Sport
Share this on:

Langkah Federer Lebih Berat dari Nadal

  • Langkah Federer Lebih Berat dari Nadal
  • Langkah Federer Lebih Berat dari Nadal

LONDON - Petenis tunggal putra nomor dua dunia Roger Federer menghadapi grup berat di ATP Finals dibandingkan dengan rival terberatnya, Rafael Nadal. Pada Grup Boris Becker, Federer akan bertemu Alexander Zverev, satu di antara empat petenis saja yang bisa mengalahkannya musim ini.

Zverev (20) akan menjadi batu sandungan bagi Federer setelah melakoni musim hebat sepanjang tahun ini. Dia merengkuh lima gelar dan rangkingnya di ATP menanjak hingga satu tingkat di bawah Federer. Rekor head to head mereka juga imbang tahun ini. Dari empat kali pertemuan, baik Federer dan Zverev sama-sama menang dua kali. ''Saya akan mempersiapkan diri dan memenangi banyak pertandingan di sana (ATP Finals),'' ujar Zverev.

Dua lawan lainnya adalah Marin Cilic dan Jack Sock. Menghadapi kedua petenis ini Federer punya rekor head to head lebih tangguh. Yakni 7-1 menghadapi Cilic dan 3-0 kontra Sock. Drawing ini sangat berat bagi Sock yang baru mengamankan tempat terakhir di ATP Finals setelah menjuara Paris Masters pekan lalu.

Pertandingan di Grup Boris Becker akan dimulai Minggu 12 Oktober dengan laga pembuka yang mempertemukan Roger Federer kontra Sock. Kemudian disusul Alexander Zverev lawan Marin Cilic. Federer sendiri memutuskan tidak turun di Paris Masters untuk mempersiapkan dirinya menghadapi ATP Finals.

Nadal masuk ke grup yang lebih ramah dibandingkan dengan Federer. Pada Grup Pete Sampras, Nadal akan bertemu petenis Austria Dominic Thiem, David Goffin, dan Grigor Dimitrov.

Lawan terberatnya adalah Dimitrov yang kini dijuluki “Baby Fed” alias “Bayi Federer”. Namun dalam 11 kali pertemuan dengan Nadal, hanya sekali dimenangi Dimitrov.

Namun Nadal harus bisa keluar dari bayang-bayang cedera lututnya yang bisa sewaktu-waktu kambuh. Lantaran cedera itu pula, petenis yang sudah mengunci rangking satu dunia hingga akhir musim 2017 itu, mundur dari Paris Masters.

Nadal sendiri berharap tidak bertemu dengan Federer di final. ''Mimpi saya adalah menjuarai turnamen ini. Jika saya bertemu Roger di final, maka peluangku (menjadi juara) akan lebih kecil jika dibandingkan bertemu peserta lainnya,'' ucap Nadal.

Soal cederanya, Nadal tak ingin banyak berspekulasi. Dia hanya menduga kondisinya tidak akan 100 persen saat berlaga di ATP Finals 12-19 November nanti.

''Saya pulang dan bertemu dokter untuk melakukan beberapa perawatan. Tapi saya percaya diri, datang ke London untuk melakukan yang terbaik,'' tandasnya. (cak/jpnn)


Berita Sebelumnya

Persaingan F1 2018 Dimulai
Persaingan F1 2018 Dimulai

Berita Berikutnya

The Voice of MotoGP Pensiun
The Voice of MotoGP Pensiun

Berita Sejenis

De La Hoya Tantang McGregor

De La Hoya Tantang McGregor

Besarnya uang yang di dapat dari pertarungan antara Conor McGregor dan Floyd Mayweather Jr rupanya membuat ngiler petinju lainnya.


Bawa Tiga Emas dari Kejuaraan Dunia di Ceko

Bawa Tiga Emas dari Kejuaraan Dunia di Ceko

Lifter Indonesia, Widari mempersembahkan tiga medali emas dan satu perunggu pada Kejuaran Dunia angkat berat.


Motor Lebih Kencang, tapi Bingung

Motor Lebih Kencang, tapi Bingung

Musim MotoGP 2017 telah berakhir. Tak perlu menunggu lama untuk mulai mempelajari gambaran awal peta kekuatan tim-tim top untuk musim depan.


Cedera Lutut, Musim Nadal Berakhir

Cedera Lutut, Musim Nadal Berakhir

Cara Rafael Nadal mengakhiri perjalanannya di 2017 kurang mulus. Petenis Spanyol tersebut kemarin dini hari takluk di tangan David Goffin.


Awal Mulus untuk Federer

Awal Mulus untuk Federer

Roger Federer memberi pelajaran berharga untuk petenis debutan asal Amerika Serikat (AS) Jack Sock.


Vettel Juara GP Brasil, Misi Bottas Semakin Berat

Vettel Juara GP Brasil, Misi Bottas Semakin Berat

Dua pembalap Mercedes punya peluang besar memenangi GP Brasil dinihari kemarin.


Jawara Maraton Olimpiade Rio Terbukti Doping

Jawara Maraton Olimpiade Rio Terbukti Doping

Berita mengejutkan datang dari Kenya. Jemima Sumgong kemarin resmi mendapatkan sanksi larangan bertanding selama empat tahun.


Wilder versus Joshua masih Sulit Terwujud

Wilder versus Joshua masih Sulit Terwujud

Presiden Badan Tinju Dunia WBC Mauricio Sulaiman saat ini punya pekerjaan berat.


39 Kali Tarung, 38 Kali KO

39 Kali Tarung, 38 Kali KO

Juara dunia kelas berat versi WBC Deontay Wilder tampil ganas di Barclays Center, Brooklyn, New York.


Ferrari Ancam Mundur dari F1

Ferrari Ancam Mundur dari F1

Rancangan regulasi tentang mesin baru Formula 1 mendapat tentangan dari tiga pabrikan besar.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!