Sport
Share this on:

Melihat Kemegahan Wisma Atlet Asian Games di Kemayoran

  • Melihat Kemegahan Wisma Atlet Asian Games di Kemayoran
  • Melihat Kemegahan Wisma Atlet Asian Games di Kemayoran

**** - Indonesia sejak awal mendapatkan tantangan besar menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Prestasi menjadi pekerjaan besar saat masa penyelenggaraan nanti. Selain itu, infrastruktur pendukung menjadi problem yang kini terus diselesaikan.

Salah satu wujud kesiapan Indonesia menuju tuan rumah AG 2018 yakni tersedianya infrastruktur berupa non venue. Di Jakarta, ada dua blok (selengkapnya lihat grafis) yang di siapkan untuk melayani ribuan delegasi negera peserta.

Berada di kawasan Kemayoran, Jakarta Utara, wisma atlet tersebut nantinya diperkirakan sanggup menampung 22.278 orang. Fasilitas yang tersedia pun dimaksimalkan untuk kebutuhan tiga orang dalam satu kamar. Tiga ranjang yang tersebar di dalam kamar, plus ruang tamu beserta satu set sofa diharapkan bisa membuat atlet dan offisial nyaman.

Selain itu, dapur yang berada di area luar dan satu kamar mandi menjadi gambaran nyata salah satu kamar di kompleks wisma atlet di Blok D10. Jawa Pos berkesempatan menyaksikan langsung kesiapan tersebut pada Selasa sore (28/11) kemarin.

Kesiapan Wisma Atlet dengan 7 tower di satu blok itu terlihat cukup jelas. Pihak Kemen PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) memastikan bahwa kondisi tersebut tidak melenceng dari target penyelesaian sebelumnya, yakni akhir Desember 2017.

Namun, saat ini, pengerjaan masih terlihat. Khususnya untuk penataan kawasan penghubung antar tower dan kawasan parkir di area luar. Pekerja masih terlihat hilir mudik dalam menyelesaikan proyek penataan kawasan yang menelan dana sekitar Rp75,4 Miliar itu.

Pembangunan wisma atlet di Kemayoran memang terbilang menjadi tantangan besar untuk non venue. Sebab, proyek berlangsung dalam 22 bulan lamanya. “Padahal idealnya kami butuh waktu 3 tahun,” kata Hendri Filia, Project Manajer proyek Wisma Atlet Kemayoran.

Sejumlah percepatan dijalankan, salah satunya pengerjaan 24 jam non stop. “Rata-rata pengerjaan normal satu lantai dengan luas 700 meter persegi kami selesaikan dalam seminggu, tapi ini kami kebut dalam 4-5 hari kerja,” bebernya. Namun, segala percepatan tersebut dinilai hendri tidak mengurangi kualitas bangunan itu sendiri.

Sementara itu, salah satu jurnalis asing dari Jepang, Taketsugu Tobe cukup impresif melihat progres yang dijalankan Indonesia sebagai tuan rumah. “Kalau wisma atlet sudah cukup bagus, apalagi di setiap kamar tersedia AC (pendingin ruangan, Red),” terangnya.

Pria yang bertugas di Kyodo News Agency itu sudah beberapa kali meliput multievent internasional. Salah satu yang menjadi catatannya yakni progres renovasi da target yang dicapai. Menurutnya, ketepatan waktu renovasi memang menjadi salah satu catatan.

“Ini normal terjadi di setiap negara penyelenggara,” sebutnya.

Selain itu, masalah krusial lain yang harus diselesaikan yakni terkait jalur transportasi dari wisma atlet menuju venue cabor terkait. Dengan kondisi macet yang hampir setiap hari terjadi di Jakarta itu menjadi problem yang harus diuraikan. (nap/jpg)

Berita Sebelumnya

Potensi Juara dari Tunggal Putri
Potensi Juara dari Tunggal Putri

Berita Berikutnya

Rio Tes Super Formula di Jepang
Rio Tes Super Formula di Jepang

Berita Sejenis

Jojo Langsung Kandas di Babak Pertama

Jojo Langsung Kandas di Babak Pertama

Kegemilangan Jonatan Christie di Asian Games tidak berlanjut di Jepang Terbuka.


Pelatnas Balap Sepeda Jalan Terus

Pelatnas Balap Sepeda Jalan Terus

Kegembiraan meraih dua emas di Asian Games harus disudahi oleh para atlet balap sepeda. Pekan ini, mereka harus kembali menjalani pelatnas di Jakarta.


Mulai Bersiap dengan Tiga Jadwal Padat 

Mulai Bersiap dengan Tiga Jadwal Padat

Euforia Asian Games harus segera dilupakan pebulu tangkis Indonesia. Sebab, pekan depan, mereka akan kembali tampil di ajang BWF Tour 2018.


Tunggu Cabor Prioritas ke SEA Games 2019

Tunggu Cabor Prioritas ke SEA Games 2019

Keberhasilan Indonesia di Asian Games 2018 dengna 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu merupakan capain terbesar Indonesia di ajang multievent olahraga se Asia.


Kepikiran Tokyo, Bukan Bonus

Kepikiran Tokyo, Bukan Bonus

Aries Susanti Rahayu, atlet panjat tebing itu tercatat sebagai anggota kontingen Indonesia peraih bonus terbesar Asian Games 2018.


Langsung Ngebut Pelatnas di Jogja

Langsung Ngebut Pelatnas di Jogja

Meraih tiga emas, dua perak, dan satu perunggu di Asian Games 2018 tidak membuat skuad panjat tebing Indonesia bersantai.


Enam Emas Antar Ikee Jadi MVP

Enam Emas Antar Ikee Jadi MVP

Untuk kali pertama dalam sejarah Asian Games, gelar atlet terbaik alias most valuable player (MVP) jatuh pada atlet perempuan.


Tiongkok Pertegas Dominasi di Asian Games

Tiongkok Pertegas Dominasi di Asian Games

Tiongkok kembali memperlihatkan dominasi mereka pada nomor loncat indah pada Asian Games 2018.


Kuartet Indonesia Ukir Prestasi Terbesar Sejak 1966

Kuartet Indonesia Ukir Prestasi Terbesar Sejak 1966

Kejutan terjadi di hari penutupan cabang olahraga atletik pada Asian Games 2018 tadi malam (30/8).


Traktiran Mewah buat Jojo Cs

Traktiran Mewah buat Jojo Cs

Asain Games 2018 belum berakhir, para pemain bulu tangkis Indonesia sudah banjir apresiasi saja.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!