Sport
Share this on:

Nasib Marquez di Tangan Pedrosa

  • Nasib Marquez di Tangan Pedrosa
  • Nasib Marquez di Tangan Pedrosa

VALENCIA - Meski GP Valencia Minggu nanti (12/11) akan menjadi ajang penentuan gelar juara MotoGP antara bintang Repsol Honda Marc Marquez dan jagoan Ducati Andrea Dovizioso, namun sejatinya keduanya tidak harus saling berhadapan satu sama lain. Bahkan, bisa jadi penentuan gelar akan ditentukan oleh pembalap lain.

Baik Dovizioso dan Marquez, bukanlah pembalap yang punya rekor bagus di Valencia. Dovi sama sekali belum pernah menang di Sirkuit Ricardo Tormo. Sedangkan, Marquez hanya sekali saja menang sejak naik kelas MotoGP pada 2013 lalu. Atau total hanya dua kali di semua kelas.

Sebaliknya, kedua rekan satu tim mereka adalah rider-rider paling sukses di sirkuit sepanjang 4 kilometer tersebut. Daniel Pedrosa, partner Marquez di Repsol Honda, adalah rider dengan kemenangan terbanyak di Valencia. Sudah enam kali rider 32 tahun tersebut juara di Ricardo Tormo di semua kelas. Dalam daftar rider paling sukses di Valencia, Pedrosa adalah pemuncaknya.

Sedangkan, Jorge Lorenzo memiliki rekor kemenangan empat kali di Valencia. Nomor dua di belakang Pedrosa. Tapi untuk di kelas premium rekor Lorenzo sedikit lebih baik dari Pedrosa. Lorenzo menang empat kali, sedangkan Pedrosa tiga kali.

Masalahnya, empat kemenangan Lorenzo itu diraih ketika masih menunggang Yamaha YZR-M1. Sementara, musim ini Lorenzo baru melakoni debutnya bersama Ducati dan hingga saat ini belum pernah menang. Di sisi lain, Pedrosa tetap menunggang motor yang sama sejak pertama kali membalap di kelas premium.

Jika melihat statistik tersebut, Dovizioso bisa jadi bakal berhadapan langsung dengan Pedrosa. Sekali lagi bukan dengan Marquez. Karena rider 24 tahun itu akan bermain aman untuk bisa finis minimal di posisi 11. Kalaupun Marquez mengalami nasib buruk sampai gagal finis, akibat kecelakaan atau mengalami masalah teknis motor, kemenangan Pedrosa sudah cukup untuk membuatnya menjadi juara dunia. Karena jika Dovi finis runner up, poin yang didapat tetap kurang untuk mengejar ketertinggalan dari Marquez.

Di sisi lain, Dovi sangat-sangat membutuhkan Lorenzo di Valencia. Karena Dovi wajib menang. Seperti balapan di Malaysia, Lorenzo bisa membuka jalan bagi Dovi di depan dengan skill dan pengetahuan mendalamnya tentang sirkuit Valencia. Pada lap-lap terakhir, Lorenzo akan membuka jalan untuk Dovi agar bisa finis paling depan.

Jadi, lawan Dovi sesungguhnya di Valencia adalah Pedrosa. Untuk mengalahkannya, dia butuh bantuan Lorenzo. ''Kami harus realistis. Membawa pulang gelar juara dunia bakal sangat sulit. Tapi persaingan tetap terbuka dan kami harus tetap fokus untuk menang,'' ucap Dovi dilansir GP One.

Mengenai kemungkinan diberlakukannya team order, Dovizioso tetap bersikeras bahwa hal itu tidak perlu dilakukan. Bahkan, dia juga tidak menganggap kemenangannya di Malaysia sebagai buah dari team order.

''Kami (rider MotoGP) tidak dilengkapik radio komunikasi yang tersambung dengan garasi. Begitu lampu merah (start) padam, semua pembalap akan membalap untuk dirinya sendiri. Tak seorang pun di Ducati yang berbicara kepada tentang team order itu di Sepang,'' jelasnya. Bahkan, seperti yang dilihat di catatan waktu lap lanjut Dovi, Lorenzo masih mencatat lap tercepat di tikungan terakhir GP Malaysia.

