Sport
Share this on:

Mulai Berat, Tapi Harus Bisa!

  • Mulai Berat, Tapi Harus Bisa!
  • Mulai Berat, Tapi Harus Bisa!

JAKARTA - Nasib baik berpihak pada Jonatan Christie. Dia menang tanpa perlu banyak berkeringat. Sang lawan di babak pertama, Rasmus Gemke, mundur setelah game pertama. Sat itu, Jojo menang 21-16.

''Tadi awal-awal pertandingan sempat nervous. Main di Istora pasti babak pertama tegang. Tapi senang bisa simpan tenaga lebih,'' terang Jojo, sapaan akrabnya.

Ya, pada awal laga, Jojo sempat bikin geregetan. Bertanding di hadapan publik sendiri membuat pemain 21 tahun itu grogi. Dia sempat tertinggal jauh 4-11. Perlahan, kepercayaan dirinya tumbuh. Dia berhasil menyamakan kedudukan 16-16. Setelah itu, giliran Jojo yang mengambil alih kendali permainan.

''Di Asian Games juga saya main bagus. Tapi ya nervous juga,'' imbuh dia.

Jojo boleh happy melangkah ke babak 16 besar. Namun, lawan berat sudah menantinya. Yakni, bintang Tiongkok Shi Yuqi.

Secara head to head, Jojo unggul atas pemain nomor dua dunia itu. Namun, hal itu bukan jaminan. Sebab, setelah menyabet emas Asian Games 2018, tidak lagi ada lagi torehan prestasi dari Jojo.

Dalam tujuh turnamen yang diikutinya sejak September lalu, Jojo mentok di semifinal. Yakni di Korea Open. Dua kali dia masuk perempat final. Sisanya, dia tumbang di 16 besar, atau bahkan babak pertama.

Shi sebaliknya. Setelah dikalahkan Jojo pada pesta olahraga terakbar di Asia, prestasinya malah meroket. Bahkan dia menyabet gelar juara BWF World Tour Finals 2018 di Guangzhou, Tiongkok, Desember lalu. Mengalahkan tunggal putra terbaik dunia Kento Momota. Jojo harus ekstrawaspada.

''Tapi saya suka ketemu dia (Shi, Red). Karena seru gitu. Pengalaman dia dan saya juga sama. Dilihat dari head to head kami selalu rubber game. Poinnya juga nggak jauh,'' ucap Jojo bersemangat. ''Kalau lawan dia harus siap rubber game lagi, dan siap lebih capek saja,'' imbuhnya santai.

Wakil tunggal putra lainnya, Anthony Sinisuka Ginting juga lolos ke babak kedua. Dia beruntung, lawannya secara teknis lebih ringan daripada Jojo. Yakni Zhao Junpeng, pemain peringkat 45. Namun, si peringkat 45 itu tadi malam mengalahkan Lin Dan.

''Tinggal lihat bagaimana konsistensi mainnya, dari mental dan teknik. Perlu tekad yang luar biasa,'' ujar Hendri Saputra, pelatih tunggal putra.

Drawing berat juga menanti tunggal putri. Gregoria Mariska Tunjung, yang tampil luar biasa saat mengalahkan Aya Ohori tadi malam, bakal menghadapi lawan yang sama dengan Jojo. Pemain peringkat tiga dunia yang berstatus juara BWF World Tour Finals: Pusarla V. Sindhu. Ini seperti lolos dari mulut serigala, lalu dinanti singa.

Ya, Jorji sudah mati-matian melawan Ohori. Dia menempuh rubber game yang ketat, dan setelahnya harus dirawat. Cedera pinggangnya kambuh. ''Sakitnya di tempat yang sama dengan cedera sebelumnya. Saya masih akan coba bermain besok (hari ini, Red). Semoga bisa,'' harap Jorji.

Sindhu adalah salah satu nama besar yang belum pernah berhasil dikalahkan Jorji. Empat kali bertemu, dia selalu kalah. Dua di antaranya straight game. Cedera Jorji seolah jadi sinyal dia bakal menambah koleksi kekalahan.

Pelatih tunggal putri Minarti Timur mengatakan, kondisi Jorji masih memungkinkan untuk main. Namun dia perlu istirahat dan terapi. ''Otot-otot sampingnya belum kuat. Tempat cederanya di pinggang tengah, dekat tulang ekor,'' jelas Minarti. (feb/na/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Zhou Jadi Bagian Renault
Zhou Jadi Bagian Renault

Berita Sejenis

Hendra/Ahsan Diidolai dan Panutan yang Baik

Hendra/Ahsan Diidolai dan Panutan yang Baik

Usai menjadi juara All England 2019, pasangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan harus sudah fokus ke turnamen berikutnya.


Kuota Semifinal Hampir Penuh

Kuota Semifinal Hampir Penuh

Satu per satu tim peserta Djarum Superliga Badminton 2019 mulai memastikan tiket ke semifinal.


Mesin Williams Akhirnya Menderu

Mesin Williams Akhirnya Menderu

Dua hari tes pramusim Fomula 1 harus dilewati begitu saja oleh tim Williams.


Djarum Superliga 2019, Jaya Raya Paling Tangguh

Djarum Superliga 2019, Jaya Raya Paling Tangguh

Djarum Superliga Badminton 2019 bergulir mulai hari ini (18/2) hingga 24 Februari.


Ultah ke-40, Rossi Bisa Balapan Sampai 46 Tahun

Ultah ke-40, Rossi Bisa Balapan Sampai 46 Tahun

Hari ini Valentino Rossi genap berusia 40 tahun. Musim ini pembalap Italia tersebut memasuki musim ke-24 nya berkarir di ajang World Championship.


Dugaan Pelecehan Seksual, Marko Simic Bisa Dipenjara

Dugaan Pelecehan Seksual, Marko Simic Bisa Dipenjara

Kasus pelecehan seksual yang menimpa Striker Persija Jakarta Marko Simic terus bergulir.


Mantul, Vinales Mulai Cepat

Mantul, Vinales Mulai Cepat

Musim 2018 menjadi salah satu musim terburuk bagi Monster Energy Yamaha MotoGP. Mereka hanya mencatat sekali kemenangan dari 10 kali kesempatan naik podium.


Marin Absen, Tetap Berat

Marin Absen, Tetap Berat

Cedera lutut yang didapatkan Carolina Marin di final Indonesia Masters pekan lalu (27/1) berbuntut panjang. Otot ACL kanannya robek.


Seven Heaven Djokovic usai Kandaskan Nadal

Seven Heaven Djokovic usai Kandaskan Nadal

“Hanya sembilan errors... dalam tiga set... Tidak bisa dipercaya...,”cuit legenda tenis dunia Chris Evert di Twitter kemarin.


Tunggal Putri Bertemu Lawan Berat Sejak Awal

Tunggal Putri Bertemu Lawan Berat Sejak Awal

Gregoria Mariska Tunjung punya memori buruk dengan Indonesia Masters. Pada debutnya tahun lalu, Jorji —demikian dia akrab disapa— langsung terhenti di babak per



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!