• Home
  • Berita Sport
  • Masuk Kualifikasi Olimpiade 20202, Eko Yuli Tetap Ikut SEA Games

Sport
Share this on:

Masuk Kualifikasi Olimpiade 20202, Eko Yuli Tetap Ikut SEA Games

  • Masuk Kualifikasi Olimpiade 20202, Eko Yuli Tetap Ikut SEA Games
  • Masuk Kualifikasi Olimpiade 20202, Eko Yuli Tetap Ikut SEA Games

Foto: bbc.com

JAKARTA - Lifter putra andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan dipastikan turut serta dalam SEA Games 2019 di Filipina. Hal itu menyusul status pesta olahraga dua tahunan tersebut yang menjadi ajang kualifikasi menuju Olimpiade 2020 Tokyo.

Sebenarnya keiiktusertaan Eko di ajang yang akan berlangsung 30 November hingga 10 Desember mendatang itu tak mematuhi instruksi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, yang meminta agar kontingen Indonesia didominasi para atlet junior. Hal itu agar para atlet muda Tanah Air menimba pengalaman.

Namun, nampaknya Pengurus Besar Pesatuan Angkat Berat dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) tak mengindahkan instruksi tersebut. Hal itu lantaran, SEA Games 2019 merupakan kualifikasi Olimpiade 2020 angkat besi yang masuk dalam kategori silver.

Keiikutsertaan Eko itu-pun diakui oleh sang lifter. Meski demikian, Eko mengakui bahwa instruksi Menpora Imam Nahrawi sangat baik untuk pembinaan atlet-atlet muda di Tanah Air.

"Iya benar (akan turun), karena SEA Games tahun ini masuk dalam rangkaian kualifikasi untuk Olimpiade 2020. Dan itu sangat penting untuk saya dan atlet-atlet lainnya yang dipersiapkan di ajang tersebut (Olimpiade)," ungkap Eko saat dihubungi wartawan dari Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5) kemarin.

"Namun, apa yang dikatakan Pak Menpora Imam Nahrawi taks salah yang meminta agar SEA Games menggunkan tim pelapis. Dan kita yang sudah pernah merasakan juara dunia, buat apa turun di SEA Games. Namun, karena SEA Games tahun ini masuk dalam rangkaian kualifikasi untuk Olimpiade 2020, makanya kita tetap diturunkan," sambung Eko.

Lebih lanjut, Eko menuturkan bahwa tim pelapis PB PABSI masih belum bertaji untuk bisa mengemban tugas meraih medali emas dalam pesta olahraga multi event negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Karenanya, lifter kelahiran Kota Metro, Lampung, Indonesia, 24 Juli 1989 itu mengharapkan adanya pelatnas jangka panjang untuk para atlet-atlet muda khususnya atlet angkat besi. Menurutnya, jika hal tersebut dilakukan sejak saat ini, bukan tidak mungkin para lifter muda itu bisa menjadi andalan di SEA Games berikutnya.

"Kita sangat mengharapkan para atlet junior sudah mulai di pelatnaskan sejak saat ini hingga Asian Games 2022. Sehingga, tiga tahun kedepan bisa terbentuk," tutur Eko.

Eko mengaku bahwa perbedaan kemampuan antara atlet senior dan junior saat ini masih cukup jauh. "Saat ini Sekarang perbedaannya (kemampuan) jauh. Lifter utama (bisa raih) emas, pelapisnya ini masih perak atau perunggu," tukas peraih medali emas Asian Games 2018 itu.

Sebelumnya, keiiktsertaan para lifter utama dalam SEA Games juga diakui oleh Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PABBSI, Alamsyah Wijaya. "Kita mau tidak mau (menurunkan lifter utama di SEA Games) karena ajang itu masuk kualfikasi Olimpiade 2020 kategori silver. Bukannya kita tidak memikirkan pelapis, namun ini bagian dari perebutan poin," tegas Alamsyah beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir dari laman resmi Federasi Angkat Besi International, SEA Games 2019 Filipina masuk dalam rangkaian event kualifikasi dengan level perak. Dengan kata lain, lifter yang mampu menjuarai ajang itu akan mendapatkan poin yang cukup banyak dalam upaya lolos ke Olimpiade 2020 Tokyo. (gie/fin/zul/wsa)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Level Tinggi, Mamota Tetap Waspada

Level Tinggi, Mamota Tetap Waspada

Tunggal putra Jepang Kento Momota, walaupun menjadi unggulan pertama di turnamen Blibli Indonesia Open 2019, tidak akan lengah.


Tenis Meja Bidik Emas di ASG 2019

Tenis Meja Bidik Emas di ASG 2019

Tim Tenis Meja dan Basket Putri Indonesia menargetkan meraih medali emas pada perhelatan ASEAN Schools Games (ASG) di Semarang.


Honda Pertahankan Lorenzo hingga Tahun Depan

Honda Pertahankan Lorenzo hingga Tahun Depan

Direktur Tim HRC yaitu Tetsuhiro Kuwata menegaskan timnya tetap mempertahankan Jorge Lorenzo hingga tahun 2020 mendatang.


Hendrawan Tetap Latih Tunggal Putera Malaysia

Hendrawan Tetap Latih Tunggal Putera Malaysia

Teka-teki nasib pelatih asal Indonesia Hendrawan di Malaysia terjawab sudah.


Cederanya Tambah Parah, Zohri Terancam Absen di SEA Games

Cederanya Tambah Parah, Zohri Terancam Absen di SEA Games

Impian Lalu Muhammad Zohri merebut emas pertamanya di ajang SEA Games 2019 Filipina terancam musnah.


Indonesia Open 2019 Tantangan Menuju Olimpiade 2020

Indonesia Open 2019 Tantangan Menuju Olimpiade 2020

Indonesia Open 2019 bakal menjadi salah satu tantangan pebulu tangkis dunia menuju Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.


Sayembara Maskot Asian Games Berhadiah Rp246 Juta

Sayembara Maskot Asian Games Berhadiah Rp246 Juta

Panitia Asian Games 2022 Hangzhou, resmi membuka sayembara merancang maskot Asian Games 2022 di Hangzhou, Cina.


Mepora Berharap Indonesia Juara ASEAN School Games

Mepora Berharap Indonesia Juara ASEAN School Games

Imam Nahrawi berharap kontingen Merah Putih menjadi juara umum pesta olarhaga multievent pelajar se-Asia Tenggara.


Menpora Berarap NPC Raih Prestasi Terbaik di APG 2020

Menpora Berarap NPC Raih Prestasi Terbaik di APG 2020

National Paralympic Committee (NPC) Indonesia diharapkan meraih prestasi terbaik pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2020 di Manila.


Puji Bottas, Hamilton Waspadai Kebangkitan Red Bull

Puji Bottas, Hamilton Waspadai Kebangkitan Red Bull

Meskipun satu tim di Mercedes AMG, ternyata Lewis Hamilton tetap menganggap Valtteri Bottas sebagai pesaing utamanya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!