Sport
Share this on:

Mobil Tambah Kencang, Jaminan Musim Depan Lebih Seru

  • Mobil Tambah Kencang, Jaminan Musim Depan Lebih Seru
  • Mobil Tambah Kencang, Jaminan Musim Depan Lebih Seru

MILAN - Dengan mobil yang lebih kencang, ternyata tak menambah seru secara signifikan balapan Formula 1 tahun ini. Setelah dipelajari, salah satu penyebabnya adalah jumlah pit stop yang rata-rata hanya satu kali setiap balapan.

Musim depan, pemasok ban F1 Pirelli memastikan balapan akan kembali “normal” dengan minimal dua kali pit stop. Dari 20 seri balapan F1 sepanjang 2017, 15 di antaranya berlangsung dalam sekali pit stop.

Kondisi tersebut merupakan buntut dari perubahan regulasi mobil yang membuat Pirelli masih harus meraba-raba sampai berapa besar lonjakan kecepatan jet darat tersebut dibandingkan musim lalu. Karenanya, pabrikan ban dari Italia tersebut memilih untuk lebih konservatif dengan memproduksi ban lebih keras.

Dengan kompon lebih keras pembalap bisa lebih awet menggunakan ban saat balapan. Inilah yang membuat balapan seringkali berlangsung dalam sekali pit stop. Balapan menjadi kurang variatif dalam hal strategi. Selain itu ban dengan kompon keras lebih menyulitkan pembalap untuk melakukan overtaking.

Pada uji coba ban di Abu Dhabi dua pekan lalu, Pirelli memperkenalkan tambahan pilihan kompon ban menjadi tujuh jenis dari yang sebelumnya lima. Keputusan itu dilakukan setelah satu musim penuh Pirelli mendapatkan banyak data dari setiap balapan.

Jenis ban baru itu dimulai dari yang paling keras, superhard, hard, medium, soft, supersoft, ultrasoft, dan paling lunak hypersoft. Semua kompon ban dibuat lebih lunak satu tingkat. Bahkan, untuk hypersoft lebih lunak dua tingkat dari ultrasoft.

Dengan ban yang lebih lunak, di atas kertas usia ban bakal lebih cepat habis. Alhasil, dalam balapan yang rata-rata lebih dari 60 putaran pembalap dipaksa melakukan pit stop minimal dua kali.

''Dengan ban yang lebih lunak satu tingkat, plus hypersoft, sekarang kami memiliki opsi yang cukup lunak untuk menarget dua pit stop dalam satu balapan,'' ujar Manajer Pirelli Untuk Formula 1 Mario Isola dikutip Motorsport. Namun, dia juga tidak berharap jika nantinya terjadi sampai tiga pit stop. Karena tiga stop terlalu banyak dan bisa membingungkan.

Untuk mewujudkan itu, Pirelli berjanji bakal memilih alokasi ban yang tepat di setiap balapan agar target dua stop bisa diwujudkan. Isola menambahkan, dengan menjajal kompon ban lebih awal, tim-tim bisa merancang mobil yang lebih ramah dengan ban lunak, agar mereka bisa menggeber habis-habisan dalam dalam balapan.

''Ini adalah variabel tambahan yang diserahkan kepada tim. Kami memberikan peluang yang sama kepada mereka,'' tambahnya.

Isola sendiri telah menyatakan bahwa hypersoft terbukti berhasil meraih waktu lap satu detik lebih cepat dari ultrasoft. Padahal ultrasoft sendiri lebih cepat 0,4 detik dibandingkan supersoft. Untuk seri pertama GP Australia 25 Maret tahun depan, Pirelli akan mengumumkan alokasi ban pada 7 Desember dua hari lagi.

''Kami akan menentukan komposisi pilihan ban yang bisa memastikan bahwa balapan akan berlangsung dua stop dan tim-tim didorong untuk memikirkan variasi strategi dalam balapan,'' janjinya.

Bintang Ferrari Sebastian Vettel memuji performa hypersoft. Dia bahkan terkejut dengan kemajuan yang didapat Pirelli di Abu Dhabi. ''Selalu menyenangkan bisa melaju cepat di atas mobil F1, dan hypersoft adalah sebuah kemajuan,'' pujinya.

Begitu juga juara dunia F1 tahun ini Lewis Hamilton yang mengakui jika hypersoft adalah ban terbaik yang pernah dibuat Pirelli. (cak/jpg)

Berita Sebelumnya

Sudah Saatnya Dimitrov Bidik Grand Slam
Sudah Saatnya Dimitrov Bidik Grand Slam

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Balapan 2019, Resmi Berganti Red Bull-Honda

Balapan 2019, Resmi Berganti Red Bull-Honda

Keputusan besar itu telah diambil. Tim juara empat kali Formula 1 Red Bull Racing mengumumkan bakal menggunakan mesin Honda mulai musim depan.


Kembali Setelah Delapan Tahun

Kembali Setelah Delapan Tahun

Setelah delapan tahun tak pernah ambil bagian, Novak Djokovic tahun ini akan kembali tampil di ajang Quenn's Club Tournament yang mulai dihelat awal pekan depan


Soal Honda, Renault Ingatkan Red Bull

Soal Honda, Renault Ingatkan Red Bull

Red Bull yang sedang menjajaki kerjasama dengan Honda sebagai pemasok mesin musim depan mendapat peringatan dari Renault.


El Pichichi di La Liga, Messi Bisa Sukses di Rusia

El Pichichi di La Liga, Messi Bisa Sukses di Rusia

LIONEL Messi meraih el pichichi alias top scorer La Liga musim 2017–2018. Total, Messi melesakkan 34 gol di La Liga musim ini.


Sharapova vs Serena Berpeluang Bentrok di Babak 16 Besar

Sharapova vs Serena Berpeluang Bentrok di Babak 16 Besar

Drawing babak utama Prancis Terbuka berpeluang menghadirkan pertandingan seru. Yakni, duel klasik antara Serena Williams melawan Maria Sharapova.


Berambisi Kembali Lebih Kuat

Berambisi Kembali Lebih Kuat

Tidak ada yang lebih kecewa dari Valtteri Bottas di GP Azerbaijan dua pekan lalu.


Zarco Resmi ke KTM

Zarco Resmi ke KTM

Saty lagi tim pabrikan MotoGP memastikan line up pembalapnya musim depan. Johann Zarco resmi mengisi satu kursi balap tim KTM.


Alvin Janji Lebih Garang di Seri-3

Alvin Janji Lebih Garang di Seri-3

Pembalap andalan tim Honda Racing Indonesia, Alvin Bahar makin bergairah paska meraih posisi kedua di kelas Kejurnas Indonesia Touring Car (1600 Max.


Skuad Thomas Cup Lebih Percaya Pemain Pelatnas

Skuad Thomas Cup Lebih Percaya Pemain Pelatnas

Tim Thomas-Uber Indonesia sudah ditetapkan. Dari daftar pemain yang sudah dilansir PP PBSI, hanya tunggal putra yang tidak mengalami perubahan dari tim.


Owi/Butet Kalah Lagi di Final

Owi/Butet Kalah Lagi di Final

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus berjuang lebih keras untuk mengakhiri paceklik gelar yang mereka alami.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!