Sport
Share this on:

Macau Open Tantangan Besar buat Ihsan

  • Macau Open Tantangan Besar buat Ihsan
  • Macau Open Tantangan Besar buat Ihsan

MAKAU - Performa pebulu tangkis Indonesia kembali dipertaruhkan pekan ini. Macau Open Grand Prix Gold menjadi salah satu turnamen pembuktian lainnya buat penghuni pelatnas di Cipayung.

Pada babak pertama tunggal putra kemarin (7/11) misalnya. Tercatat empat tunggal putra Indonesia melangkah ke babak kedua hari ini.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Ihsan Maulana Mustofa, salah satu andalan pelatnas. Kemarin, Ihsan memang atas wakil Jepang, Yu Igarashi, 21-5, 21-10.

Ini menjadi comeback dia, setelah mengalami cedera yang membuat dia mundur dari Vietnam Open sebelumnya. Hari ini, dia akan menghadapi Chia Hu Lu (Taiwan). Ihsan punya kans untuk bisa memenangkan laga tersebut.

Selanjutnya, bila menang, Ihsan bakal bersua pemenang antara Dionysius Hayom Rumbaka yang menghadapi wakil Taiwan lainnya Lai Yu-Hua. Menurut pelatih tunggal putra pelatnas, Hendry Saputra, melihat persiapan sebelumnya, seharusnya Ihsan bisa maksimal di Makau kali ini.

“Tetapi kembali lagi ke pemainnya, mau maksimal atau tidak,” ujarnya.

“Karena kalau dengan kondisi normal, Ihsan seharusnya bisa memaksimalkan potensi dia kembali ke persaingan tunggal putra dunia,” terangnya. Apalagi dia baru saja comeback setelah mengalami cedera perut dan engkel.

Dua wakil pelatnas lainnya, pemain kidal Firman Abdul Kholik dan Panji Ahmad Maulana juga diharapkan bisa maksimal pada turnamen GPG tersebut. Pada babak 32 hari ini, Firman menghadapi Lin Yu Hsien (Taiwan) sedangkan Panji bersua Cong Wei Feng (Malaysia).

Sementara itu, di sektor ganda putri, Nitya Krishinda Maheswari yang berpasangan dengan Yulfira Barkah saat ini masih kembali mencari jalur juara. Pada babak pertama hari ini, mereka akan menghadapi pasangan Indonesia lainnya Mia Mawarti/Ganis Nur Rahmadani.

Secara teknis Nitya/Yulfira punya kans yang lebih besar. Sebab, lawan yang mereka hadapi punya background pemain tunggal putri.

Eng Hian, pelatih ganda putri pelatnas menerangkan bahwa para pemainnya, khususnya Nitya diberikan tantangan untuk bisa kembali menempati posisi terbaik. “Ini juga akan menjadi menjadi acuan saya untuk menentukan promosi degradasi ganda putri tahun ini,” sebutnya. (nap/jpnn)

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!