Sport
Share this on:

Menanti Morbidelli Adu Balap dengan Rossi

  • Menanti Morbidelli Adu Balap dengan Rossi
  • Menanti Morbidelli Adu Balap dengan Rossi

Franco Morbidelli dan Valentino Rossi.

LUSAIL - Menilik kembali perjalanan MotoGP 2017, cerita seru di lintasan tidak melulu tentang para Alien (sebuat untuk rider top MotoGP).

Di sana juga ada Johann Zarco, rookie yang tak pernah gentar menantang para pembalap top kelas premium di lintasan dengan segala agresifitasnya. Tahun ini, ada empat rookie yang bakal berebut menggantikan peran Zarco mencuri panggung di tengah sirkus besar MotoGP.

Empat “new kids on the block” itu adalah dua pembalap Marc VDS-Honda Franco Morbidelli dan Thomas Luthi. Kemudian seorang debutan asal Jepang Takaaki Nakagami yang bakal mengisi satu kursi lowong LCR-Honda. Terakhir adalah Xavier Simeon, yang seperti tiga pembalap sebelumnya adalah jebolan Moto2.

Marc VDS mengambil langkah berani yang cukup revolusioner. Mereka nekat melepas bintang muda berbakat asal Australia Jack Miller dan rekan satumnya, mantan juara Moto2 2014 Tito Rabat demi mendatangkan dua rider yang sejatinya rival bebuyutan di Moto2 2017. Harus diakui bahwa langkah tersebut meniru keputusan berani tim satelit Yamaha, Tech3 yang juga merekrut dua rookie sekaligus musim lalu.

Tech 3 mendatangkan juara dua kali beruntun Moto2, Johann Zarco dan Jonas Folger pada musim 2017. Keputusan seperti ini memang tidak umum dilakukan di tim MotoGP. Biasanya, guna keperluan pengembangan motor, pembalap rookie ditandem dengan yang pembalap senior. Karena pembalap senior lebih berpengalaman.

Tapi yang terjadi dengan Tech 3 pada musim 2017 justru mencengangkan. Persaingan perebutan rookie of the year didominasi Zarco dan Folger. Folger hanya kalah bersaing karena sakit dan harus absen di empat seri terakhir MotoGP 2017.

Sementara Zarco, tak hanya sukses meraih Rookie of The Year tapi juga Pemebalap Satelit Terbaik 2017. Pembalap Prancis itu juga menjadi momok bagi para Alien karena berkali-kali terlibat duel sengit di lintasan.

Mimpi serta ambisi untuk menyamai capaian Tech 3 itulah yang menginspiraso Marc VDS. Morbidelli sudah lebih dulu menjadi bintang besar di ajang Moto2 sebelum naik ke kelas para raja tahun ini. Pertama karena gaya balapnya yang sangat agresif mirip Zarco.

Kedua karena statusnya sebagai murid Valentino Rossi di akademi balap VR46. Musim 2018 ini menjadi momen dimana mimpi Morbidelli menjelma nyata. Pembalap 23 tahun itu akan membalap di lintasan yang sama dengan sang guru.

''Vale (Rossi) selalu menjadi guru bagi saya, dia sudah seperti paman. Saya mengenalnya sejak saya berumur 12 tahun dan telah belajar banyak darinya sebagai pribadi, profesional dan pembalap," ucap Morbidelli.

Morbidelli seperti menjadi tonggak kebangkitan pembalap Italia di dunia Grand Prix roda dua. Karena dialah yang menyumbangkan gelar juara dunia kepada Negeri Pizza itu semenjak Rossi pada 2009 silam.

Untuk diketahui, setelah Rossi merengkuh gelar juara MotoGP pada 2009 tidak ada lagi rider Italia yang membawa pulang trofi juara dari ajang Grand Prix. Kemenangan Morbidelli di Moto2 pada 2017 mengobati dahaga gelar itu.

Dari 18 balapan Moto2, rider berambut kribo tersebut memenangi 8 di antaranya. Ditambah 4 podium, plus 6 pole position, dan 8 kali fastest lap. ''Morbidelli akan menjadi “masalah” di MotoGP,'' Valentino Rossi mengingatkan.

Morbidelli bakal ditandem dengan Luthi yang finis runner up di klasemen akhir pembalap Moto2. Morbidelli dan Luthi bertarung sengit sepanjang musim Moto2 2017.

Di akhir musim Morbidelli unggul 65 poin dari Luthi. Pembalap Swiss tersebut gagal mememperkecil ketertinggalan karena absen di dua seri terakhir akibat cedera engkel.

Dengan menunggangi motor yang sama, yakni Honda RC213V, pertarungan Morbidelli kontra Luthi bakal menjadi tontotan tersendiri di MotoGP 2018.

Luthi bisa dibilang sangat terlambat naik ke kelas MotoGP. Pengalamannya di kelas intermediate sangat panjang.

Dia mencatat rekor sebagai pembalap tertua yang menjadi debutan full time di MotoGP. Yakni 31 tahun. Meski begitu pengalaman panjangnya di dunia Grand Prix ikut membentuk mental bertarungnya.

