Sport
Share this on:

Menunggu Duel Panas SM versus Stapac

  • Menunggu Duel Panas SM versus Stapac
  • Menunggu Duel Panas SM versus Stapac

JAKARTA - Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018-2019 telah memasuki babak final. Fase pamungkas ini bakal menyajikan laga rivalitas abadi "El Clasico" antara Satria Muda Pertamina Jakarta yang akan berhadapan dengan Stapac Jakarta.

Dengan menggunakan format best of three, partai puncak musim ini akan berlangsung pada, Kamis (21/3) besok hingga, Sabtu (23/3) mendatang.

Satria Muda akan menjadi tuan terlebih dulu di Britama Arena, Jakarta Utara, Kamis (21/3) besok. Sedangkan, Stapac baru akan menjadi tuan rumah pada laga final kedua di GOR C-Tra Arena, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/3) mendatang.

Bagi tim yang berhasil meraih kemenangan di dua pertandingan itu, mereka berhak sebagai juara. Namun, jika kedudukan imbang 1-1, pertandingan final akan kembali dilansungkan di pertandingan ketiga sebagai penentuan di GOR C-Tra Arena, Minggu (24/3) mendatang.

Duel kedua tim ini dipastikan akan berlangsung cukup menarik. Pasalnya sepanjang sejarah pertemuan kedua selalu berjalan cukup sengit dan panas. Bahkan, tercatat, dari 10 pertemuan terakhir sejak 2001, kedua tim bermain sengit kuat dengan sama-sama meraih lima kemenangan.

Apalagi, menjelang pertandingan penentu gelar juara itu, kedua tim sudah menyatakan kesiapannya dan optimistis bisa meraih kemenangan di dua laga final tersebut.

Seperti hal-nya, Pelatih Satria Muda Pertamina Jakarta juga menyatakan kesiapan timnya untuk menghadapi partai final mendatang. Youbel Sondakh memberikan beberapa keterangan terkait kesiapan tim untuk menghadapi Stapac yang dinilainya sebagai salah satu tim kuat di IBL musim ini.

"Puji Tuhan kami kembali bermain di final lagi tahun ini. Stapac bermain di musim reguler sangat luar biasa, kami akan mempersiapkan diri lebih keras. Saya yakin akan jadi game yang menarik Kamis (besok), semoga tim terbaik yang menang," tutur Youbel dalam keterangan tertulis yang diterima Fajar Indonesia Network (FIN), Selasa (19/3).

"Kami menyiapkan mental kami dengan baik untuk partai final nanti. Karena kami tidak bisa bermain biasa-biasa saja kala menghadapi Stapac nanti, kami harus bekerja dua kali lebih keras. Itu adalah hal utama yang kami siapkan untuk menyambut partai final," sambungnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan absennya Jammar di partai final nanti. Menurutnya, kehilangan Jammar akan sangat berpengaruh bagi performa timnya. Akan tetapi, hal itu tak terlalu dihiraukan oleh Youbel. Menurutnya, ia akan berusaha semaksimal mungkin agar timnya mampu tampil baik di partai final nanti.

"Kehilangan Jammar (Jamarr Andre Johnson) tentu saja berpengaruh bagi kami, namun hal ini menjadi kesempatan bagi pemain-pemain lokal kami untuk dapat step up. Selayaknya partai final, kami harus mengusahakan semua cara supaya kami mendapatkan hasil yang terbaik di partai final nanti. Ada dampak positif dan dampak negatif dari absennya Jamarr, namun kita memilih untuk fokus pada sisi positifnya. Saya yakin pemain-pemain lain dapat step up dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Jammar," terang Youbel.

Hal yang sama juga diungkapkan, Kapten tim Satria Muda, Arki Dikania Wisnu. Menurutnya, timnya sudah siap untuk mengahadapi Stapac di partai final. "Melihat penampilan Stapac, mereka sedang memiliki momentum yang bagus. Namun seperti yang dikatakan coach Youbel, ini merupakan partai final. Reguler season sudah selesai, dan kami berdua (Satria Muda Pertamina dan Stapac Jakarta) harus bersiap dengan baik untuk menghadapi partai final nanti," tutur Arki.

Lebih lanjut, Arki juga mengakui pertandingan akan sangat sulit untuk dilalui oleh timnya, mengingat Stapac bukan-lah tim yang mudah untuk ditaklukkan.

Sebelumnya Satria Muda Pertamina sudah dua kali berhadapan dengan Stapac Jakarta pada pertandingan musim reguler IBL Pertamax 2018-2019, dalam dua pertandingan tersebut Satria Muda Pertamina harus mengakui keunggulan Stapac Jakarta yang berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 66-63 (9 Desember 2018 di BritAma Arena, Jakarta) dan 85-78 (12 Januari 2019 di Sritex Arena, Solo melalui babak overtime).

Satria Muda Pertamina Jakarta terakhir kali mengalahkan Stapac Jakarta pada pertandingan musim reguler IBL Pertalite 2017-2018 dengan skor 50-58 (6 Januari 2018 di BritAma Arena).

