Sport
Share this on:

Panahan Kantongi Dua Tiket Olimpiade

  • Panahan Kantongi Dua Tiket Olimpiade
  • Panahan Kantongi Dua Tiket Olimpiade

S-HERTOGENBOSCH - Indonesia menambah dua kuota atlet yang bakal tampil di Olimpiade Tokyo 2020 dari cabang panahan. Hasil tersebut diraih dua pemanah nomor recurve, Riau Ega Agatha dan Diananda Choirunisa.

Panahan menjadi cabor kedua yang memastikan tempat, setelah sprinter Lalu Muhammad Zohri menembus limit Olimpiade dengan catatan waktu 10,03 detik. Nasib peraih emas SEA Games 2017 nomor recurve mixed team itu bisa dibilang mujur.

Bagaimana tidak, penampilan keduanya dalam kejuaraan dunia 10-16 Juni di s-Hertogenbosch, Belanda, gagal total. Nisa panggilan Diananda Choirunisa, tidak bisa melangkah lebih jauh dari babak kualifikasi. Sedangkan Ega hanya sampai putaran kedua. Padahal, PP Perpani sudah memasang target tinggi agar keduanya bisa mendapat tiket ke Olimpiade.

Keberhasilan Nisa dan Ega mengamankan kuota Olimpiade itu tidak terlepas dari prestasi mereka finis di tiga besar pada nomor recurve perorangan di Asian Games 2018. Saat itu Nisa menjadi runner-up, sedangkan Ega membawa pulang perunggu. Hasil tersebut belum bisa mengantar keduanya meraih tempat di Olimpiade. Hanya peraih emas yang lolos. Sesuai dengan aturan kualifikasi, mereka masih harus menunggu sampai hasil kejuaraan dunia keluar.

"Ternyata di kejuaraan ini, pemanah ranking di atas mereka mendapat tiket (Olimpiade) dari nomor beregu. Jadi, otomatis mereka (Nisa dan Ega) medapat tiket itu untuk nomor perorangan," ujar Sekretaris Jenderal PP Perpani Rizal Bernadi ketika dihubungi kemarin (14/6).

Pada kejuaraan dunia kali ini, negara yang menempati posisi delapan besar secara otomatis langsung lolos ke Olimpiade 2020. Untuk tim, recurve putri meloloskan Korea Selatan (Korsel), Taiwan, Inggris Raya, Tiongkok, Ukraina, Rusia, Jerman, dan Belarusia. Di tim recurve putra ada Tiongkok, India, Korea, Belanda, Australia, Kazakhstan, Taiwan, dan Inggris Raya.

Dalam ranking dunia, Nisa menempati posisi ke-63. Di atasnya ada Malaysia dan Korea sehingga begitu Ki Bo Bae dkk (Korsel) mendapat kuota untuk tim, Nisa memperoleh tiket untuk perorangan. Begitu pula halnya dengan Ega yang berada di oeringkat ke-50 setelah Kazakhstan.

Tetapi, kebahagiaan itu tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Performa tim recurve Indonesia menurun jauh dan tidak mampu bersaing dengan pemanah dunia. Itu bisa menjadi sinyal buruk untuk Olimpiade nanti. Rizal menjelaskan, ada tiga faktor yang memengaruhi performa skuad Merah Putih.

Pertama, persiapan sangat kurang yang disebabkan pelatnas baru berjalan sekitar 1,5 bulan, ditambah adanya beberapa atlet yang bergabung beberapa saat sebelum kejurdun. Lalu, iklim antara Belanda dan Indonesia sangat berbeda, Akibatnya, atlet agak kesulitan beradaptasi dengan angin. Faktor terakhir, seluruh peralatan memanah belum lengkap 100 persen.

Keterlambatan pencairan dana pelatnas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga turut menjadi penyebabnya. Timnas sempat mengalami kesulitan soal itu. "Sebab, prosedur pencairan dana yang rumit baru terima last minute. Kami menjadi negara terakhir yang mendaftar dan nyaris nggak bisa ikut. Itu memberikan dampak psikologis kepada atlet dan berpengaruh terhadap penampilan mereka," ucap Rizal.

Meski enggan berkomentar lebih jauh, pelatih recurve Nur Fitriyana Saiman sepakat dengan yang diungkapkan Rizal. Selama ini Indonesia tidak punya prestasi mencolok dalam Olimpiade. Pada edisi 2016, pemanah Ika Yuliana Rochmawati berhasil tampil di Rio de Janeiro. Tetapi, dia hanya sebagai peserta.

Satu-satunya prestasi panahan di Olimpiade adalah meraih perak pada 1988 di Seoul, Korsel dari nomor recurve women team. Meski begitu, raihan tersebut merupakan tonggak sejarah bagi olahraga Indonesia. Sebab, medali pertama Olimpiade yang diraih kontingen Merah Putih berasal dari panahan. (feb/cak/zul/ful)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Penjualan Seret, Harga Bir Naik
Penjualan Seret, Harga Bir Naik

Berita Sejenis

Indonesia Hanya Sisakan The Daddies dan Minions

Indonesia Hanya Sisakan The Daddies dan Minions

Indonesia hanya bisa meloloskan dua ganda putra ke babak semifinal Indonesia Open 2019, Sabtu (20/7) hari ini..


Bali United Kalah Lagi

Bali United Kalah Lagi

Tim peringkat atas, Bali United kembali menelan hasil buruk dalam dua pekan Liga 1 Indonesia 2019.


Akhirnya Mampu Lalui Reli Panjang

Akhirnya Mampu Lalui Reli Panjang

Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan melaju ke babak dua turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019.


Tiket Online Indonesia Open 2019 Sold Out

Tiket Online Indonesia Open 2019 Sold Out

Perhelatan Indonesia Open 2019 akan berlangsung di Istora Senayan 16-21 Juli mendatang.


Rossi dan Vinales Disentil Bos Yamaha

Rossi dan Vinales Disentil Bos Yamaha

Bos Yamaha Massimo Meregalli mulai kehilangan kesabaran dengan hasil buruk dua pembalapnya.


Persija Jakarta Kantongi Kekuatan PSS Sleman

Persija Jakarta Kantongi Kekuatan PSS Sleman

Persija Jakarta bakal menjamu PSS Sleman pada laga lanjutan Liga 1 Indonesia musim 2019.


Indonesia Open 2019 Tantangan Menuju Olimpiade 2020

Indonesia Open 2019 Tantangan Menuju Olimpiade 2020

Indonesia Open 2019 bakal menjadi salah satu tantangan pebulu tangkis dunia menuju Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.


Setelah AD, Lakers Selanjutnya Bidik Kemba Walker

Setelah AD, Lakers Selanjutnya Bidik Kemba Walker

Dua hari setelah NBA musim ini berakhir, persiapan tim-tim membentuk skuad musim depan mulai menjadi perbincangan hangat.


Penjualan Seret, Harga Bir Naik

Penjualan Seret, Harga Bir Naik

Panitia penyelenggara Copa America 2019 Brasil ini menyediakan sejuta tiket untuk penonton di enam stadion.


Toronto Raptors Luar Biasa

Toronto Raptors Luar Biasa

Puluhan ribu fans Golden State Warriors di Oracle Arena tiba-tiba terhenyak saat kuarter ketiga tersisa dua menit 22 detik.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!