Pedrosa selalu senang ketika balapan kembali ke Valencia. Ini salah satu trek dimana dia bisa meraih kemenangan. Minggu nanti, Pedrosa akan diberi keleluasaan untuk bertarung habis-habisan di depan fans-nya. Karena kemenangan Pedrosa adalah “team order” terbaik bagi Honda.

''Kami mendapatkan kemajuan pada set up motor di Malaysia dan ini memberi kami kepercayaan diri sebelum datang ke Valencia. Saya sangat senang dengan sirkuit ini, dan selalu mendapat hasil bagus di masa lalu,'' kata Pedrosa. Dia menyebut, akan sangat menyenangkan bisa menutup musim 2017 dengan sebuah kemenangan.

Dovizioso bakal mendobrak dominasi rider Spanyol di Ricardo Tormo jika berhasil memenangi GP Valencia Minggu nanti. Setelah Marco Melandri juara di Valencia 2005 silam, tidak pernah ada lagi rider Italia yang menapaki podium tertinggi di sana. (cak/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Langkah Federer Lebih Berat dari Nadal
Langkah Federer Lebih Berat dari Nadal

Berita Sejenis

Ketahuan Doping, Muhammad Ali Dihukum 2 tahun

Ketahuan Doping, Muhammad Ali Dihukum 2 tahun

Nasib buruk didapat petinju amatir muda Britania Raya Muhammad Ali.


Nishikori Kembali Angkat Trofi

Nishikori Kembali Angkat Trofi

Setelah istirahat penuh lima bulan lantaran cedera pergelangan tangan, petenis Jepang yang juga mantan ranking 4 dunia, Kei Nishikori, kembali tersenyum lebar.


Dua Semifinalis Angkat Koper

Dua Semifinalis Angkat Koper

Nasib dua semifinalis Piala Davis grup dunia musim lalu yakni Serbia dan Australia sama-sama tragis. Kemarin, mereka langsung takluk di babak pertama.


Apes, Tim Alonso Dipenalti Drive Trough

Apes, Tim Alonso Dipenalti Drive Trough

Nasib apes belum juga pergi dari Fernando Alonso. Dia harus menanggung beban yang disebabkan orang lain.


Rossi di MotoGP sampai Umur 40 Tahun

Rossi di MotoGP sampai Umur 40 Tahun

Setelah Yamaha memperpanjang kontrak Maverick Vinales hingga 2020, tinggal nasib sang maestro Valentino Rossi yang belum pasti.


Duh... Wawrinka Juga Tumbang

Duh... Wawrinka Juga Tumbang

Datang dengan kondisi yang tidak terlalu fit, petenis nomor tiga dunia Garbine Muguruza akhirnya menerima nasib pahit di Australia Terbuka 2018.


Isunya, KTM Siapkan Rp321 Miliar untuk Bajak Marquez

Isunya, KTM Siapkan Rp321 Miliar untuk Bajak Marquez

Satu tim yang diprediksi bakal agresif dalam memburu pembalap-pembalap top tahun ini adalah KTM.


Rossi Pilih Reli, Marquez Jajal F3

Rossi Pilih Reli, Marquez Jajal F3

Bagi Valentino Rossi dan Marc Marquez di setiap musim balap berakhir ada dua event balap besar yang biasa mereka ikuti di kampung halamannya masing-masing.


Alarm Bahaya Ducati dan Yamaha

Alarm Bahaya Ducati dan Yamaha

Pada akhir uji coba post season hari kedua di Valencia juara dunia MotoGP 2017 Marc Marquez menutup sesi sebagai yang tercepat.


Cedera Lutut, Musim Nadal Berakhir

Cedera Lutut, Musim Nadal Berakhir

Cara Rafael Nadal mengakhiri perjalanannya di 2017 kurang mulus. Petenis Spanyol tersebut kemarin dini hari takluk di tangan David Goffin.



Berita Hari Ini

hari pers

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!