Sport
Share this on:

Minimal Bisa Tambah Tiga Emas

  • Minimal Bisa Tambah Tiga Emas
  • Minimal Bisa Tambah Tiga Emas

Pesilat Indonesia peraih medali emas Puspa Arumsari berpose usai upacara penyerahan medali nomor tunggal putri pencak silat seni Asian Games 2018 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (27/8) (INASGOC/Melvinas Prianan

JAKARTA - Bagi Indonesia pencak silat jadi cabor yang paling moncer di Asian Games 2018. Pantas saja bila disebut demikian. Senin lalu (28/8) pencak silat berhasil membabat habis semua medali emas dari delapan kelas yang ditandingkan.

Dalam sekejap saja pujian berdatangan. Pasalnya ini jadi capaian tersukses Indonesia selama mengikuti pesta olahraga se-Asia itu. Tidak pernah dalam sejarah, Indonesia membawa pulang semua medali emas di satu cabor dalam sehari pertandingan.

Kesempatan itu bakal kembali terbuka pada final lanjutan hari ini. Total Indonesia tampil pada enam nomor dari delapan final yang berlangsung di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah hari ini.

Untuk putra ada nomor individual, kelas J-90-95 kg, kelas F 70-75 kg, dan kelas C 55-60 kg. Sementara di putri ada ganda, regu, kelas D 60-65 kg, serta kelas B 50-55 kg. Indonesia akan mengikuti enam saja kali ini.

Akankah Indonesia mengulang kesuksesan yang sama dengan pencapaian tempo hari? Sepertinya tidak. Peluang medali memang besar, tapi bisa jadi tidak sapu bersih.

Di nomor beregu putri misalnya. Pada SEA Games 2017 lalu, tim yang terdiri dari Gina Tri Lestari, Lutfi Nurhasanah, dan Pramudita Yuristya itu dikalahkan oleh pesilat putri Vietnam. Indonesia memperoleh perunggu, sementara emas dibawa pulang oleh Thi Thu Ha Nguyen, Thi Huyen Nguyen, Thi Thuy Nguyen. Mereka ini pula yang akan jadi pesaing di Asian Games ini. Bedanya Thi Thuy Nguyen digantikan oleh Thi Binh Vuong.

Kesempatan bisa datang dari nomor seni ganda putri. Pasangan veteran, Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti comeback demi Asian Games. Juara dunia 2012 itu bakal kembali turun ke gelanggang demi Merah Putih.

“Untuk final, kami mencoba tetap all out, soal nilai kami serahkan sepenuhnya kepada wasit juri,” ujarnya.

Sementara itu, Rony Syaifullah, pelatih kepala pelatnas Indonesia menyebutkan target utama timnya sudah terpenuhi. Yakni mengamankan minimal lima medali emas bagi Indonesia. “Tetapi kami juga berharap anak-anak bisa mencuri emas dari final besok (hari ini, Red). Karena kesempatan itu terbuka lebar,” ujarnya. (feb/nap/jpg)

Berita Sebelumnya

Perpisahan dengan Nadal dan AS Terbuka
Perpisahan dengan Nadal dan AS Terbuka

Berita Berikutnya

Indonesia Kalah Kelas dari Korea
Indonesia Kalah Kelas dari Korea

Berita Sejenis

Djokovic Sempurna di Tiongkok

Djokovic Sempurna di Tiongkok

Tidak ada yang bisa menghentikan Novak Djokovic di tanah Tiongkok.


Satu Kata, Jendi Luar Biasa!

Satu Kata, Jendi Luar Biasa!

Perenang difabel Indonesi Jendi Pangabean akhirnya pecar telor. Perenang 27 tahun tersebut sukses meraih emas perdananya di Asian Para Games 2018 kemarin.


Merah Putih Dominasi Catur Klasik

Merah Putih Dominasi Catur Klasik

Tim catur Indonesia sejak awal menjadi salah satu lumbung medali emas di Asian Para Games 2018.


Performa Meningkat tapi Belum Puas

Performa Meningkat tapi Belum Puas

Keberhasilan dua pembalap Movistar Yamaha Maverick Vinales dan Valentino Rossi finis di posisi tiga dan empat pada GP Thailand tidak membuat keduanya puas.


Semua Bisa Terjadi di Buriram

Semua Bisa Terjadi di Buriram

Pembalap Ducati Andrea Dovizioso mengakui balapan GP Thailand di sirkuit Chang International akhir pekan ini bakal sulit diprediksi.


Tersingkir di Babak Pertama, Ihsan Bisa Didegradasi dari Pelatnas

Tersingkir di Babak Pertama, Ihsan Bisa Didegradasi dari Pelatnas

Indonesia meloloskan 12 wakil ke babak kedua Taiwan Terbuka 2018.


Tunggal Putera Berpotensi Kuasai Semifinal

Tunggal Putera Berpotensi Kuasai Semifinal

Tiga pebulu tangkis Indonesia melaju ke babak 8 besar Korea Open 2018 hari ini.


Lobi Ekstra Buat SEA Games 2019

Lobi Ekstra Buat SEA Games 2019

PB FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) punya langkah sigap agar atlet Indonesia bisa tampil di SEA Games 2018.


Ujian Konsistensi Tunggal Putra Cipayung

Ujian Konsistensi Tunggal Putra Cipayung

Prestasi Anthony Sinisuka Ginting di China Open 2018 merupakan capaian terbesar bagi tunggal putra Indonesia, setidaknya dalam tiga tahun terakhir.


Tiga Ringan, Satu Berat

Tiga Ringan, Satu Berat

Sektor ganda campuran bertanding mulai hari ini.



Berita Hari Ini

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!