"Saya percaya bahwa mereka (Nakagami dan Morbidelli) menginginkan itu (gelar Rookie of The Year MotoGP 2018). Saya juga menginginkan itu! Saya rasa kami berada di level yang sama," kata Luthi perihal targetnya.

Rookie berikutnya adalah Nakagami. Jika Morbidelli menjadi tonggak kebangkitan rider Italia, maka Nakagami menandai kembalinya pembalap Jepang ke MotoGP.

Nakagami akan menjadi pembalap penuh MotoGP sejak Hiroshi Aoyama pada 2014. Setelah itu Aoyama hanya tampil dengan wildcard dan beberapa kali menggantikan pembalap utama yang absen balapan.

Nakagami datang ke MotoGP lebih karena dukungan sponsor dan kesempatan yang tersedia. LCR Honda hanya menurunkan satu pembalap di dua musim terakhir (2016-2017). Masalah finansial menjadi alasan mereka hanya menurunkan satu motor yang dikendarai Cal Crutchlow.

Nah, sejak akhir 2017, Crutchlow mendapat kontrak langsung sebagai pembalap Honda. Jadi, LCR punya dana cukup untuk menambah satu motor lagi.

Apalagi, sejumlah perusahaan Jepang berada di belakang Nakagami. ''Saya pikir tidak fair memberikan target kepadanya di musim pertamanya,'' ucap Bos LCR Lucio Cecchinello, dilansir Tuttomotoriweb.

Nakagami sendiri berjanji bakal memanfaatkan kesempatan dengan semaksimal-maksimalnya karena menjadi pembalap MotoGP sudah diimpikannya sejak membalap dengan pocket bike pada usia 4 tahun.

Rookie terakhir adalah Simeon. Dia datang sebagai kepingan terakhir puzzle grid pembalap MotoGP 2018. Performanya di Moto2 dua musim terakhir tak terlalu moncer.

Podium terakhirnya didapat di GP Jerman 2015 silam. Musim 2017, pembalap Belgia itu hanya mampu finis di posisi 23 klasemen pembalap Moto2. Dia terikat kontrak 2 tahun dengan Avintia Ducati. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Joshua vs Parker Nyaris Terwujud
Joshua vs Parker Nyaris Terwujud

Berita Berikutnya

Ikuti Ferrari, Mercedes Siapkan Tim B
Ikuti Ferrari, Mercedes Siapkan Tim B

Berita Sejenis

Mesin Baru, Vettel Optimis Menangi Balapan

Mesin Baru, Vettel Optimis Menangi Balapan

Setelah satu dekade absen dari kalender balap Formula 1, GP Prancis kembali datang ke Prancis.


Soal Honda, Renault Ingatkan Red Bull

Soal Honda, Renault Ingatkan Red Bull

Red Bull yang sedang menjajaki kerjasama dengan Honda sebagai pemasok mesin musim depan mendapat peringatan dari Renault.


Bisa Pesta Hari Ini

Bisa Pesta Hari Ini

Dengan keunggulan 3-0, Golden State Warriors punya peluang mengunci gelar juara pagi ini WIB di Quicken Loans Arena, markas Cavaliers (Live Indosiar 08.00 WIB).


Iannone Hengkang dari Suzuki

Iannone Hengkang dari Suzuki

Satu lagi tim pabrikan MotoGP mengumumkan pecah kongsi dengan pembalapnya.


Honda-Pedrosa Akhirnya Sepakat Berpisah

Honda-Pedrosa Akhirnya Sepakat Berpisah

Berakhir sudah kebersamaan Dani Pedrosa dengan Honda yang terjalin panjang hampir dua dekade (Sejak 2001).


Makin Cepat, tapi Belum Saatnya Berpikir Juara

Makin Cepat, tapi Belum Saatnya Berpikir Juara

Finis di podium ketiga di GP Italia, Minggu (3/6) mendongkrak posisi bintang Movistar Yamaha Valentino Rossi ke posisi kedua klasemen sementara.


Dari Rusia dengan Cinta

Dari Rusia dengan Cinta

Tradisi itu dimulai pada 1986. Ya, 32 tahun silam di Meksiko.


Wow, Anggaran Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018 Rp700 Miliar

Wow, Anggaran Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018 Rp700 Miliar

Dengan dukungan dana besar, mencapai Rp700 Miliar, Inasgoc punya tugas besar untuk menyiapkan opening-closing ceremony Asian Games 2018.


Tekuk Malaysia, Santai Lawan Prancis

Tekuk Malaysia, Santai Lawan Prancis

Setelah menjalani laga yang berat, tim Uber Cup Indonesia akhirnya bisa mengalahkan Malaysia dengan skor 3-2 kemarin (21/5).


Kontrak Baru Dovi dengan Ducati Buntu

Kontrak Baru Dovi dengan Ducati Buntu

Ducati mengeluarkan ultimatum kepada Andrea Dovizioso, agar urusan kontraknya segera tuntas.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!