Sport
Share this on:

Lorenzo Juara, Marquez Semakin Tak Terkejar

  • Lorenzo Juara, Marquez Semakin Tak Terkejar
  • Lorenzo Juara, Marquez Semakin Tak Terkejar

SPIELBERG - Ducati dengan susah payah mempertahankan statusnya sebagai Raja Red Bull Ring tadi malam. Kali ini pabrikan Italia tersebut patut berterima kasih kepada Jorge Lorenzo. Berkat strategi nekat dan ’’gila’’, rider Majorca itu berhasil mematahkan perlawanan juara bertahan MotoGP Marc Marquez.

Lorenzo terlalu berani ketika memilih kombinasi ban soft-soft. Tidak ada pilihan yang segila itu jika mengingat suhu lintasan yang mencapai 42 derajat Celsius dan balapan sepanjang 28 lap di Sirkuit Red Bull Ring. Bandingkan dengan Marquez yang memasang ban medium-hard. Dengan menggunakan ban belakang paling keras itu, bintang Repsol Honda tersebut ingin memenangi duel pada akhir lomba.

Atau, bandingkan pilihan Lorenzo dengan rekan satu timnya di Ducati Andrea Dovizioso. Pembalap Italia itu berpikir lebih moderat. Pilihan bannya medium-medium. Di atas kertas, pilihan tersebut paling aman untuk bisa tampil konsisten sepanjang balapan.

Lorenzo memang sudah berkali-kali bertindak nekat seperti tadi malam. Tetapi, hasilnya selalu blunder. Dia menjadi sangar di awal, tetapi loyo di belakang. Dengan pilihan ban yang terlalu lunak, Lorenzo biasanya kehilangan cengkeraman ban di paro kedua balapan dan akhirnya tercecer di papan tengah.

Tetapi, ada yang berbeda pada Lorenzo tadi malam. Seperti sebuah ’’keajaiban’’. Sejak start, Lorenzo sama sekali tidak menunjukkan potensinya bisa bertarung dengan Marquez. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menghadang perlawanan Dovi yang berupaya merebut posisi kedua. Ketika Marquez tengah melaju cukup nyaman di depan, duo Ducati yang semestinya mendominasi balapan malah bertarung sendiri.

’’Saya tidak menduga Marc bisa secepat itu di awal,’’ ujar Lorenzo setelah balapan. Dia mengatakan berada dalam dilema saat itu. Di satu sisi dia harus memanfaatkan keunggulan ban yang dipilihnya untuk segera menciptakan jarak di depan. Tapi, di sisi lain, situasinya sangat berisiko karena Lorenzo juga harus menjaga bannya agar bertahan hingga akhir.

Momen krusial terjadi saat balapan menyisakan 10 lap. Di tikungan 1, Lorenzo, Marquez, dan Dovi terlibat pertarungan sengit. Bahkan, Dovi hanya berjarak beberapa sentimeter nyaris menabrak Marquez. Dovi terpaksa melebar demi menghindari tabrakan. Setelah itu, dia kehilangan banyak waktu untuk bertahan di depan.

Marquez juga menjadi kehilangan momentum untuk memimpin lomba. Lorenzo terus menempel ketat. ’’Aku lebih kuat di beberapa area. Khusunya di tikungan 3. Pada lap terakhir, dia (Marquez) tidak menduga aku menyalipnya dari sisi luar. Saya mempertaruhkan semuanya dan ini adalah salah satu kemenangan terbaikku,’’ tandas Lorenzo.

Kemenangan kemarin adalah yang ketiga bagi Lorenzo bersama Ducati. Bagi Ducati, torehan Lorenzo tersebut adalah hat-trick kemenangan di Sirkuit Red Bull Ring sejak 2016. Tiga kemenangan tersebut didapat tiga pembalap. Mereka adalah Andrea Iannone (2016), Andrea Dovizioso (2017), dan kemarin Lorenzo. Itu juga menjadi kemenangan back-to-back Ducati di MotoGP 2018.

Marquez mengatakan, dirinya sangat menikmati balapan tadi malam. Senang karena dia sama sekali tidak bermain aman untuk mempertahankan keunggulannya di klasemen pembalap. ’’Saya sudah memberikan semuanya,’’ tandasnya. Meski hanya finis runner-up, Marquez tetap mendapat keuntungan besar di klasemen pembalap. Sekarang keunggulannya bertambah lebar atas Valentino Rossi. Yakni, 59 poin.

Sedangkan Dovizioso berada di posisi ketiga klasemen dengan selisih 71 poin dari Marquez. Yang membuat dia ketir-ketir adalah posisi Lorenzo di tempat keempat dengan terpaut satu poin saja. Tentu Dovi tidak ingin mengakhiri musim ini berada di belakang Lorenzo yang hengkang ke Repsol Honda musim depan. (c4/cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Latihan Pertama dengan Lakers
Latihan Pertama dengan Lakers

Berita Berikutnya

Luthi Balik Kucing ke Moto2
Luthi Balik Kucing ke Moto2

Berita Sejenis

19 Gol dari 18 Laga

19 Gol dari 18 Laga

Kylian Mbappe kembali membuktikan jika bahwa absennya dua tandem lini depan Neymar Jr dan Edinson Cavani tak jadi halangan bagi dirinya untuk mencetak gol.


Samator Wujudkan Final Ideal vs BNI 46

Samator Wujudkan Final Ideal vs BNI 46

Surabaya Bhayangkara Samator memperlihatkan kapasitas mereka sebagai juara bertahan Proliga 2018.


Drawing Tak Menguntungjan, Waswas Sebelum All England

Drawing Tak Menguntungjan, Waswas Sebelum All England

All England sudah dilansir awal pekan ini. Yang paling mengkhawatirkan adalah sektor tunggal putri.


Rossi Kagumi Kecepatan Ducati

Rossi Kagumi Kecepatan Ducati

Pasca menyelesaikan tes pra musim di Sepang, juara dunia sembilan kali Valentino Rossi langsung menaruh kagum kepada mantan timnya yakni Ducati.


Ferrari Tersandung Pesan Tak Terlihat

Ferrari Tersandung Pesan Tak Terlihat

Mission Winnow kini melekat di nama resmi Ferrari pada musim balap Formula One (F1) 2019.


Kekalahan Terbesar King James

Kekalahan Terbesar King James

Isu trade di NBA semakin menguat dan bakal berakhir Jumat (waktu Amerika Serikat).


Masih Cedera, Marquez Tetap yang Tercepat

Masih Cedera, Marquez Tetap yang Tercepat

Tantangan pertama sudah dihadapi Marc Marquez, setelah dua bulan masa pemulihan cedera bahu kiri.


Duet Marquez-Lorenzo Bikin Repsol Honda Makin Kuat

Duet Marquez-Lorenzo Bikin Repsol Honda Makin Kuat

Tangan dingin Alberto Puiq mempertemukan Marc Marquez dan Jorge Lorenzo di dalam satu tim.


Fokus Turnamen, Momota Janji Nggak Akan Nakal Lagi

Fokus Turnamen, Momota Janji Nggak Akan Nakal Lagi

Tahun 2016 menjadi momen yang tak terlupakan bagi Kento Momota. Saat itu dia berada di peringkat keempat dunia.


Lorenzo Dioperasi Lagi

Lorenzo Dioperasi Lagi

Hari H sudah di depan mata. Balapan MotoGP 2019 bakal start 10 Maret mendatang di Losail, Qatar.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!