberikan buat Ihsan Maulana Mustofa. Selamat dari degradasi pelatnas bukan membuat dia makin semangat berprestasi.


Qatar Mulai Menggoda Wenger

Qatar Mulai Menggoda Wenger

Piala Dunia 2022 tidak hanya jadi target Gerardo Martino sebagai pelatih timnas Meksiko.


Indra Pertahankan Sejumlah Pilar Timnas U-19

Indra Pertahankan Sejumlah Pilar Timnas U-19

Indra Sjafri kembali dipercaya PSSI untuk menangani Timnas.


Mayweather Bukan Buru KO

Mayweather Bukan Buru KO

Di malam tahun baru ini, Floyd Mayweather Jr tidak berpesta seperti kebiasaannya.


Belajar dari Pemain Thailand

Belajar dari Pemain Thailand

Kesuksesan timnas putri Thailand merebut perak Asian Games 2018 sedikit mengubah wajah Proliga 2019.


Pecat Mou, Saham United Menguat Enam Persen

Pecat Mou, Saham United Menguat Enam Persen

Bukan hanya para pemain yang bersorak untuk pemecatan Jose Mourinho dari kursi pelatih Manchester United Selasa (18/12) lalu.


Cedera Bukan Kendala Nuggets

Cedera Bukan Kendala Nuggets

Sebanyak 15 ribu lebih penonton puas disuguhi pertandingan yang berkategori high scoring game di Pepsi Center kemarin.


Raksasa La Liga Runtuhkan Dominasi NBA

Raksasa La Liga Runtuhkan Dominasi NBA

Perang finansial Real Madrid dan Barcelona bukan lagi soal besar pemasukannya per musim.


Ganda Campuran Saatnya Juara Lagi

Ganda Campuran Saatnya Juara Lagi

Bukan hal mudah bagi nomor di luar ganda putra untuk membawa pulang gelar dari ajang BWF Tour.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!