Partai ini berlabel El Clasico, seperti namanya, partai ini ekspetasinya akan menjadi game yang menarik. "Kami sudah berhadapan dengan Stapac beberapa kali sebelumnya, mereka bermain luar biasa musim ini. Ada naik dan ada turun dalam perjalanan Satria Muda Pertamina sepanjang musim ini, namun kami berhasil kembali ke final lagi dan kami antusias untuk menghadapi partai penting ini," terang Arki.

Sementara itu, pelatih Stapac Giedrius Zibenas, menyambut santai laga final ini. Dia juga menyambut positif final dengan tajuk El Clasico tersebut akan berlangsung seru dan menarik. "Ini final pertama bagi kedua tim sejak lima tahun terakhir (2014). Saya berharap kami bisa menyajikan final yang bagus dan bisa menghibur fans," jelas Zibenas.

Sedangkan, bos Stapac Irawan Haryono mengaku bahwa Satria Muda merupakan tim tangguh. Meski demikian, pria yang akrab disapa Kim Hong itu tetap optimistis dengan peluang Oki Wira Sanjaya dkk.

"Satria Muda memang menjadi tim yang paling sulit untuk dihadapi. Tapi semua tahu di dalam IBL ini yang menggunakan pelatih asing hanya kami dan pertama kali dari Eropa Timur, Lithuania. Saya sudah 4 tahun belum pernah final. Baru kali ini, kalau dikasih keringanan sama yang di Atas, semoga tahun ini kami sukses," tutur Kim Hong.

Selama 20 tahun terakhir, Stapac (dulunya bernama Aspac) dan Satria Muda sudah saling berhadapan dalam laga final kompetisi bola basket tertinggi Indonesia sebanyak 10 kali.

Dalam laga-laga sebelumnya, dua tim itu cukup imbang 5-5. Satria Muda keluar sebagai juara setelah mengalahkan Stapac pada 2004, 2006, 2007, 2009, dan 2011-2012. Kemudian, Stapac meraih menjadi kampiun IBL dalam final melawan Satria Muda pada 2001, 2002, 2003, 2005, 2013-2014.

Namun, di IBL 2018-2019, Stapac memiliki catatan lebih baik dari Satria Muda. Ya, Stapac sepanjang musim ini baru menelan satu kekalahan dari 18 laga di Divisi Putih. Adapun Satria Muda menelan sembilan kekalahan dari total 18 pertandingan Divisi Merah. (gie/fin/wsa/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Begini Harapan Pesepakbola Tanah Air untuk Presiden Terpilih

Begini Harapan Pesepakbola Tanah Air untuk Presiden Terpilih

Saat ini masyarakat tinggal menunggu hasil keputusan KPU yang menetapkan siapa yang bakal menjadi Presiden periode 2019-2024.


Juarai IBL, Lima Pemain Stapac Sabet Gelar Personal

Juarai IBL, Lima Pemain Stapac Sabet Gelar Personal

Stapac Jakarta menadi jjuara Indonesian Basketball League (IBL), setelah di final mengalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta.


Stapac Jakarta Juara IBL 2018

Stapac Jakarta Juara IBL 2018

Gelar juara Indonesian Basketball League (IBL) tahun ini akhirnya digenggam Stapac Jakarta.


Stapac Waspadai Kebangkitan SM

Stapac Waspadai Kebangkitan SM

Hari ini akan menjadi hari penentuan bagi Stapac Jakarta untuk ditasbihkan sebagai juara Indonesian Basketball league (IBL) 2018-2019.


Kalah, Nasib Satria Muda di Ujung Tanduk

Kalah, Nasib Satria Muda di Ujung Tanduk

Satria Muda (SM) Pertamina Jakarta berada di ujung tanduk, usai menyerah dari sang tamu Stapac Jakarta dengan skor 68-79, Kamis (21/3) malam.


Mati-matian di Final IBL tanpa Jamarr

Mati-matian di Final IBL tanpa Jamarr

Satria Muda Pertamina Jakarta bakal menjalani laga perdana babak final Indonesian Basketball League (IBL) musim 2018-2019 menghadapi Stapac Jakarta, Kamis (21/3


Menunggu Aksi Robert Kubica

Menunggu Aksi Robert Kubica

Setelah peristiwa kecelakaan itu, kini Robert Kubica akan menjalani debutnya di kokpit mobil Formula 1.


Tottenham Hotspur dan Dortmund Sana-sama Pincang

Tottenham Hotspur dan Dortmund Sana-sama Pincang

Tottenham Hotspur membeli Son Heung-min dari Bayer Leverkusen seharga GBP 22 juta (Rp 397,83 miliar) pada musim panas 2015.


Kisruh McGregor vs Nurmagomedov Diselesaikan lewat Kesepakatan

Kisruh McGregor vs Nurmagomedov Diselesaikan lewat Kesepakatan

Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov tidak hadir dalam pertemuan Nevada Athletic Commission (NAC) kemarin (29/1), terkait keributan pasca duel UFC 229.


Final Ideal Australia Terbuka Terwujud

Final Ideal Australia Terbuka Terwujud

Final tunggal putra Australia Terbuka tahun ini menyajikan duel klasik sekaligus terbaik. Novak Djokovic bakal bertemu lawan bebuyutannya yakni Rafael Nadal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!